Alat Rontgen Rusak, RSUD KSB Main Rujuk

Alat Rontgen Rusak, RSUD KSB Main Rujuk

Taliwang, KOBAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang konon dibangun dihajatkan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bumi pariri lema bariri, ternyata hanya isapan jempol belaka. Bangunan RSUD yang masih menempati bekas lokasi Puskesmas Taliwang, mau tidak mau membuat sarana dan prasarana yang dimiliki menjadi terbatas, sehingga otomatis membuat pelayanan kepada masyarakat tidak maksimal.

Beberapa bulan terakhir, sejumlah warga setempat yang keluarganya dibawa berobat ke RSUD KSB harus menelan “pil pahit”, karena sekonyong-konyong tenaga medis RSUD terpaksa sering merekomendasi pasien yang masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat (di Sumbawa Besar atau Pulau Lombok, red). Akibatnya, banyak warga tidak mampu dengan tertunduk lesu, terpaksa harus membawa pulang kembali keluarganya karena terhimpit biaya. “Mau tidak mau, kami harus membawa pulang kembali ibu ke rumah, karena kami tidak punya uang untuk bayar ambulan ke mataram, belum lagi biaya akomodasi kami di sana mas,” keluh rudi, warga kelurahan Sampir, kepada media ini, dengan wajah sedih, karena ibunya dirujuk ke rumah sakit di Mataram, akibat tidak bisa tertangani di RSUD KSB.

Hasil penelusuran media ini, ternyata salah satu penyebab pasien sering dirujuk ke rumah sakit terdekat, karena alat rontgen milik RSUD hingga sampai saat ini belum bisa difungsikan, sehingga pasien yang harus dilakukan deteksi terhadap penyakit yang diderita terpaksa dirujuk. Kerusakan alat kesehatan (Alkes) itu terjadi sejak januari lalu.

Kasi penunjang medik, pada RSUD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), NS Indra Alamsyah S.Kep Msi, yang dikonfirmasi, kamis 19/3, kemarin, tidak membantah adanya persoalan itu, bahkan diakui jika upaya perbaikan sudah maksimal dilakukan, namun sampai saat ini belum bisa difungsikan. “Iya, masih belum bisa difungsikan,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Indra, sapaannya mengaku, rontgen yang dimiliki itu adalah alat yang bertekhnologi tinggi, sehingga kalau terjadi kerusakan harus diperbaiki oleh mekanik yang memiliki lisensi atau yang ditunjuk oleh pihak perusahaan pemilik alat tersebut. Upaya mendatangkan mekanik sudah dilakukan, bahkan sudah tiga kali mekanik melakukan perbaikan, tetapi belum juga selesai.

“Laporan yang disampaikan mekanik, bahwa alat yang dibutuhkan untuk memperbaiki tidak ada di indonesia, sehingga mekanik melapor ke perusahaan pemilik mesin tersebut dan dijanjikan akan kembali datang pada 24/3 mendatang, bahkan akan hadir juga penanggung jawab perusahaan itu sendiri,” lanjutnya.

Ditegaskan Indra, upaya yang bisa dilakukan RSUD hanya berkoordinasi dengan perusahaan pemilik alat, agar segera melakukan perbaikan. Permintaan pihak RSUD sudah diamini pihak perusahaan. Buktinya, sudah tiga kali mekanik datang untuk melakukan pemeriksaan terhadap mesin tersebut, namun belum juga berhasil. “Kita sekarang hanya bisa menunggu perbaikan yang akan segera dilakukan,” urainya.

Indra juga tidak membantah jika selama terjadi kerusakan terhadap alat tersebut membuat RSUD harus merujuk pasien, karena alat pendeteksi itu tidak berfungsi. “Kami memang terpaksa harus merujuk pasien yang membutuhkan pendeteksian menggunakan rontgen untuk saat ini,” imbuhnya.

Indra juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, lantaran dalam beberapa bulan ini pelayanan yang diberikan terganggu dan juga berharap dalam waktu dekat alat itu bisa segera berfungsi, sehingga pelayanan prima yang menjadi target pihak RSUD bisa direalisasikan. (kimt)

Don`t copy text!