fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Disparekraf akan Gelar Lomba Ukir dan Gosok Batu Permata

Taliwang, KOBAR – Minat para kolektor untuk memiliki batu permata Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kian hari semakin meningkat. Hal itu memunculkan aktifitas ukir dan gosok batu pada beberapa pojok kampung di seluruh wilayah bumi pariri lema bariri.

Melihat tingginya animo masyarakat, Pemerintah KSB melalui Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif (Disparekraf) akan menggelar lomba ukir dan gosok batu permata. Kegiatan itu rencananya akan dihelat selama tiga hari, 25-28 Februari mendatang.

Salah seorang panitia pelaksana, Muhammad Fauzi SPd, kepada media ini menuturkan, pelaksanaan lomba itu sendiri dalam rangka mensukseskan festival permata nusantara yang akan digelar pada Maret 2015 mendatang. “Kegiatan yang akan kami gelar itu sebagai bentuk langkah awal sebelum menggelar event paling besar nantinya, termasuk untuk mengukur tingkat animo masyarakat terhadap batu lokal KSB,” tuturnya.

Dibeberkan Fauzi sapaannya, lomba yang akan digelar itu sendiri adalah sebuah kompetisi membuat atau membentuk batu cincin maupun liontin dengan bahan baku batu alam dan peserta sudah pasti warga KSB itu sendiri, mengingat lomba yang akan digelar sebagai ajang kreativitas pengrajin permata di KSB, sekaligus sebagai ajang seleksi dan persiapan menuju festival batu permata nusantara KSB.

Masih keterangan Fauzi, peserta akan dibagi dalam dua kategori, yaitu kelas A yang diperuntukkan bagi anak-anak berusia 12-27 tahun atau belum kawin dan kelas B, dikhususkan untuk usia 20 tahun keatas atau sudah kawin, dimana masing-masing peserta menyediakan atau menggunakan mesin dan peralatan sendiri, termasuk bahan pengkilap batu permata, namun tidak boleh menggunakan serbuk intan. “Panitia hanya menyediakan bahan baku berupa batu dan pengikat (gagang), listrik dan stasioner,” bebernya.

Perlombaan akan dibagi dalam tiga babak. Babak penyisihan yang akan digelar pada 25-26 Februari dengan lomba menggosok/mengukir satu potong batu hingga menjadi satu mata cincin. Untuk babak kedua atau semi final pada 27/2, peserta akan menggosok/mengukir dua potong batu dan memasang ikat/gagang hingga menjadi cincin dan bakal liontin tanpa pengikat, lalu babak ketiga atau babak final digelar pada 28/2, peserta akan menggosok/mengukir dua potong batu dan memasang ikat/gagang hingga menjadi cincin dan liontin. “Pelaksanaan lomba terpusat didalam kawasan Kemutar Telu Center (KTC) atau tepatnya lapangan samping Badan Lingkungan Hidup (BLH),” lanjutnya.

Menyinggung soal juara, panitia akan menyediakan hadiah untuk juara masing-masing kategori sampai juara IV, jadi diminta kepada seluruh pakar ukir dan gosok batu untuk membuktikan kemampuannya dalam lomba yang akan digelar. Untuk menjadi peserta, dapat mendaftarkan diri di kantor Disparekraf KSB sampai tanggal 25/2 mendatang. (kimt)

Don`t copy text!