fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Pemerintah KSB Akan Gencar Promosikan Potensi Wisata Pantai

Taliwang, KOBAR – Sumber daya Alam (SDA) yang dimiliki Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) termasuk potensi obyek wisata sudah menjadi lirikan para investor, sehingga Badan Penanaman Modal Perijinan dan Pelayanan Terpadu (BPMPPT) memberikan perhatian khusus untuk menciptakan iklim  investasi yang berkelanjutan.

Investasi yang mulai jadi perhatian para pemilik uang saat ini adalah potensi pariwisata, terutama untuk kawasan pantai dan pesisir, sehingga pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan menggenjot promosi potensi obyek pantai yang dimiliki, meskipun saat ini sudah banyak kawasan pantai yang menjadi bidikan para investor.

Kepala Badan Penanaman Modal dan PPT (BPMPPT) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Hajamuddin MM, beberapa waktu lalu menyampaikan, investor yang tertarik mengembangkan  potensi yang terbarukan dan SDA yang tidak terbarukan di daerah ini hingga tahun 2014 cukup banyak. Ini dibuktikan dengan semakin bartambahnya jumlah investor yang ingin menanamkan modalnya. Ia juga mengatakan, bahwa jumlah investor yang berinvestasi di bumi Pariri Lema Bariri ini, hingga saat ini cukup banyak, dengan nilai investasi yang cukup signifikan.

Umumnya, investor yang telah mengantongi izin dari pemerintah daerah lebih tertarik berinvestasi di sektor pertambangan. Selain sektor pertambangan, investor juga cukup tertarik berinvestasi di sektor Peternakan, Perikanan, dan  sektor pariwisata. “Sektor pariwisata berada di urutan kedua setelah sektor pertambangan yang cukup diminati oleh investor untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, perkembangan potensi pariwisata di Desa Kertasari Kecamatan Taliwang, telah dibangun hotel Whales & Waves oleh salah seorang investor yang berasal dari Rusia. Pantai Kertasari sejak tahun lalu mulai dikembangkan dengan membangun beberapa fasilitas seperti penginapan, restoran dan fasilitas pendukung lainnya.

Hajamuddin mengaku, seluruh investor yang mau berinvestasi di Sumbawa Barat mendapat perlakuan yang sama, termasuk soal pemberian izin. Pemerintah sangat selektif dalam memberikan izin kepada investor. Upaya tersebut dilakukan untuk mengetahui investor mana yang serius berinvestasi. Pasalnya, sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Intinya semua perusahaan yang berinvestasi di KSB harus mampu memberikan kontribusi untuk kemajuan daerah.

Selain Whales & Whaves, beberapa lokasi di sepanjang pantai Kertasari juga cukup diminati oleh investor, seperti pantai Sebatik yang mulai dikembangkan oleh PT Wirata Karya Bhakti (PTWKB). Demikian juga dengan potensi yang ada di Gili Balu Kecamatan Poto Tano. Salah satu investor yaitu PT Nusantara Oriental Permai (PTNOP) sudah membangun beberapa unit cottage setara bintang lima di pulau Paserang.

“Dalam waktu dekat ini, salah satu investor yakni Exo Solution Lombok (ESL) akan datang untuk mempresentasikan rencana penyusunan amdal yang telah dilakukan,” tutur Hajamuddin sembari membuka data pentingnya.

Hingga tahun 2014, nilai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di KSB sekitar Rp 203.5 miliar. Sedangkan Penanam Modal Asing (PMA) sekitar Rp 1.6 triliun. Dari sejumlah perusahaan yang ingin berinvestasi tersebut, beberapa diantaranya hingga saat ini belum diketahui secara pasti tingkat keseriusannya.

Namun, pemerintah tetap melakukan evaluasi  kepada semua perusahaan, dengan meminta laporan perkembangan kegiatan setiap tahapan kegiatan yang dilakukan. Pemerintah KSB mengisyaratkan bahwa para investor serius berinvestasi sesuai dengan izin usaha yang telah dipegang masing – masing perusahaan. Sebab kata dia, setiap perusahaan telah menyertakan uang jaminan untuk membuktikan keseriusannya.

Bagi perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, besaran uang  jaminan kesungguhan sebagaimana yang diatur dalam  Undang-Undang Nomor 27 tahun 2007 tentang penanaman modal terhadap pengelolaan SDA yang tidak dapat terbarukan,  penanam modal wajib menyiapkan jaminan kesungguhan. (kimt)

Don`t copy text!