fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Komisi II Blusuki Para Penyuluh di KSB

Taliwang, KOBAR – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bukan sekedar intens menggelar rapat dengar pendapat dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berhubungan langsung dengan petani, tetapi juga terjun lapangan untuk mendengarkan langsung aspirasi, bahkan sudah menemui para penyuluh yang bertugas di bumi pariri lema bariri.

Pertemuan yang dilakukan komisi II merupakan rangkaian  kegiatan yang sudah direncanakan komisi II dalam menyongsong musim tanam tahun 2015, dimulai dengan rapat dengar pendapat dengan Dishutbuntan, BKP5K KSB, Kepala BP3K, kepala KCD pertanian se-KSB terkait kesiapan menghadapi musim tanam dan penyaluran bantuan yang bersumber dari APBD dan APBN di tahun 2014 yang lalu.

Kunjungan jajaran komisi II pada awal tahun 2015 ini mendapat respon baik dari petani dan para penyuluh, apalagi sekarang sudah mulai masuk musim tanam dan biasanya petani akan dihadapkan dengan beberapa persoalan, termasuk masalah kesulitan mendapat pupuk.

Ketua komisi II DPRD KSB, Aheruddin Sidik SE, ME kepada media ini menuturkan, pertemuan dengan pihak SKPD hanya menjadi bahan awal, sementara pertemuan dengan para pelaku pertanian, dalam hal ini penyuluh adalah wajib dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi petani tersebut.

“Pertemuan dengan para penyuluh bukan hanya sebagai upaya membangun interaksi, komunikasi, dan koordinasi, tetapi juga untuk menyerap aspirasi secara langsung dari penyuluh, mengingat peran dan fungsi penyuluh sangat krusial dan strategis dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan para petani sesuai dengan amanat Undang – Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan,” ungkapnya.

Dibeberkan Aher, sapaan akrab politisi muda asal Seteluk itu, dari pertemuan yang digelar, para penyuluh banyak menyampaikan laporan serta saran dan pandangannya, terutama yang terkait dengan kondisi yang terjadi di masing-masing Desa dan Kecamatan. Contohnya, masalah angka tanam, kelangkaan pupuk, persoalan kekeringan serta  tidak dilibatkannya penyuluh dalam melakukan pendampingan program atau kegiatan Dinas rumpun hijau.

Diakui Aher jika momen tersebut dimanfaatkan para penyuluh untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam usahanya meningkatkan peran dan kapasitas penyuluh termasuk diantaranya sarana prasarana pendukung kinerja penyuluh dilapangan. “Semua hal yang disampaikan para penyuluh telah direspon Komisi II dan berjanji akan menindaklanjuti semua permasalahan yang dihadapi itu dengan cara berkoordinasi dengan dinas terkait (Rumpun Hijau) untuk mencari solusi terbaik atas persoalan yang dihadapi oleh petani, maupun penyuluh dalam menjalankan tugasnya di lapangan,” terangnya. (kimt)

Don`t copy text!