fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Tolak PAW Irawansyah, Puluhan Simpatisan Lakukan Unjuk Rasa

Taliwang, KOBAR – Puluhan orang simpatisan Irawansyah, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) asal partai Hanura menggelar aksi demo pada beberapa lokasi, Senin 29/12 kemarin, menuntut tidak dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW). Lokasi awal yang didatangi adalah Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) KSB, kemudian berlanjut di DPRD KSB, lalu sempat mampir di kantor sekretariat partai Hanura dan berakhir di kantor Setda KSB.

Para orator melalui pengeras suara mengecam langkah yang dilakukan partai Hanura dengan memecat Irawansyah, padahal yang bersangkutan tidak pernah melanggar aturan partai, bahkan mereka mengendus bahwa intrik politik yang dilakukan partai Hanura tidak manusiawi, bahkan terkesan politik busuk dan mengancam akan melakukan gerakan lebih besar, jika pihak terkait memaksakan kehendak untuk melakukan PAW.

Rege, yang menjadi salah seorang orator aksi pada kesempatan itu mengingatkan untuk tidak salah mengambil langkah kepada KPU, DPRD KSB maupun pemerintah KSB, apalagi turut serta dalam melaksanakan proses PAW, karena sampai saat ini masih ada proses yang sedang dilalui, bahkan mengingatkan bahwa proses hukum yang dilalui hanya sebagai formal dan bentuk perlawanan atas ketidak adilan yang terjadi.

Sementara Rindawan lebih menekankan bahwa mereka siap sampai titik darah penghabisan untuk melawan apa yang dilakukan partai hanura terhadap Irawansyah, karena saat pemilihan lalu mereka memberikan suara kepada Irawansyah bukan kepada Hanura. “Kami sebagai pendukung Irawansyah siap untuk melakukan perlawanan, meskipun harus tumpah darah demi sebuah keadilan,” timpalnya saat menjadi salah seorang perwakilan untuk bertemu dengan asisten I yang mewakili Bupati KSB.

Asisten I, A Azis SH, MH yang menerima perwakilan pendemo menegaskan, saat ini Bupati, wabup dan Sekda sedang tidak berada ditempat, jadi aspirasi yang disampaikan akan ditampung untuk disampaikan kepada pimpinan, karena memang kapasitas dirinya tidak ada untuk memberikan tanggapan terlalu jauh. “Saya hanya bisa menerima aspirasinya untuk diteruskan kepada pimpinan, jadi saya tidak bisa memberikan keterangan banyak,” timpalnya.

Saat menggelar demo di gedung DPRD KSB, para pendemo mendapat keterangan bahwa setelah keluarnya keputusan pengadilan atas kasus tersebut, belum ada permohonan atau proses PAW. Mendapat keterangan itu, aksi yang sedianya akan berlangsung lama itu terhenti untuk melanjutkan perjalan menuju kantor Bupati KSB, dengan harapan bisa juga mendapat dukungan untuk tidak terlaksana PAW itu sendiri.

Aksi demo itu sendiri dikawal ketat aparat Polres KSB, bahkan terlihat dengan kekuatan penuh, dimana ada dua mobil dalmas, satu bus, serta beberapa personil menggunakan kendaraan roda dua. “Pengamanan yang dilakukan sesuai dengan protap, karena kami harus memberikan jaminan keamanan bagi pendemo maupun fasilitas negara yang menjadi tempat dilaksanakannya aksi itu sendiri,” tegas Kabag Ops Polres KSB, Kompol Martawan. (kimt)

Don`t copy text!