fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Aset Daerah Yang Mangkrak Disorot Dewan

Taliwang, KOBAR – Sejumlah aset daerah yang masih mangkrak dan belum dimanfaatkan, menjadi perhatian serius para wakil rakyat di Bertong. Kinerja Pemerintah dipertanyakan, karena hingga saat ini, sejumlah rekomendasi mereka terkait sejumlah aset potensial yang dimiliki daerah tak kunjung bergeliat dan menjadi pundi bagi daerah.

“DPRD melalui komisi teknis, dalam hal ini komisi II, segera akan turun mengecek semua aset produktif yang direkomendasi dewan untuk segera dikelola dan dimanfaatkan sesuai tujuan dibangun,” kata Abidin Nasar SP, Sekretaris Komisi II DPRD KSB.

Selama ini, menurutnya, Pemerintah Daerah melalui SKPD teknis yang mengelola sejumlah aset itu melaporkan kepada pihaknya, bahwa semuanya “on progress”. Namun fakta di lapangan berkata lain. Pihaknya masih menemukan sejumlah aset yang hingga saat ini tidak juga beroperasi. Parahnya lagi, aset-aset yang belum dikelola tersebut tergolong proyek yang bermasalah dalam pengadaannya. Diantaranya, Rumah Potong Hewan (RPH), Pabrik Pupuk Organik, Pabrik Rumput Laut dan Pabrik Es.

“Jika pemerintah berkomitmen dengan hasil rapat koordinasi dan hearing dengan dewan, Aset-aset tersebut seharusnya saat ini sudah memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” tukas Nasar.

Politisi PKS dua periode asal Sekongkang ini menambahkan, bahwa DPRD sejauh ini sangat mendukung langkah Pemerintah guna mengoptimalkan aset produktif yang dimiliki daerah dalam segala aspek, terutama dukungan anggaran. Bahkan Dewan melalui Komisi II bersama SKPD telah mendatangi kementerian terkait untuk mencari solusi agar aset produktif itu bisa segera dimanfaatkan dan dikelola sesuai tujuan dibangun.

“Ada beberapa aset yang sebelumnya menjadi milik Pemerintah Pusat, kini telah menjadi milik Pemkab Sumbawa Barat,” bebernya.

Namun Ia sangat menyayangkan, setelah aset-aset tersebut menjadi milik Pemkab, bukannya dikelola dengan baik, malah dibiarkan terbengkalai dan tidak menghasilkan apa-apa.

“Intinya, kedepan kami mendesak agar semua aset potensial milik daerah yang belum dimanfaatkan, harus segera dioperasikan sesuai dengan fungsinya. Jangan hanya nilai aset kita saja yang besar, namun keberadaannya tidak memberikan kontribusi apa-apa terhadap daerah,” tandasnya. (kdon)

Don`t copy text!