fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

DPRD KSB Jamin APBD 2015 Pro Rakyat

Taliwang, KOBAR – DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjamin Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 mendatang akan pro rakyat. Jaminan tersebut diperlihatkan dengan fokusnya penganggaran pada sektor riil dengan program yang menyentuh langsung masyarakat.

Ketua DPRD KSB, Muhammad Nasir ST, MM menyampaikan, berdasarkan dokumen RAPBD yang telah disetujui pemerintah dan DPRD, tercatat jumlah anggaran yang akan dikelola selama setahun ke depan sebanyak RP 748 miliar. Dari angka itu kata Natsir,  sebagian besar akan dialokasikan untuk kegiatan riil terutama pengembangan sektor ekonomi masyarakat melalui program kerja yang ada di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Salah satu fokus sektor yang paling dominan yang jadi perhatian DPRD adalah bidang pertanian. Sebagai sektor “rumpun hijau” DPRD menilai pengembangan sektor pertanian masih harus digenjot anggarannya karena sebagian besar masyarakat KSB berpenghidupan sebagai petani. Selain itu terdapat pula sektor pariwisata dan usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) dengan segmen industri rumah tangga dan kreatif.

“Ada tiga yang sementara ini kegiatan ekonomi masyarakat yang terlihat geliat positifnya di masyarakat. Pertama tetap pertanian, kedua UMKM terutama kegiatan home industrinya dan ketiga industri kreatif. Nah ini kita anggap riil yang mendorong percepatan roda perekonomian masyarakat,” timpal politisi asal Kecamatan Jereweh itu.

Masih keterangan Nasir, harapan dan semangat yang dicetuskan DPRD di APBD tahun 2015 juga menjadi keinginan kalangan eksekutif. Ini terbukti program-program yang diusulkan oleh pemerintah di masing-masing SKPD menganut semangat yang sama. “Ternyata begitu kita ketemu pertama dalam pembahasan, seperti sudah ada kesamaan visi terhadap penggunaan anggaran tahun 2015. Sehingga proses harmonisasi nanti tidak akan butuh waktu lama, toh semangat kita ternyata sama. Yakni lebih mengutamakan sektor riil,” lanjutnya.

Meski mengklaim fokus untuk sektor riil, Nasir mengaku intervensi anggaran pada program-program tersebut belum dapat sepenuhnya maksimal. Sehingga untuk menunjukkan keberhasilan diperlukan waktu dan penganggaran lanjutan di tahun-tahun berikutnya. Walau begitu kata anggota DPRD KSB tiga periode ini, jaminan kontinuitas anggaran terhadap program-program yang menyentuh sektor riil itu akan terus dimaksimalkan. Selanjutnya Nasir menyampaikan, dari banyaknya sektor penopang ekonomi masyarakat beberapa diantaranya sudah memperlihatkan hasil positif. Seperti bidang pertanian dan peternakan. Di mana untuk pertanian KSB dalam beberapa tahun terakhir terus surplus produksi padi sementara untuk kegiatan peternakan, populasi ternak Sapi yang terus mengalami trend peningkatan secara positif.

“Untuk pertanian sudah mulai bergerak ke kegiatan hortikultura dan saya kira itu sangat baik karena petani kita sudah tidak lagi hanya bicara bertani padi. Nah kalau ternak polulasi kita sudah bagus, tinggal yang perlu peningkatan kualitas dan tentu kuantitas juga harus dijaga lajunya supaya stabil ternak kita,” pungkasnya.

Pada bagian lain Nasir berharap pemerintah dapat melakukan intervensi terhadap sejumlah kebutuhan pokok masyarakat. Pasalnya laju kenaikan harga bahan-bahan pokok kerap sangat tinggi dan melampaui daya jual masyarakat akibat masih banyak dari kebutuhan tersebut masih didatangkan dari luar daerah. “Ini juga perlu pemikiran bersama. Kebutuhan-kebutuhan itu kalau memang belum ada, bisa mulai kita adakan dengan memberdayakan masyarakat mulai tahun ini dan seterusnya,” imbuhnya. (kimt)

Don`t copy text!