fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Ini Filosofi Festival Male!

Taliwang, KOBAR – Festival Male Darussalam yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada selasa 27/1, kemarin, menjadi perhatian banyak pihak, bahkan jadi sorotan media nasional dan media televisi, sehingga diyakini akan menjadi catatan sejarah dan kemungkinan akan menjadi contoh bagi daerah lain.

Festival Male Darussalam yang merupakan acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW akan mendunia, jika dijadikan agenda rutin pemerintah KSB, karena mampu melibatkan ribuan masyarakat untuk ambil bagian sebagai peserta. “Saya yakin festival male akan menjadi perhatian secara nasional bahkan dunia, karena ada beberapa faktor yang bisa dijadikan indikatornya,” ucap Bupati KSB, Dr KH Zulkifli Muhadli, SH MM pada acara tersebut.

Orang nomor satu di Bumi Pariri Lema Bariri itu juga mengatakan, ada tradisi yang cukup berbeda dengan daerah lain pada momentum perayaan maulid, dimana peserta pada festival male bukan hanya ikut berpartisipasi, tetapi juga wajib memiliki male (bunga telur), termasuk rombongan harus membuat penyekan atau simbolis bangunan yang dihiasi dengan berbagai hasil bumi maupun makanan khas sebagai bentuk kebersamaan.

Male yang dipegang oleh masing-masing peserta memiliki arti tersendiri, seperti kata male itu sendiri merupakan kependekan dari kata Malaikat. Lalu pada male ada bunga kembang yang terbuat dari kertas putih sebagai tanda bersih dan ikhlas, kemudian digantung telur sebagai tanda regenerasi muslim dan pada setiap male ada uang yang dilekatkan, dimana uang itu berarti gotong royong, karena uang yang ada itu sendiri akan dipergunakan untuk menyumbang fakir miskin, panti asuhan atau untuk pembangunan masjid.

Festival male yang dilaksanakan itu sendiri bukan sekedar kegiatan ceremonial, tetapi bisa dijadikan instropeksi diri masing-masing, termasuk untuk mengingatkan diri kepada junjungan nabi Muhammad SAW dan bisa disadari sebagai titik poin awal perjuangan dalam menciptakan perdamaian, karena Bumi Pariri Lema Bariri adalah salah satu daerah yang sampai saat ini zero horizontal konflik atau tanpa konflik horizontal.

Pada kesempatan itu Kyai Zul sapaan akrabnya mengatakan, festival male adalah festival yang sangat hidup atau bisa terus dikembangkan. Buktinya, saat ini kita telah melihat ada male jumbo, jadi tidak tertutup kemungkinan pada festival mendatang akan muncul berbagai kreativitas dan inovasi masyarakat yang menjadi peserta. Hal itu menjadi bukti bahwa perayaan seperti saat ini sangat didukung penuh oleh masyarakat.

Harapan besar dengan keberhasilan pelaksanaan festival male tahun ini, event ini bisa menjadi agenda rutin yang akan dilaksanakan pemerintah KSB dibawah pimpinan daerah masa mendatang, karena sudah terlihat jelas kebersamaan masyarakat dalam mensukseskannya. (kimt)

Don`t copy text!