Pilkada Digelar Serempak Nopember 2015

Pilkada Digelar Serempak Nopember 2015

Taliwang, KOBAR – Jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kembali berubah. Hasil kesepakatan akhir pelaksanaan Pilkada untuk enam kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan dilaksanakan pada 11 Nopember 2015 mendatang.

Daerah yang akan melaksanakan Pilkada secara serentak di NTB adalah, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Kota Mataram, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan pemilihan orang nomor satu di Bumi Pariri Lema Bariri.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) KSB, Khaeruddin SE yang dikonfirmasi media ini menyampaikan, acuan penetapan jadwal pelaksanaan Pilkada dan tahapannya mengacu pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu), sehingga rencana pelaksanaan dilakukan secara langsung atau dipilih oleh masyarakat.

Sementara tahapan pelaksanaan Pilkada itu sendiri akan dimulai dengan pemuktahiran data pada Januari 2015 mendatang, kemudian pembentukan perangkat pelaksana Pilkada, termasuk pembentukan tim adhok yang memiliki kewenangan untuk mensukseskan pelaksanaan Pilkada itu sendiri. “Pokoknya, sesuai arahan yang ditetapkan KPU, pelaksanaan Pilkada untuk KSB mengacu pada Perppu dan dilakukan secara langsung,” ucap Heru sapaan akrab ketua KPU KSB itu.

Untuk mensukseskan pelaksanaan Pilkada, KPU KSB telah mengajukan anggaran sebesar Rp. 16,63 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 atau jauh lebih besar dari anggaran pada Pilkada sebelumnya yang hanya sebesar Rp. 7,8 miliar. “Jelas meningkat anggaran yang kami ajukan, karena selama kurun waktu lima tahun sebuah pembiayaan bertambah, apalagi dalam beberapa waktu lalu ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM),” lanjut Heru.

Heru mengingatkan bahwa persoalan Kabupaten Sumbawa yang bakal melaksanakan Pilkada mendatang pada tahun 2018, karena masalahnya berbeda dengan KSB, dimana di Kabupaten Sumbawa, masa berakhir Bupati dan wakil Bupati pada tahun 2016, jadi bagi kabupaten/kota yang berakhir masa jabatan pimpinan daerah mulai tahun 2016, akan kembali menggelar Pilkada pada tahun 2018 secara serentak secara nasional. “Intinya pelaksanaan Pilkada di KSB tetap tahun 2015,” tegasnya.

Terkait dengan masa jabatan Bupati dan wakil Bupati KSB akan berakhir pada 12 Agustus 2015, Heru memastikan bahwa sampai ada pimpinan daerah terpilih, maka akan ditunjuk penjabat Bupati, karena pucuk pimpinan di daerah itu tidak boleh dalam posisi lowong. “Akan ada penunjukan penjabat Bupati KSB nantinya. Hal itu bukan urusan KPU yang membahasnya,” ungkapnya. (kimt)

Don`t copy text!