fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

DKPP Mulai Fungsikan Kolam Rakyat

Taliwang, KOBAR – Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) mulai menggarap kolam rakyat untuk difungsikan sebagai sarana meningkatkan hasil produksi ikan dalam daerah. Pengembangan budi daya ikan air tawar itu dilaksanakan di lingkungan Pakirum Kecamatan Taliwang.

Sebelum dilakukan pengembangan kolam, pihak pemerintah terlebih dahulu melakukan konservasi lahan yang akan dikembangkan, dimana lahan kolam itu berada di luar pagar pembatas danau Lebo, dan pengelolaannya dilakukan langsung oleh masyarakat.

Kepala bidang perikanan budidaya dan pengolahan hasil perikanan pada DKPP Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Zainal Arifin SP mengatakan, potensi pengembangan ikan air tawar di daerah kita cukup bagus, tinggal peran semua pihak baik dalam bentuk penyuluhan maupun peran aktif masyarakat selaku pemilik kolam dan keseriusan pemerintah dalam memberikan pendampingan, karena semua itu berhubungan erat dalam meningkatkan produksi.

Masih keterangan Ipin sapaan akrabnya, wilayah Pakirum yang disentuh saat ini memiliki luas sekitar 5  hektar, dan selama ini dikelola secara bersama oleh masyarakat, jadi masyarakat berharap ada dukungan pemerintah dalam meningkatkan produksi. “Masyarakat sekitar sangat serius, jadi wajib bagi kami dari DKPP untuk mensuport program tersebut,” lanjutnya.

Zainal Arifin mengungkapkan, budidaya ikan yang dilakukan oleh masyarakat masih menggunakan pola alam, sehingga berpengaruh terhadap produksi ikan yang tidak sesuai dengan harapan. “Itulah sebabnya kita siapkan tenaga penyuluh, agar hasil produksi ikan bisa maksimal,” lanjutnya lagi.

Bimbingan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah terhadap peningkatan hasil produksi ikan air tawar, khususnya di Sumbawa Barat. “Kita akan kembangkan ikan Nila, Karper dan Lele, rencananya tahap awal ini akan kita lepas bibit minimal sebanyak 1 juta ekor, yang baru dilepas sekitar 50 ribu, karena jumlah kolam terus ditambah oleh masyarakat,” ujarnya.

Dari rencana tersebut, Ipin berani memastikan bahwa produksi ikan air tawar di kolam rakyat tersebut akan meningkat. Pasalnya, selain dikelola dengan baik oleh masyarakat, pihaknya juga akan terus memantau perkembangannya. Dia berjanji tahun 2015 mendatang, akan memberikan subsidi pengadaan bibit ikan. “Estimasinya, setiap panen, kolam ini bisa menghasilkan ikan kurang lebih sebanyak 7 ton, kalau diuangkan sekitar 600 juta lebih setiap empat bulan, kan peluangnya sangat bagus, makanya tahun depan kita akan berikan subsidi bibit, makanya silakan dikelola secara serius,“ bebernya.

Sementara ketua kelompok budidaya ikan kolam masyarakat Pakirum, Dedy, menyambut positif rencana pemerintah yang akan memberikan bimbingan pola budidaya. Dikatakan, pihaknya sangat memerlukan bimbingan pola budidaya. Pola budidaya sangat menentukan hasil produksi ikan. “Kami sangat berterimakasih atas bimbingan yang diberikan oleh pemerintah, dan berharap kedepannya pemerintah memberikan bantuan bibit kepada kelompoknya,“ pungkasnya. (kimt)

Don`t copy text!