fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Dirjen Bandara akan Periksa Bandara Sekongkang

Taliwang, KOBAR – Direktorat Jenderal Bandar Udara (Dirjen Bandara) Kementerian Perhubungan akan menurunkan tim internal yang bertugas melakukan evaluasi dan verifikasi terhadap kesiapan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mengoperasikan Bandara Sekongkang, karena evaluasi dan verifikasi itu adalah bagian yang tidak terpisah sebelum dikeluarkan ijin operasionalnya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Manawari S.Sos yang dikonfirmasi dalam ruang kerjanya rabu 12/11 kemarin mengaku, dirinya telah bertemu langsung dengan dirjen bandara untuk meminta kepastian jadwal pengiriman tim tekhnis yang dimaksud, termasuk menyampaikan bahwa pemerintah KSB bersemangat untuk mengoperasionalkan bandara sekongkang  pada awal tahun 2015 mendatang.

Masih keterangan Manawari, dalam pertemuan itu pihak dirjen bandara memberikan dukungan penuh dan meyakinkan bahwa akan tetap diberikan ijin operasionalnya, selama beberapa prosedur dilalui, termasuk kesiapan bandara itu sendiri. “Beberapa syarat untuk mendapatkan ijin telah dilalui dan saat ini sedang intens pengerjaan di lokasi bandara itu sendiri,” ucap Manawari.

Diakui Manawari jika persentase pembangunan di bandara saat ini masih pada kisaran 10 persen, karena pekerjaannya masih seputar pembenaran runway, pembangunan menara serta beberapa pekerjaan kecil sebagai pendukung, sementara pekerjaan peningkatan atau hotmix bandara yang persentasenya 85 persen belum dimulai. “Pekerjaan hot mix runway akan mulai dilakukan setelah persiapan rampung atau setidaknya akhir Nopember ini persentasenya sudah mulai ada,” lanjutnya.

Manawari juga merasa yakin bahwa pekerjaan perampungan bandara  Sekongkang akan dilakukan akhir Desember mendatang. Jika pada saat proses pekerjaan juga terbit ijin operasionalnya, maka bisa saja Bandara Sekongkang sudah bisa dimanfaatkan pada awal tahun 2015 mendatang, apalagi pihak Dishubkominfo sudah melayangkan surat kesediaan menjadi mitra kerjasama kepada sejumlah maskapai penerbangan. “Saya sudah melayangkan surat ke Trans Nusa, Travia Air dan Susi Air, karena kita hanya memiliki 820 meter landasan runway,” bebernya.

Pada kesempatan itu Manawari juga mengaku telah membangun komunikasi dengan pihak managemen PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) terkait dengan rencana beroperasinya Bandara Sekongkang, karena pihak perusahaan selama ini menggunakan sea plane. “Newmont siap untuk menghentikan kontrak kerjasama sea plane, jika Bandara Sekongkang sudah bisa beroperasi, jadi tidak akan ada lagi penerbangan menggunakan sea plane,” ungkapnya.

Hal penting yang disampaikan Manawari, bandara sekongkang yang akan beroperasi itu adalah bandara umum, jadi bukan hanya akan melayani karyawan, tetapi siapapun bisa memanfaatkan jasa penerbangannya. Mengingat bandara sekongkang adalah fasilitas publik dan untuk memenuhi kebutuhan publik, diharapkan ada dukungan dan kerjasama semua pihak. “Jika kita semua kompak, pasti bisa menyelesaikan masalah, apalagi pembangunan bandara tanpa masalah, hanya beberapa proses yang mesti ditempuh,” terangnya. (kimt)

Don`t copy text!