fbpx
Penambangan Mangan Dalam Areal Hutan Lindung Dihentikan Paksa

Penambangan Mangan Dalam Areal Hutan Lindung Dihentikan Paksa

Taliwang, KOBAR – Aktifitas penambangan mangan di kecamatan Jereweh tanpa disadari telah memasuki areal hutan lindung, sehingga dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) harus bersikap tegas, termasuk menurunkan alat berat yang dipergunakan untuk melakukan penambangan selama ini.

Kepala Dishutbuntan, Ir IGB Sumbawanto MSi yang dikonfirmasi media ini mengatakan, aktifitas penambangan dalam areal hutan lindung pada dasarnya tidak disadari oleh para penambang, lantaran mereka yang memiliki Ijin Penambangan Rakyat (IPR) tidak mengetahui batas wilayah penambangan, termasuk kawasan hutan lindung, sehingga terjadi penambangan dalam kawasan hutan lindung.

Diketahui adanya aktifitas penambangan dalam hutan lindung setelah pihak Dishutbuntan melakukan pengecekan lapangan dan melihat ada aktifitas di lokasi tersebut, sehingga langsung meminta kepada yang bertanggung jawab untuk menghentikan aktifitas, karena sudah diluar kawasan atau areal ijin penambangan yang dimiliki. “Kami sudah mengingatkan kepada pemilik atau penanggung jawab aktifitas penambangan, bahwa areal yang sedang ditambang adalah hutan lindung,” tandas kadishutbuntan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu.

Sumbawanto mengakui kekeliruan penambang, karena areal penambangan yang diberikan ijin berbatasan langsung dengan hutan lindung atau sangat dekat dengan hutan lindung, sehingga mengakui bahwa apa yang dilakukan masyarakat itu lebih pada ketidaktahuannya. “Sebagai langkah awal, kami hanya mengingatkan kepada masyarakat tentang batas areal penambangan dengan hutan lindung, tetapi kalau kembali terlihat ada aktifitas, maka bisa jadi itu sebuah kesengajaan untuk melakukan penambangan di areal hutan lindung,” lanjutnya.

Akibat terjadi penambangan dalam kawasan hutan lindung itu, ada beberapa areal yang mengalami kerusakan, termasuk sejumlah pohon yang tumbang atau mungkin sengaja ditumbangkan untuk kepentingan penambangan. Hal penting juga yang perlu diantisipasi, jangan sampai masyarakat merasa ada tambahan pendapatan lain dengan dilakukan penebangan kayu di lokasi, apalagi di lokasi itu cukup banyak pohon besar yang juga menjadi penopang mata air. “Kami harus bekerja cepat untuk mengantisipasi hal itu,” janji Sumbawanto.

Dalam mengantisipasi kembali terjadi aktifitas penambangan dalam areal hutan lindung, Sumbawanto mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi NTB, agar bisa melakukan razia penertiban areal hutan lindung, terutama di lokasi yang menjadi aktifitas penambangan mangan, karena saat ini, Dishutbuntan KSB tidak memiliki Polisi Kehutanan (Polhut) yang bisa melakukan penertiban kawasan hutan yang dilarang untuk dimasuki.

Dibeberkan Sumbawanto, aktifitas penambangan yang terjadi saat ini di kecamatan Jereweh bukan dilakukan oleh beberapa perusahaan luar daerah, tetapi murni dilakukan oleh kelompok masyarakat yang telah mengantongi IPR, dimana saat ini adalah 2 kelompok masyarakat dan 2 koperasi yang mendapatkan legalitas.

Sementara PT. Husni Lee Mining sampai saat ini belum mengantongi ijin eksploitasi, namun baru sebatas ijin eksplorasi terhadap lahan seluas 154 H, termasuk PT. Bumi Nusantara yang juga baru mengantongi ijin eksplorasi terhadap 800 lebih hektar. “Perusahaan besar itu belum melakukan aktifitas penambangan (eksploitasi), tetapi baru sebatas eksplorasi,” tandas Sumbawanto. (kimt)

Don`t copy text!