fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Dilarang Pesawat Carter Newmont Mendarat di Laut Benete

Taliwang, KOBAR – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meminta dukungan DPRD setempat terkait rencana pemberlakuan larangan bagi pesawat carter PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) mendarat di perairan Benete.

Penerapan aturan tersebut diupayakan oleh Dishubkominfo dalam rangka mendukung pemanfaatan bandara Sekongkang yang saat ini pembangunannya tengah dirintis oleh Pemda KSB. “Kami harap ada dukungan dari DPRD soal rencana penerapan larangan bagi pesawat Travira untuk mendarat di laut yang melayani Newmont selama ini,” harap kepala Dihsubkominfo KSB Manawari, S.Sos saat gelaran rapat kerja (Raker) bersama DPRD, kemarin.

Menurut dia, jika bandara Sekongkang nantinya telah rampung dan resmi dapat dimanfaatkan, seluruh pesawat yang masuk ke wilayah KSB dapat dialihkan ke bandara tersebut. Termasuk dalam hal ini pesawat carter PTNNT karena spesifikasi pesawat yang digunakan sangat memadai mendarat di bandara milik Pemda KSB itu. “Jadi larangan itu tujuannya untuk mengalihkan rute penerbangan pesawat carter Newmont ke bandara Sekongkang nantinya,” timpal Manawari.

Bupati KSB Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH., MM yang turut hadir dalam Raker tersebut menyatakan hal yang sama. Menurut dia perlu adanya larangan bagi pesawat carter PTNNT untuk tidak lagi memanfaatkan perairan Benete sebagai landasan pacunya setelah bandara Sekongkang nantinya diaktifkan. “Kita sudah sediakan fasilitas yang lebih memadai. Dan tidak salah jika kita (Pemda KSB, red) kemudian mengarahkan perusahaan memanfaatkan bandara yang sudah kita sediakan itu,” timpalnya.

Ia mengungkapkan, upaya larangan pemanfaatan perairan Benete untuk keperluan aktifitas penerbangan pesawat carter PTNNT pernah dilakukannya. Namun usaha tersebut tidak berlangsung lama. Sebab saat itu Pemda KSB tidak memberikan alternatif lain untuk lokasi pendaratan bagi pesawat yang digunakan oleh PTNNT untuk memobilisasi para karyawannya tersebut. “Nah kalau nanti bandara Sekongkang sudah jadi, saya kira tidak ada alasan lagi Newmont keberatan. Toh mereka bisa alihkan aktifitas pesawat carternya ke bandara milik kita itu,” tandas bupati yang akrab disapa Kyai Zul ini.

Sementara itu penjelasan pihak Dishubkominfo terkait realisasi bangunan fisik yang saat ini dikerjakan di bandara Sekongkang tidak begitu menggembirakan. Manawari menyebutkan untuk pembangunan menara tower telekomunikasi bandara hingga saat ini belum mencapai 10 persen. Tetapi demikian, Dishubkominfo berkeyakinan seluruh pembangunan fasilitas pendukung bandara akan rampung tepat waktu. “Pertengahan bulan ini kita perkirakan progressnya bisa sampai 95 persen,” urainya.

Untuk kesiapan maskapai penerbangan yang akan melayani rute bandara Sekongkang sejauh ini masih belum satu pun maskapai yang memastikan diri bersedia. Manawari mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah maskapai penerbangan komersil domestik diantaranya PT Travira Air, Trans Nusa dan Lion Air. “Kalau bicara peluang sejauh ini kemungkinan dengan Travira dan Trans Nusa yang punya minat untuk membuka jalur penerbangan ke bandara Sekongkang nantinya,” tukasnya. (kimt)

Don`t copy text!