fbpx
Newmont Sangat Keterlaluan

Newmont Sangat Keterlaluan

Taliwang, KOBAR – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM menilai PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) bersikap keterlaluan. Buktinya, disaat proses negosiasi justru mengajukan gugatan kepada pemerintah melalui jalur arbitrase.

Langkah yang dilakukan perusahaan asal paman sam itu memang diatur dalam undang-undang, tetapi jalur itu tidak perlu dilalui, jika pihak perusahaan dapat menerima beberapa penawaran yang diajukan pemerintah. “Tawaran atas pajak penjualan mineral yang sedang ada negosiasi, namun kenapa harus ada persidangan arbitrase,” sesal Kyai Zul sapaan akrabnya.

Kyai Zul juga mengaku kecewa dengan Martiono selaku presiden direktur Newmont, karena tidak memberikan solusi terbaik, justru menantang pemerintah dengan menempuh jalur arbitrase, sehingga berharap ada kebijakan pemilik saham untuk segera mengganti posisinya. “Semoga presdir Newmont diganti oleh yang sangat memahami persoalan dan kepentingan kabupaten penghasil,” ucap Kyai Zul.

Masih keterangan orang nomor wahid di Bumi Pariri Lema Bariri itu, jika memang kebijakan penetapan pajak atas penjualan hasil tambang memberatkan atau melanggar aturan, maka semua perusahaan tambang akan menolaknya, sementara hanya Newmont yang belum menerima kebijakan pemerintah tersebut. “Freeport sudah melaksanakan kebijakan pemerintah dan sudah bisa melaksanakan kembali aktifitas tambangnya,” lanjut Kyai Zul.

Diakui Kyai Zul, urung mulai beroperasinya Newmont cukup mengganggu pemerintahan, termasuk merugikan banyak pihak, baik itu perusahaan lokal lingkar tambang, terlebih para karyawan yang saat ini dirumahkan. “Kita mengakui cukup terganggu dengan berhentinya aktifitas perusahaan, tetapi pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan terlalu jauh, apalagi sampai memberikan perintah kepada perusahaan untuk kembali beroperasi,” beber Kyai Zul.

Pada kesempatan itu, Kyai Zul memberikan janji kepada seluruh karyawan, jika perusahaan kembali beroperasi atau aktifitas tambang akan dialihkan pada perusahaan tambang lain, maka para karyawan yang saat ini dirumahkan tetap menjadi perioritas untuk kembali direkrut. “Kita semua bersabar sambil menunggu akhir dari semua ini,” urai Kyai Zul.(Kimt)

Don`t copy text!