fbpx
Terkait Dugaan Ijazah Palsu, Polres KSB Belum Kantongi Ijin Pemeriksaan Gubernur

Terkait Dugaan Ijazah Palsu, Polres KSB Belum Kantongi Ijin Pemeriksaan Gubernur

Taliwang, KOBAR – Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum sampai pada pemeriksaan terlapor, lantaran Polres KSB belum mengantongi ijin dari Gubernur NTB, meskipun penyampaian surat sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Kami belum bisa meminta keterangan kepada anggota DPRD KSB yang disangka telah menggunakan ijazah palsu, karena ijin pemeriksaan dari Gubernur NTB sendiri belum ada sampai saat ini, padahal kami sendiri ingin lebih cepat prosesnya,” tegas Kapolres KSB AKBP Teddy Suhendyawan Syarif, SIK M.Si belum lama ini kepada sejumlah wartawan.

Pada kesempatan itu Kapolres membantah jika ada upaya memperlambat penanganan kasus itu, justru kinerja penyidik tergolong cepat dan maksimal dalam bekerja. “Kami tetap bekerja sesuai koridornya, mencari alat bukti dan meminta keterangan berbagai sumber terkait dengan kasus tersebut, jadi tidak benar kalau ada upaya untuk memperlambat, apalagi kendala saat ini adalah surat ijin dari Gubernur, karena yang akan diperiksa adalah anggota Dewan,” lanjut Kapolres.

Ditegaskan Kapolres, dirinya tidak pernah memiliki beban apapun terkait dengan kasus tersebut, karena memang prinsip hukum harus dituntaskan dan jika memang cukup bukti, maka siapa pun yang terlibat pasti akan kita proses sesuai ketentuan hukum. “Apapun kasus yang ada wajib kita tindak lanjuti sampai tuntas,” tegasnya.

Seperti yang pernah diberitakan, ada anggota DPRD KSB yang dituduh telah menggunakan ijazah palsu, indikasi itu telah dilaporkan ke Mapolres KSB dengan melengkapi sejumlah bukti termasuk melampirkan surat klarifikasi yang dikeluarkan pihak Dikpora Kabupaten Bima sebagai daerah yang menerbitkan ijazah paket C yang disangka palsu itu, dimana menyebutkan bahwa ijasah yang digunakan bernomor induk 031 bukan atas nama anggota DPRD KSB yang disangka, tetapi atas nama Muhliza warga Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Beberapa waktu sebelumnya juga, anggota DPRD KSB yang disangka itu sendiri pernah memperlihatkan surat keputusan dari lembaga yang menerbitkan ijazah, bahwa ijazah yang dipergunakan adalah asli, termasuk surat pengakuan yang Muhliza yang mengatakan tidak pernah ikut ujian paket C yang dimaksud. (kimt)

Don`t copy text!