fbpx
Newmont Tidak Bisa Rekrut Tenaga Kerja Waiting List

Newmont Tidak Bisa Rekrut Tenaga Kerja Waiting List

Taliwang, KOBAR – Upaya DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) agar PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) segera mempekerjakan tenaga kerja yang masuk dalam daftar waiting list (daftar tunggu) tidak berhasil, bahkan pihak perusahaan memastikan sampai awal tahun 2015 mendatang tidak ada kesempatan perekrutan tenaga kerja.

Apalagi kondisi perusahaan sampai saat ini belum normal, bahkan pihak perusahaan menyampaikan kepada komisi I DPRD KSB saat pertemuan beberapa waktu lalu, bahkan mereka hanya memiliki ijin untuk melakukan pengiriman konsentrat sampai pada Februari 2015 mendatang, jadi kondisi perusahaan belum stabil, sehingga tidak mungkin akan melakukan perekrutan tenaga kerja.

Wakil ketua DPRD KSB, Fud Syaifuddin ST yang memimpin pertemuan itu sendiri menyampaikan, pada pertemuan itu pihak managemen perusahaan juga menegaskan, jika mereka tidak melakukan perekrutan tenaga kerja non skill untuk saat ini, bahkan yang skill khusus tingkat managemen, termasuk disampaikan jika ada rencana perusahaan untuk mengurangi karyawan dengan cara memberikan tawaran untuk pensiun dini atau bisa jadi dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Opsi untuk tenaga waiting list, perusahaan bersepakat untuk memberikan kesempatan bekerja pada subkontraktor dengan jumlah yang terbatas atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan, namun opsi itu ditolak para tenaga kerja waiting list. “Pertemuan yang digelar itu sendiri untuk mencari formula terbaik bagi para waiting list,” beber Fud sapaan akrabnya.

Diskusi panjang itu sendiri menghasilkan beberapa kesimpulan, seperti, membuka peluang kerja bagi waiting list di subkontraktor dengan status kerja berjangka, tetapi mereka yang sudah diberikan kesempatan itu tetap berstatus sebagai waiting list, kecuali sudah bekerja mencapai setahun. “Kesimpulan dalam pertemuan itu semoga menjadi yang terbaik bagi semua pihak, terlebih para calon tenaga kerja yang masuk dalam waiting list,” harap Fud.

Fud juga memastikan, jika kendala yang sedang dihadapi pihak perusahaan itu sendiri tidak menghilangkan kewajiban untuk melaksanakan program pemberdayaan, hanya saja bentuk program yang akan dilaksanakan lebih spesifik dan terbatas. “Perusahaan juga memastikan tetap akan melaksanakan program pemberdayaannya,” ungkapnya.

Sementara gensupv departemen komunikasi PT. NNT, Ruslan Ahmad menyampaikan, saat ini perusahaan masih fokus untuk mengembalikan operasi dengan normal setelah periode pemeliharaan dan perawatan (care dan maintanance) bulan lalu, bahkan masih banyak tantangan yang dihadapi perusahaan, termasuk untuk mendapatkan ijin ekspor konsentrat, memenuhi kewajiban baru seperti bea keluar, peningkatan royalti dan beberapa kewajiban lainnya.

Ruslan juga menegaskan, perusahaan akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan semua komponen terkait, agar bisa terus beroperasi secara jangka panjang. “Perusahaan tetap bekerjasama dengan pemerintah,” tandasnya (kimt)

Don`t copy text!