fbpx
Awal Nopember, DPRD KSB Bahas RAPBD 2015

Awal Nopember, DPRD KSB Bahas RAPBD 2015

Taliwang, KOBAR – DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah mengambil ancang-ancang untuk memulai pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2015. Dari rencana sementara, lembaga penyerap aspirasi ini memperkirakan akan memulai pembahasannya pada awal Nopember mendatang.

“Kita sudah mulai rancang agenda persiapannya, mungkin kalau tidak ada halangan bulan depan RAPBD 2015 mulai kita bahas,” jelas wakil ketua DPRD KSB Fud Syaifuddin, ST kepada sejumlah wartawan kemarin.

Untuk persiapan jelang pembahasan RAPBD 2015 itu, saat ini para anggota DPRD KSB tengah menjalankan agenda resesnya. Fud mengatakan, selain itu pihaknya juga telah mengaggendakan rapat kerja (Raker) bersama bupati guna mengkonfirmasi kesiapan eksekutif menjelang pembahasan RAPBD 2015 nanti. “Raker dengan bupati kita agendakan tanggal 28 Oktober ini. Dari situ nanti kita bisa tahu kesiapan eksekutif apakah sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk pembahasan APBD,” ujarnya.

Rencana ideal untuk memulai pembahasan RAPBD 2015, Fud menginginkan dapat dimulai lebih awal. Bahkan ia katakan semakin cepat akan semakin baik mengingat kesempatan untuk merampungkan APBD sebelum berakhirnya tahun 2014 ini semakin sempit. “Kalau kita mulai awal Nopember artinya kita ada waktu selama 2 bulan. Dan saya kira itu sudah sangat cukup sekali waktunya untuk membahas segala sesuatunya sebelum APBD kita tetapkan,” timpalnya.

Kendati demikian, politisi dari Partai Bulan Bintang (PBB) ini selanjutnya mengatakan prosesnya nanti akan sepenuhnya dijalankan melalui mekanisme dan kesepakatan antara eksekutif dan legislatif. Karenanya jika pun nanti jadwal pembahasan molor dari rencana (awal bulan November), DPRD secara kelembagaan tetap akan menjamin pembahasan RAPBD 2015 sampai ditetapkan menjadi APBD akan diselesaikan sesuai dengan waktu yang ada.

“Jadi kita akan berusaha semaksimal mungkin dan menjamin penetapan APBD 2015 tidak akan keluar dari tahun ini. Sebab kami ingin menjamin seluruh program pemerintah tetap berjalan tanpa terkendala hanya gara-gara APBD telat diketok,” tukas pria yang akrab disapa Fud ini.

Sementara itu ditanya seputar pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan oleh pemerintah dalam program legislasi daerah (Prolegda) tahun 2014 ini. Fud mengatakan, pihaknya tetap menjadikannya prioritas untuk dibahas. DPRD akan bekerja secara paralel antara membahas RAPBD dan sejumlah agenda Raperda yang coba diselesaikan hingga akhir tahun nanti. “Lebih jauh teknisnya di Badan Legislasi (Baleg). Walau demikian kita akan upayakan untuk juga menyelesaikannya karena tentu aturan-aturan tersebut dibutuhkan untuk melancarkan program pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya. (kimt)

Don`t copy text!