fbpx
Hujan Interupsi Sidang Dewan

Hujan Interupsi Sidang Dewan

Taliwang, KOBAR – Rapat paripurna yang dilaksanakan DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada selasa 30/9 kemarin diawali dengan pemilihan komposisi anggota Badan Kehormatan (BK) diwarnai hujan interupsi.

Interupsi itu mulai terlihat setelah ketua DPRD KSB, Muhammad Nasir ST, MM membuka sidang paripurna dengan menegaskan bahwa untuk menentukan anggota BK akan dilakukan dengan pemungutan suara (voting) dengan cara tertutup, dimana masing-masing anggota dewan menuliskan tiga nama dari calon anggota BK yang telah di usulkan masing-masing fraksi.

Calon anggota BK yang diterima pimpinan adalah, Muhammad Hatta utusan Fraksi Amanat Nasional (F-PAN), Amiruddin Embeng SE utusan Fraksi Bulan Bintang (F-PBB), Mancawari LM dari Fraksi Karya Kebangkitan dan Kesejahteraan (F-KKK), Mustafa HMS dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya (F-Gerindra) dan Mustakim Patawari LM dari Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP).

Interupsi pertama dilakukan Abidin Nasar SP. Pada kesempatan itu diminta tidak langsung disepakati untuk melakukan voting, tetapi mengedepankan musyawarah, jadi meminta untuk dilakukan skor beberapa saat, agar bisa mencari kesepakatan sebelum diambil solusi voting.

Interupsi juga disampaikan Mustakim Patawari. Pada kesempatan itu disampaikan bahwa dirinya telah mengundurkan diri sebagai calon anggota BK. Permohonan itu sendiri telah disampaikan kepada ketua fraksi untuk ditindaklanjuti, tetapi saat itu masih disampaikan bahwa dirinya termasuk sebagai salah seorang kandidat anggota BK

Atas ijin dari pimpinan Dewan, Kaharuddin Umar sebagai ketua fraksi langsung menyampaikan bahwa tidak ada rapat lanjutan fraksi dalam membahas pengunduran diri tersebut, karena yang bersangkutan menyampaikan keputusan tidak dalam bentuk resmi atau dalam arena rapat fraksi, sehingga fraksi tidak menyampaikan secara resmi juga kepada unsur pimpinan.

Interupsi kembali terjadi setelah dilakukan pemungutan suara, lantaran ada salah persepsi bahwa anggota dewan boleh menentukan satu atau dua nama saja dari calon komposisi BK, padahal dalam tata tertib ditegaskan bahwa anggota dewan yang memiliki hak suara wajib menuliskan tiga nama sebagai usulan, jika kurang atau lebih dinyatakan batal. Ketegasan itu sedikit membuat gaduh suasana sidang, sehingga sidang harus diskor untuk dilakukan pembahasan internal. (kimt)

Don`t copy text!