Butuh Campur Tangan Tuhan di Pilkada NTB

Menu

Mode Gelap

EDITORIAL · 30 Mar 2013

Butuh Campur Tangan Tuhan di Pilkada NTB


Butuh Campur Tangan Tuhan di Pilkada NTB Perbesar

Data yang dilansir Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) di situs resmi KPUD NTB (2/3/13) cukup mengusik nalar kami terkait pertarungan politik di provinsi yang terdiri dari 2 pulau besar dan multi etnis ini.

Berikut daftarnya: 1. KOTA MATARAM = 290.126, 2. KAB. LOMBOK BARAT = 452.884, 3. KAB. LOMBOK UTARA = 155.416, 4. KAB. LOMBOK TENGAH = 693.994, 5. KAB. LOMBOK TIMUR = 868.492, 6. KAB. SUMBAWA BARAT = 88.075, 7. KAB. SUMBAWA = 325.190, 8. KAB. DOMPU = 148.375, 9. KAB. BIMA = 328.310, 10. KOTA BIMA = 101.766. Total = 3.452.628. Kalau dipersempit lagi dengan membandingkan antara jumlah DPS di pulau Lombok dan DPS di pulau Sumbawa: Lombok = 2.460.912, Sumbawa = 991.716.

Andai perebutan posisi NTB 1 diadu berdasarkan jumlah pemilih antar kedua pulau, maka dapat dipastikan bahwa calon yang dijagokan oleh mayoritas pemilih pulau Lombok akan menang mutlak, cukup satu putaran saja.

Sehingga tidak heran alias wajar-wajar saja kalau isu atau ‘angin surga’ tentang rencana pembentukan provinsi pulau Sumbawa akan terwujud sangat gencar digulirkan dan dihembuskan jelang pilkada NTB mendatang. Padahal rencana PPS telah ada sejak tahun 2000 lalu. Tapi selalu akan mencuat setiap jelang pilkada NTB. Tidak hanya pilkada kali ini saja, tapi pilkada yang lalu pun demikian adanya.

Yang ingin kami sampaikan bahwa kalau kita selalu berkutat dan perpatokan pada setiap pemilihan pemimpin daerah kita (NTB) dengan sentimen kedaerahan dan ras, bukannya berpatokan dengan sosok pemimpin yang ideal dan pantas memimpin NTB menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera. Maka kita akan cenderung tidak akan mengedepankan etika (fatsoen), tapi hanya mengedepankan kepentingan, serta menggunakan falsafah “Untuk Mencapai Tujuan Menghalalkan Segala Cara”. Sehingga dapat dipastikan pertarungan untuk memperebutkan kursi NTB 1 akan ‘berdarah-darah’. Dan sampai kapan pun kita akan berkutat dan terjebak dalam pola yang sama, selama sistem pemilihan kepala daerah berdasarkan one man-one vote alias pemilihan langsung. Padahal kekuasaan bukanlah tujuan akhir perjuangan politik, tapi lebih difungsikan sebagai sarana guna memfasilitasi tumbuhnya politik yang mensejahterakan rakyat sebagai pemilik absah mandat berbangsa dan bernegara.

Rakyat harus menyadari, bahwa kedudukan konstitusionalnya hanya dibutuhkan sekali dalam 5 tahun yang diperebutkan. Demi itu, bahkan ada pihak yang melegalkan segala cara, sekalipun secara konstitusional tertuang dalam UUD 45 bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat. Sehingga realita berkata lain, Kita hanya diperlakukan bak raja sehari hanya saat-saat Pemilu dan Pilkada tiba, selanjutnya kita hanya jadi objek Politik.

Mari bahu membahu mengajak semua orang yang oleh karena kekecewaan dan sebab lain memilih “GOLPUT”, sekalipun itu hak konstitusional yang dilindungi undang-undang. Karena akan lebih bijak jika kita ikut ambil bagian dalam proses bernegara dalam menentukan pemimpin kita. Mengingat akan masih menjamurnya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan suara apatis itu, sekalipun semisal diantara menu tampilan yang akan dipilih menurut kita tidak ada yang baik. Paling tidak, mari pertajam kemampuan kita untuk meneliti yang sedikit dosa atau kesalahannya, janji-janji palsunya, iming-iming, dan lain-lain.

Bebaskan diri kita dari pengaruh politik uang, politisasi suku, ras, agama, tekanan jabatan, pesanan sponsor, dan lain-lain. Yang dapat mengakibatkan hilangnya nalar dan nurani kita dalam ikut serta berpihak pada realistis dan kebenaran demi kemajuan NTB.

Dengan carut marut politik saat ini, pantaslah kita memohon campur tangan tuhan dalam urusan memilih pemimpin daerah kita untuk 5 tahun mendatang, menuju jalan perubahan untuk kehidupan yang lebih baik. Sebab rencana Tuhan itu selalu baik, dan selalu untuk kebaikan manusia. Dan segala rencana dan campur tangan Tuhan selalu baik dan indah pada waktunya. Wallahu A’lam. [*]

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 95
    Akhirnya Nyoblos JugaHari ini, Senin,  13 Mei 2013 di seantero penjuru Nusa Tenggara Barat, warga berbondong-bondong menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lingkungannya masing-masing untuk menentukan pilihan mereka atas pemimpinnya untuk 5 tahun mendatang. Suasana hari ini memang berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Terutama di Taliwang, ibukota Kabupaten Sumbawa Barat. Yang diketahui bersama…
  • 51
    Pertanian Selalu Jadi Bahan Kampanye PolitikPemerintah sebenarnya belum serius memperhatikan pertanian, jika dilihat dari intervensi anggaran yang dikucurkan, termasuk pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pertanian selalu menjadi bahan kampanye saat suksesi politik digelar, dengan harapan menjadi perhatian dan terlebih mendapat dukungan politik. **
  • 51
    Warga Bosan Terpuruk, Stop Peruncing SARA!Bhinneka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan bangsa Indonesia yang merdeka pada 17 Agustus 1945. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Dan kita semua sudah sepakat dengan motto itu, sehingga kita ukir dengan jelas dalam cengkraman lambang Negara kita garuda pancasila.…
  • 49
    Pers Tak Boleh Memihak Paslon Tertentu Selama PilkadaTaliwang, KOBAR - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbawa Barat, Divisi Hukum, Aliatullah SH, mengingatkan kepada seluruh perusahaan media massa, cetak dan elektronik, agar menyiarkan pemberitaan tentang pemilihan umum dengan bijak, khususnya tentang Pilkada Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu yang ditekankan Alia adalah netralitas media terhadap seluruh pasangan calon…
  • 48
    Kualitas Alat Peraga Kampanye Pilgub NTB Disorot“Baliho Rangka Bambu Ambruk Diterpa Angin” Taliwang, KOBAR - Sejumlah alat peraga kampanye (APK) Paslon Pilkada NTB yang diproduksi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB kondisinya memprihatinkan. Di sejumlah lokasi di Sumbawa Barat, banyak APK roboh tertiup angin karena pemasangannya hanya menggunakan batang bambu sebagai penyangga. Melihat kondisi tersebut masyarakat menilai…
  • 47
    Mewakafkan Kyai ZulOleh:  Sajadah Amir* Wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari Benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadah atau keperluan umum lainnya,. Wakaf ialah perbuatan untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Menanti Pemimpin KSB Masa Depan

21 Maret 2024 - 02:57

Menanti Pemimpin KSB Masa Depan - Amar Nurmansyah - Sekda KSB

19 Tahun KSB, Mau Dibawa Kemana?

3 November 2022 - 20:04

19 Tahun KSB, Mau Dibawa Kemana - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat

Sirkuit Mandalika dan Sirkuit Samota Jadi Pemantik Geliat Pariwisata NTB

19 Juli 2022 - 19:32

Sirkuit Mandalika dan Sirkuit Samota Jadi Pemantik Geliat Pariwisata NTB - Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Nonton MotoGP 2022 dari Atas Bukit Sirkuit Mandalika Lombok

Kapasitas dan Kebutuhan Tenaga Kerja Berubah, Begini Jejak Perjalanan Proyek Smelter Amman Mineral

11 Juli 2022 - 21:50

Kapasitas dan Kebutuhan Tenaga Kerja Berubah, Begini Jejak Perjalanan Proyek Smelter Amman Mineral - Proyek Smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, NTB

NTB Borong Event Balap Motor Top Dunia, Untung Atau Rugi?

27 Juni 2022 - 12:36

NTB Borong Event Balap Motor Top Dunia, Untung Atau Rugi - Gubernur NTB Bersama Bos Infront Moto Racing

APBD Rp 1 Triliun Lebih, Tapi Kemiskinan di KSB Tetap Bertahan 2 Digit

25 Mei 2022 - 03:25

APBD Rp 1 Triliun Lebih, Tapi Kemiskinan di KSB Tetap Bertahan 2 Digit - Bupati Musyafirin Bagi-bagi Bantuan Pada Bulan Ramadan di Desa Labuhan Lalar Taliwang Sumbawa Barat
Trending di EDITORIAL
Don`t copy text!