Jereweh, KOBARKSB.com – Langkah percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan data e-PPGBM terbaru, angka stunting di daerah ini berhasil ditekan dari 7,10 persen pada Desember 2025 menjadi 6,7 persen saat ini.
Capaian positif tersebut semakin diperkuat dengan peluncuran (launching) Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting yang dipusatkan di Posyandu Muhajirin, Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Rabu (06/05). Gerakan masif ini memperlihatkan kekuatan sistematis dengan menghubungkan 8 kecamatan dan 65 desa di seluruh KSB secara daring.
Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, yang memimpin langsung launching tersebut, menegaskan bahwa intervensi ini bukan sekadar seremoni. Ia turun langsung meninjau pelayanan mulai dari penimbangan balita hingga pemeriksaan kesehatan ibu dan anak untuk memastikan data yang diambil benar-benar akurat.
“Intervensi ini diarahkan untuk melakukan pendataan secara akurat terhadap seluruh sasaran. Camat, lurah, kepala desa, hingga kader-kader posyandu harus secara detail mengetahui berapa sasaran yang kita kunjungi dan yang sudah terdata di daerah kita masing-masing,” tegas Hj. Hanipah.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) KSB, Hj. Hanipah mengingatkan bahwa posyandu adalah garda terdepan. Dipilihnya Posyandu Muhajirin sebagai lokasi peluncuran didasarkan pada prestasinya sebagai Juara 1 tingkat Provinsi NTB, sehingga diharapkan menjadi standar pelayanan bagi posyandu lainnya.
Data teknis yang dilaporkan Camat Jereweh, H. Abdul Muthalib, memberikan gambaran besarnya skala kerja di lapangan. Di Kecamatan Jereweh saja, terdapat 10.606 jiwa sasaran yang dilayani melalui 14 posyandu dengan dukungan penuh 158 kader. Angka ini menegaskan bahwa penanganan stunting adalah kerja terstruktur yang membutuhkan ketelitian hingga tingkat individu.
Dalam arahannya, Wabup menekankan pentingnya strategi “jemput bola”. Ia mendorong Tim Penggerak PKK, Agen Gotong Royong (AGR), hingga kader posyandu untuk aktif menggerakkan masyarakat. Jika ditemukan sasaran yang belum hadir ke posyandu, tim diminta segera melakukan kunjungan langsung ke rumah warga.
“Upaya bersama ini mulai menunjukkan hasil, namun ini justru menjadi motivasi untuk terus memperkuat langkah melalui pendataan yang akurat, pelayanan kesehatan menyeluruh, dan intervensi gizi yang tepat sasaran,” pungkas Wabup.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua TP Posyandu KSB Khusnarti, Kepala Dinas Kesehatan dr. Carlof, Asisten Administrasi Umum dr. H. Syaifuddin, Kepala DP2KBP3A H. I Made Budi Artha, serta jajaran Forkopimcam dan kader posyandu se-Kabupaten Sumbawa Barat.
Melalui intervensi serentak ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat optimis percepatan penurunan stunting dapat terus ditingkatkan secara terarah demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas. (klar)
About The Author
Trending
- 72
Mataram, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (Pemda KSB) mendapat penghargaan dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, karena berhasil menjadi kabupaten dengan angka stunting terendah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Penghargaan ini diserahkan Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, kepada Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, di Mataram,… - 72
Taliwang, KOBARKSB.com - Wajah-wajah ceria ratusan siswa dari tiga sekolah dasar di Taliwang menyambut kedatangan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt. M.M.Inov., pada Selasa (5/8). Momen ini menandai kelanjutan Roadshow hari ke-12 penyerahan Bantuan Layanan KSB Maju Pendidikan, sebuah program yang dirancang untuk memastikan setiap anak di Sumbawa Barat… - 72
Taliwang, KOBARKSB.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mempertegas komitmennya dalam menangani persoalan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) secara responsif dan humanis. Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), pemerintah daerah memastikan kesiagaan penuh dalam menindaklanjuti setiap aduan masyarakat terkait keberadaan penyandang disabilitas mental di wilayah ini. Sekretaris Dinas Sosial… - 71
Mataram, KOBARKSB.com - Berdasarkan elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), diketahui bahwa angka stunting di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tersisa satu digit, yaitu, 7,65 persen, hingga Agustus tahun 2023. Hal itu menjadikan KSB sebagai satu-satunya daerah dengan angka stunting terendah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Oleh karena itu,… - 71
Taliwang, KOBARKSB.com - Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam memerangi penyalahgunaan narkotika semakin dipertegas melalui langkah kolaboratif lintas instansi. Pada Rabu (29/4/2026), RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat resmi memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa Barat guna meningkatkan kualitas serta akses layanan rehabilitasi bagi masyarakat. Kunjungan Kepala BNN Kabupaten… - 69
Taliwang, KOBARKSB.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari Selasa, (20/2), mengadakan rapat koordinasi terkait rencana pembuatan Website Desa dengan Open Sistem Informasi Desa (OpenSID), Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Desa, dan Komunitas…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Komentar