Taliwang, KOBARKSB.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mempertegas komitmennya dalam menangani persoalan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) secara responsif dan humanis. Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), pemerintah daerah memastikan kesiagaan penuh dalam menindaklanjuti setiap aduan masyarakat terkait keberadaan penyandang disabilitas mental di wilayah ini.
Sekretaris Dinas Sosial KSB, Andi Suwandy, mengungkapkan bahwa kunci penanganan saat ini adalah sinergi antar-instansi yang memiliki pembagian tugas spesifik. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara ketertiban umum dan perlindungan hak kemanusiaan.
“Terkait ODGJ, memang itu salah satu tupoksi kita, tetapi khusus untuk ODGJ terlantar. Sedangkan yang memiliki keluarga dan domisili tetap, itu ranah Dinas Kesehatan melalui Puskesmas,” ujar Andi Suwandy, Rabu, (15/4).
Untuk menjamin respons yang cepat, Andi menegaskan bahwa TRC Dinsos KSB bekerja berdasarkan laporan warga maupun temuan langsung di lapangan. Kehadiran tim ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak membiarkan persoalan sosial berlarut-larut.
“Tim Reaksi Cepat ini artinya kita siap melakukan tindakan terhadap adanya aduan. Jadi, jangan ragu menyampaikan ke kita untuk ditindaklanjuti. Kami tidak lalai, tidak sengaja abai, atau membiarkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos KSB, Wardi, turut memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perilaku ODGJ yang terkadang viral di media sosial. Ia menyebut, perilaku agresif sering kali muncul hanya jika ada pemicu dari lingkungan.
“ODGJ pada saat tidak ada yang memancing biasanya tidak merespons. Jadi perlu bijak juga kita melihatnya, karena mereka biasanya tidak mengganggu jika tidak dipicu,” jelas Wardi.
Ia juga memastikan penanganan dilakukan hingga tuntas. Bagi ODGJ lansia yang tidak memiliki keluarga, Dinsos akan memfasilitasi perawatan di panti jompo. Tercatat hingga April 2026, Dinsos KSB juga telah berhasil melakukan empat kali proses pemulangan (reunifikasi) ODGJ asal luar daerah ke wilayah asalnya.
Sejalan dengan upaya sosial, Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB juga memperketat pengawalan medis bagi ODGJ. Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan pemantauan rutin minum obat melalui petugas kesehatan di tiap Puskesmas.
“Puskesmas terus melakukan pengawasan melalui orang terdekat atau keluarga pasien. Ini penting untuk memastikan tidak ada pengobatan yang terputus,” kata dr. Carlof.
Tidak hanya soal obat, Dinkes KSB juga mengerahkan petugas untuk membantu seluruh proses administrasi jika pasien memerlukan rujukan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Kolaborasi di lapangan pun diperluas dengan melibatkan Pemerintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Agen Gotong Royong (AGR) dan kader kesehatan desa.
“Petugas kami siap membantu bahkan hingga kepengurusan bantuan sosial (bansos) dan kebutuhan pendukung lainnya, agar beban keluarga pasien berkurang,” tambahnya.
Sinergi yang solid antara Dinsos dan Dinkes ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif di Sumbawa Barat. Dengan pengawalan medis yang kuat dan tindakan sosial yang cepat, para penyandang disabilitas mental di KSB diharapkan tetap mendapatkan hak-hak mereka secara layak dan manusiawi. (krij)
About The Author
Trending
- 73
Taliwang, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat secara resmi menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 kepada DPRD Kabupaten Sumbawa Barat. Penyerahan tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD, Selasa (23/6/2026). Dalam rancangan perubahan tersebut,… - 72
Taliwang, KOBARKSB.com - Pjs Bupati Sumbawa Barat, Julmansyah, S.Hut.,M.A.P, memimpin apel terakhir masa jabatannya di halaman Graha Fitrah Kantor Bupati, Selasa, (21/11). Apel tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala OPD dan karyawan-karyawati lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Julmansyah, yang menjabat selama 60 hari sejak 23 September 2024, mengevaluasi lima tugas pokok… - 72
Taliwang, KOBARKSB.com - Wajah-wajah ceria ratusan siswa dari tiga sekolah dasar di Taliwang menyambut kedatangan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt. M.M.Inov., pada Selasa (5/8). Momen ini menandai kelanjutan Roadshow hari ke-12 penyerahan Bantuan Layanan KSB Maju Pendidikan, sebuah program yang dirancang untuk memastikan setiap anak di Sumbawa Barat… - 72
Jereweh, KOBARKSB.com - Langkah percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan data e-PPGBM terbaru, angka stunting di daerah ini berhasil ditekan dari 7,10 persen pada Desember 2025 menjadi 6,7 persen saat ini. Capaian positif tersebut semakin diperkuat dengan peluncuran (launching) Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan… - 71
Mataram, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (Pemda KSB) mendapat penghargaan dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, karena berhasil menjadi kabupaten dengan angka stunting terendah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Penghargaan ini diserahkan Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, kepada Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, di Mataram,…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Komentar