Waspada Belanja Online! BPOM Temukan Jutaan Kosmetik dan Obat Kuat yang Bisa Picu Kematian

Waspada Belanja Online! BPOM Temukan Jutaan Kosmetik dan Obat Kuat yang Bisa Picu Kematian

Jakarta, KOBARKSB.com – Tren belanja online di marketplace rupanya dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan lewat jalur ilegal. Sepanjang tahun 2025, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mencatat temuan fantastis terkait peredaran puluhan juta kosmetik, obat tradisional, hingga pangan olahan berbahaya yang mengancam nyawa masyarakat Indonesia.

Fakta tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Rabu (4/3/2026). Ia membeberkan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan ekstra ketat di dunia maya. “Sepanjang tahun 2025, BPOM melakukan patroli siber di marketplace dan menemukan ribuan akun dan 197.725 tautan penjualan obat dan makanan ilegal atau tidak sesuai dengan ketentuan,” papar Taruna Ikrar.

Lebih lanjut ia merinci, tautan terbanyak didominasi oleh penjualan kosmetik ilegal yang mencapai 73.722 tautan. Angka ini disusul oleh peredaran Obat Bahan Alam (OBA) dan obat kuasi sebanyak 39.386 tautan, obat keras 35.984 tautan, pangan olahan 32.684 tautan, serta suplemen makanan sebanyak 15.949 tautan.

Canggih! PT AMMAN Gunakan Teknologi Laser 3D Pastikan Aliran 100 Ribu Ton Bijih Per Hari Tetap Lancar di Tambang Batu Hijau

Menyikapi temuan masif tersebut, BPOM tidak tinggal diam. Bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), BPOM telah menurunkan atau men-takedown total 34,8 juta produk ilegal. Produk-produk bermasalah ini tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga diimpor dari Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Australia, Thailand, hingga Malaysia. Langkah pembersihan ini diklaim berhasil menyelamatkan kerugian ekonomi negara hingga Rp 49,82 triliun dan melindungi 6,95 juta warga dari bahaya laten produk beracun.

Dari puluhan juta produk yang diberantas, BPOM kemudian memetakan produk-produk mana saja yang paling laris dibeli oleh masyarakat. “Dari ribuan akun yang telah di-takedown, BPOM mengidentifikasi dan menginventarisasi top 10 produk obat, obat tradisional, obat kuasi, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan ilegal atau mengandung bahan berbahaya yang beredar di marketplace. Jumlah produknya sangat besar, mencapai 11,1 juta produk,” sebut Taruna Ikrar.

Lampiran: Daftar Produk Ilegal dengan Penjualan Tertinggi Hasil Patroli Siber BPOM

Makin Lengkap! RSUD Asy-Syifa’ KSB Hadirkan Deretan Dokter Spesialis Berpengalaman dengan Layanan JUARA

Kosmetik yang mengandung bahan berbahaya menjadi temuan paling mendominasi dengan jumlah hampir 4,6 juta produk. Beberapa merek yang disita dan banyak beredar di kawasan Jakarta Timur serta Kabupaten Tangerang antara lain Cream Racikan Farmasi, CAPPUVINI Matte Lip Glaze Dark Series, hingga Toner Pelicin Ekstrak Lemon. BPOM memastikan Toner Pelicin tersebut mengandung hidrokinon, bahan kimia keras yang dilarang dalam kosmetik karena berpotensi membuat warna kulit menjadi gosong, hingga merusak jaringan kornea dan kuku.

Selain kosmetik, obat herbal yang diam-diam dicampur bahan kimia keras juga merajai penjualan. “Produk OBA ilegal atau mengandung bahan kimia obat (BKO) merupakan komoditas terbanyak kedua yang ditemukan di penjualan online yang mencapai 2 juta produk berasal dari Indonesia dan Tiongkok,” lanjut Taruna Ikrar. Ia mencontohkan Salep Zudaifu dan Ramuan China Buah Merah Papua sebagai produk terlaris yang ternyata mengandung parasetamol, kafein, siproheptadin, hingga diklofenak. Ditemukan pula obat ilegal seperti salep gatal Pi Kang Wang dan Swiss Paris Lotion.

Temuan yang tak kalah mengerikan ada pada kategori pangan olahan dan suplemen. Patroli siber BPOM menemukan permen seperti Soloco Candy dan Akiyo Candy, serta Super Tonik Madu Kuat Alami terbukti mengandung bahan Tadalafil dan Sildenafil (bahan aktif obat kuat pria). Sementara untuk suplemen, produk Pinky Pelangsing ditemukan mengandung Sibutramin dan Vimax Capsule mengandung Tadalafil. BPOM menegaskan, produk yang dicampur dengan BKO sangat mematikan karena dapat memicu tekanan darah tidak stabil, kerusakan ginjal dan hati, serangan jantung mendadak, bahkan menyebabkan kematian.

Atas maraknya peredaran produk “maut” ini, BPOM mendesak pelaku usaha e-commerce untuk ikut bertanggung jawab menyaring produk para seller. Kepada para konsumen, Kepala BPOM memberikan peringatan keras agar lebih cerdas dalam berbelanja. “Masyarakat perlu lebih selektif dan tidak mudah tergiur oleh klaim yang sensasional. Pastikan selalu melakukan Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin edar, dan Cek Kedaluwarsa) sebelum membeli atau menggunakan produk obat dan makanan, terutama yang dipasarkan melalui platform digital,” imbau Taruna Ikrar.

Apabila masyarakat menemukan produk mencurigakan di marketplace atau membutuhkan informasi lebih lanjut, pengaduan dapat disampaikan melalui portal lapor.go.id, Contact Center HALOBPOM di 1-500-533, pesan WhatsApp 0811-9181-533, atau melalui media sosial resmi Instagram dan Twitter @BPOM_RI. (knda)

Pesan Menohok Bupati KSB Saat Lantik 165 PNS Baru: “Jangan Jadikan KSB Hanya Tempat Transit!”

About The Author

Trending

  • 62
    Tak Hanya Lezat, Ini Dia Manfaat Sehat Makan Tape Singkong"Tape singkong atau dalam bahasa Taliwang disebut Poteng Tabang, siapa yang tak kenal makanan tradisional yang satu ini? Rasanya yang unik, perpaduan antara manis, asam, dan sedikit gurih selalu berhasil menggugah selera. Tak hanya populer sebagai camilan, tape singkong juga kerap dijadikan oleh-oleh khas dari beberapa daerah, salah satunya di…
  • 59
    Wabup Hanipah Percepat Penyaluran Bantuan KSB Maju Pendidikan, Ribuan Siswa di Sumbawa Barat Telah Terima ManfaatTaliwang, KOBARKSB.com - Wajah-wajah ceria ratusan siswa dari tiga sekolah dasar di Taliwang menyambut kedatangan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt. M.M.Inov., pada Selasa (5/8). Momen ini menandai kelanjutan Roadshow hari ke-12 penyerahan Bantuan Layanan KSB Maju Pendidikan, sebuah program yang dirancang untuk memastikan setiap anak di Sumbawa Barat…
  • 59
    Jangan Ragu Melapor! Siaga 24 Jam, Tim Reaksi Cepat Dinsos KSB Siap Jemput ODGJTaliwang, KOBARKSB.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mempertegas komitmennya dalam menangani persoalan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) secara responsif dan humanis. Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), pemerintah daerah memastikan kesiagaan penuh dalam menindaklanjuti setiap aduan masyarakat terkait keberadaan penyandang disabilitas mental di wilayah ini. Sekretaris Dinas Sosial…
  • 59
    Gempur Narkotika di Sumbawa Barat, RSUD Asy-Syifa’ dan BNN Perkuat Sinergi Rehabilitasi MedisTaliwang, KOBARKSB.com - Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam memerangi penyalahgunaan narkotika semakin dipertegas melalui langkah kolaboratif lintas instansi. Pada Rabu (29/4/2026), RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat resmi memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa Barat guna meningkatkan kualitas serta akses layanan rehabilitasi bagi masyarakat. Kunjungan Kepala BNN Kabupaten…
  • 59
    Stunting di KSB Turun ke 6,7 Persen, Intervensi Serentak Jangkau 65 Desa di 8 KecamatanJereweh, KOBARKSB.com - Langkah percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan data e-PPGBM terbaru, angka stunting di daerah ini berhasil ditekan dari 7,10 persen pada Desember 2025 menjadi 6,7 persen saat ini. Capaian positif tersebut semakin diperkuat dengan peluncuran (launching) Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×