Sampah Tak Bisa Diatasi DLH KSB, Pemilik Lahan di Tanakakan Pasang Spanduk Peringatan Keras untuk “Monyet” dan “Setan”

Hanya monyet yang boleh buang sampah sembarangan

Taliwang, KOBARKSB.com – Persoalan sampah yang tak kunjung tuntas di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali memicu reaksi keras dari warga. Ketidakmampuan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB dalam menangani tumpukan sampah liar selama bertahun-tahun membuat seorang pemilik lahan di Lingkungan Tanakakan, Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, habis kesabaran.

Saking muak dan dongkolnya karena kebunnya terus dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar, pemilik lahan akhirnya memasang spanduk peringatan dengan narasi menohok. Tak tanggung-tanggung, spanduk tersebut menyasar perilaku oknum pembuang sampah dengan sebutan “Monyet” dan “Setan”.

Pantauan media ini di lokasi, tepatnya di jalur jalan arah Pondok Pesantren di Lingkungan Tanakakan, terlihat pagar bambu baru yang dipasang mengelilingi kebun tersebut. Di pagar itu, terbentang dua spanduk putih dengan tulisan mencolok berwarna merah dan hitam.

Merasa Tertipu Produk AXA Mandiri, Nasabah di Taliwang Ancam Segel Kantor Bank Mandiri

Spanduk pertama bertuliskan: “HANYA MONYET YANG BOLEH BUANG SAMPAH SEMBARANGAN”. Sementara spanduk kedua bernada lebih seram dengan gambar ilustrasi hantu: “HANYA SETAN SAJA YANG BUANG SAMPAH DI SINI”.

Langkah drastis ini diambil pemilik lahan bukan tanpa alasan. Lokasi tersebut selama ini menjadi sasaran empuk bagi oknum tak bertanggung jawab yang membuang limbah rumah tangga sembarangan. Akibatnya, sampah kerap menumpuk, menimbulkan bau busuk, bahkan meluber hingga ke badan jalan raya. Kondisi ini jelas sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan para pengendara yang melintas di jalur tersebut.

Hanya setan saja yang buang sampah di sini

Dijual di Pasar Internasional, Sporadik Lahan Pesisir Pantai Bernilai Miliaran di Desa Goa Diduga Dimanipulasi

“Ini bentuk kemarahan warga. Sudah bertahun-tahun sampah di sini menumpuk dan berserakan ke jalan, tapi seolah tidak ada solusi konkret dari pemerintah setempat, khususnya dinas terkait (DLH KSB). Wajar jika pemilik tanah marah,” ujar salah seorang warga yang melintas di lokasi, Selasa, (3/2).

Meski lokasi tersebut bukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) resmi, minimnya pengawasan dan penegakan aturan membuat warga sembarangan melempar bungkusan sampah ke area kebun tersebut. Upaya pembersihan yang sesekali dilakukan dinilai tidak efektif karena sampah kembali menggunung dalam hitungan hari.

Spanduk sindiran keras ini menjadi simbol frustrasi warga terhadap lambannya kinerja pemerintah daerah dalam mengelola kebersihan kota, sekaligus tamparan keras bagi masyarakat yang masih minim kesadaran lingkungan.

Hingga berita ini diturunkan, spanduk tersebut masih terpasang kokoh, menjadi “suguhan” ironis bagi siapa saja yang melintas di kawasan Tanakakan. Warga berharap, pesan sarkasme ini bisa menyentil hati para oknum pembuang sampah dan memecut DLH KSB untuk segera mengambil tindakan nyata, bukan sekadar wacana. (krij)

Cetak Sejarah di NTB! Pilkades Serentak KSB 2026 Bakal Terapkan Sistem E-Voting

About The Author

Trending


Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×