Siap Bersaing dengan Sekolah Formal, SKB Boto KSB Terapkan Deep Learning hingga AI

Siap Bersaing dengan Sekolah Formal, SKB Boto KSB Terapkan Deep Learning hingga Kecerdasan Artifisial

Taliwang, KOBARKSB.com – Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Boto, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kian mantap menepis anggapan miring tentang pendidikan kesetaraan. Lembaga ini membuktikan keseriusannya untuk berdiri sejajar dengan sekolah formal lewat kegiatan Diseminasi dan Showcasing Sekolah Model bertajuk “Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Jenjang PNF”, Selasa (27/10).

Kegiatan yang dihelat di aula dan halaman SPNF SKB Boto tersebut menjadi wadah unjuk bukti transformasi kurikulum modern, sekaligus memantau sejauh mana efektivitas penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) bagi peserta didik nonformal di bumi Pariri Lema Bariri.

Agenda prestisius ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KSB Suarman, S.Pd., M.Si., perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTB Mahayudin Syafari, M.Pd., perwakilan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK/BGP) NTB Surya Jaya, S.T., M.Pd., Kepala SPNF SKB Boto Hadijah, S.Pd., M.M.Inov., serta jajaran kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan se-KSB.

Merasa Tertipu Produk AXA Mandiri, Nasabah di Taliwang Ancam Segel Kantor Bank Mandiri

Dalam sambutannya, Sekretaris Dikbud KSB, Suarman, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa SPNF SKB Boto harus memiliki daya tawar tinggi. Menurutnya, mutu lulusan nonformal tak boleh lagi tertinggal, melainkan wajib mampu bersaing dan bersinergi dengan sekolah-sekolah unggul di tingkat nasional.

“SKB Boto harus mampu berdiri setara dengan sekolah-sekolah formal lainnya. Program-program yang dijalankan oleh SKB Boto juga diharapkan dapat berkolaborasi dengan satuan pendidikan unggul lainnya di Indonesia,” tegas Suarman memotivasi.

Dijual di Pasar Internasional, Sporadik Lahan Pesisir Pantai Bernilai Miliaran di Desa Goa Diduga Dimanipulasi

Menjawab tantangan tersebut, Kepala SPNF SKB Boto, Hadijah, S.Pd., M.M.Inov., menegaskan bahwa integrasi teknologi adalah kunci untuk mematahkan stigma negatif yang kerap melekat pada pendidikan kesetaraan.

“Melalui kegiatan diseminasi dan showcasing ini, kami ingin membuktikan bahwa pendidikan nonformal juga siap bertransformasi. Dengan mengintegrasikan pembelajaran mendalam (deep learning) serta pengenalan coding dan kecerdasan artifisial, kami berkomitmen membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 agar mampu bersaing di era digital,” tutur Hadijah optimis.

Di sisi lain, perwakilan BPMP NTB, Mahayudin Syafari, M.Pd., mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap standarisasi proses belajar-mengajar. Menurutnya, pembelajaran teknologi tinggi harus diimbangi dengan rasio rombongan belajar (rombel) yang proporsional dan metode praktik langsung agar materi terserap optimal.

“Bukan hanya jumlah siswa yang mempengaruhi proses belajar, melainkan waktu juga demikian, kemudian disajikan dalam bentuk pembelajaran praktik. Hal itu menentukan mutu pembelajaran serta serapan materi oleh siswa secara maksimal,” jelas Mahayudin, seraya merinci batas rombel ideal yakni 20 siswa untuk Paket A, 25 siswa untuk Paket B, dan 30 siswa untuk Paket C.

Langkah akselerasi SKB Boto ini disambut baik oleh BGTK NTB. Perwakilan balai, Surya Jaya, S.T., M.Pd., menyatakan komitmen lembaganya untuk terus mengawal dan mendampingi peningkatan kompetensi tenaga pendidik di SKB Boto.

“Kami siap mendukung kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Barat, terutama dengan SPNF SKB Boto di Sumbawa Barat,” tandas Surya Jaya. (kdon)

Cetak Sejarah di NTB! Pilkades Serentak KSB 2026 Bakal Terapkan Sistem E-Voting

About The Author

Trending


Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×