fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

96 Persen Tata Ruang Wilayah KSB Dimanfaatkan Untuk Tambang Logam - Tambang Amman Mineral

96 Persen Tata Ruang Wilayah KSB Dimanfaatkan Untuk Tambang Logam

Taliwang, KOBAR – Sumbawa Barat diketahui memiliki kekayaan mineral yang melimpah. Menurut data Dinas ESDM Provinsi NTB, potensi mineral logam dan bukan logam banyak terkandung di perut bumi Kabupaten di bagian barat Pulau Sumbawa itu. Sehingga tidak mengherankan, jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar KSB selama bertahun-tahun berasal dari tambang. Dan menurut data Dinas PUPRPP KSB, 96 persen ruang wilayah KSB yang ditata dimanfaatkan untuk tambang Logam.

Dalam tabel data yang ditampilkan Bidang Tata Ruang DPUPRPP KSB di website https://simantar.sumbawabaratkab.go.id/, tampak, dari 23,756 hektar ruang yang ditata di KSB, 96 persen-nya dimanfaatkan untuk tambang logam atau sekitar 22,779 hektar. Sisanya, 4 persen untuk industri pertambangan, tambak 69 hektar, pembangkit listrik 36 hektar, sisanya lain-lain.

Tata Ruang KSB

Untuk diketahui, KSB adalah sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia. Kabupaten ini terletak di bagian barat Pulau Sumbawa, berbatasan dengan Laut Flores di utara, Kabupaten Sumbawa di timur, Samudera Hindia di selatan serta Selat Alas di barat.

Sumbawa Barat merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Sumbawa pada tanggal 18 Desember 2003, berdasarkan Undang-undang Nomor 30 Tahun 2003, tentang Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Tata Ruang KSB

Secara geografis, kabupaten ini terletak di antara 116°42′ BT – 117°05′ BT dan 08°08′ LS – 09°07′ LS. KSB memiliki luas wilayah sebesar 1.849,02 km², dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Taliwang, dengan luas wilayah 375,93 km². Dan kecamatan terkecil adalah Kecamatan Maluk, dengan luas wilayah 92,42 km².

Ketinggian di wilayah KSB berkisar antara 0 – 1.730 mdpl. Keadaan topografi wilayah kabupaten ini cukup bervariasi, mulai dari datar sebesar 11,8% dari luas wilayah Sumbawa Barat, bergelombang sebesar 8,8% dari keseluruhan luas wilayah kabupaten ini, curam sebesar 28,9% dari luas KSB, hingga sangat curam sebesar 50,3% dari total luas wilayah Sumbawa Barat. 

Peta Infrastruktur KSB

Kondisi topografi yang datar sebagian besar dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan permukiman, sementara kondisi topografi yang semakin curam merupakan kawasan hutan yang berfungsi sebagai pelindung kawasan di sekitarnya yang lebih rendah. 

Oleh karena lahan datar yang kecil, pemanfaatan dan pendayagunaan lahan menjadi lahan produktif sangat kecil. Dilihat dari jenis lahan, Kabupaten Sumbawa Barat terdiri dari dua jenis lahan, yaitu tanah persawahan (wetland) dan tanah kering. Jenis lahan tanah persawahan memiliki luas lahan sebesar 9.705 hektar dari luas wilayah KSB. Sementara itu, jenis lahan tanah kering mempunyai luas lahan sebesar 175.197 hektar dari total luas wilayah KSB.

Sebelum KSB terbentuk, di Kabupaten ini sudah ada tambang tembaga dan emas di Batu Hijau yang dikelola oleh PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), yang sekarang pengelolaannya diambil alih oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT).

Peta Tata Ruang KSB

Sehingga mayoritas pemanfaatan ruang wilayah KSB yang ditata Pemerintah setempat dimanfaatkan oleh tambang Batu Hijau itu. Ketika masih berstatus Kontrak Karya (KK), luas lahan yang dikelola adalah 87.000 hektar. Menyusut menjadi 66.422 hektar pada tahun 2014, dan sekarang menjadi 22,779 hektar.

Semenjak ada Undang-undang Minerba, dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017, perusahaan tambang pemegang KK diharuskan untuk mengubah status kontraknya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) agar dapat mengekspor konsentrat. Sehingga pada tahun 2017, KK PTAMNT tak berlaku lagi. Status pengusahaan pertambangannya berubah menjadi IUPK.

Dengan perubahan KK menjadi IUPK itu, berimplikasi pada kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi PTAMNT. Sebagai pemegang IUPK, maka wilayah pertambangan mereka dibatasi menjadi maksimal 25.000 hektar. Wajib membangun smelter dalam 5 tahun, pajak yang ditanggung mengikuti peraturan terbaru (prevailing), dan sebagainya. (kdon)

Don`t copy text!