Taliwang, KOBARKSB.com – Kota Taliwang, yang berada di wilayah cekungan yang dikelilingi perbukitan, rentan terhadap banjir yang berasal dari tiga sumber utama: Sungai Brang Rea, Sungai Brang Ene, dan sungai-sungai dari Seteluk yang bermuara ke Lebo Taliwang. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), terus berupaya menanggulangi masalah banjir ini melalui grand design yang komprehensif.
Dua mega proyek telah menjadi andalan dalam upaya pengendalian banjir, yaitu pembangunan Bintang Bano yang mampu mereduksi banjir hingga 647 m3/dt (25%) dan pembangunan Bendungan Tiu Suntuk yang mereduksi banjir 20% (489 m3/dt). Dengan kontribusi kedua proyek ini, total persentase pengendalian banjir baru mencapai 45%.
- Bendungan Bintang Bano
- Bendungan Tiu Suntuk
“Kita sangat berterima kasih atas bantuan pemerintah pusat ini. Selain mereduksi banjir, Bendungan Tiu Suntuk juga menjadi sumber air untuk pertanian,” ujar Syahril, Kepala Dinas PUPR KSB, saat diwawancarai KOBARKSB.com, Kamis, (13/2).
Namun, dengan persentase pengendalian banjir yang baru mencapai 45%, Kota Taliwang masih memiliki resiko banjir yang cukup tinggi, yaitu sekitar 55%. Untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh, Pemerintah Daerah KSB telah menyiapkan beberapa langkah strategis yang tercantum dalam grand design penanggulangan banjir.
Beberapa item penting yang masih perlu direalisasikan meliputi pembangunan tanggul pengendali banjir Lebo Taliwang, perbaikan alur sungai yang melintasi kota melalui pemasangan bronjong dan pembangunan tanggul sungai, serta perbaikan alur muara.
Upaya-upaya ini telah disampaikan dan dipaparkan kepada Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) NT1. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 1991 yang menyatakan bahwa sungai dikuasai negara dan dikelola oleh pemerintah pusat.
“Menurut PP Nomor 35 Tahun 1991, kewenangan terhadap sungai menjadi wewenang pemerintah pusat. Selanjutnya, Lebo Taliwang juga bukan kewenangan Pemda karena merupakan kawasan konservasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat,” jelas Syahril.
Pemerintah Daerah KSB terus berupaya “menggedor hati” pemerintah pusat agar semua target pengendalian banjir ini dapat terwujud. Keterlibatan pemerintah pusat sangat krusial mengingat Lebo Taliwang merupakan kawasan konservasi dan pengelolaan sungai secara keseluruhan berada di bawah wewenang pemerintah pusat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, diharapkan Kota Taliwang dapat terbebas dari ancaman banjir dan masyarakat dapat hidup dengan aman dan nyaman. Pemerintah Daerah KSB optimis bahwa dengan kerjasama yang baik, mimpi untuk mewujudkan Kota Taliwang bebas banjir dapat menjadi kenyataan. (kdon)
About The Author
Trending
- 90
Taliwang, KOBARKSB.com - Curah hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Merespons bencana tersebut, Wakil Bupati KSB, Hj. Hanipah, bergerak cepat (gercep) turun langsung meninjau lokasi terdampak, Rabu (25/02/2026). Dalam peninjauannya, Wabup didampingi kekuatan penuh dari jajaran Pemerintah Daerah, meliputi… - 85
Taliwang, KOBARKSB.com - Setelah hasil uji lab sampel salah satu anjing yang menggigit Warga Kecamatan Taliwang dinyatakan Positif Rabies atau Anjing Gila, Kamis, (31/3). Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) langsung menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies untuk seluruh wilayah KSB. Yang berlaku mulai Jum’at, 1 April 2022, hingga… - 84
"Armada Sampah Suka Molor, Pinggir Jalan Sampah Berserakan" Taliwang, KOBARKSB.com - Kendati konon telah dinobatkan sebagai Kabupaten/Kota terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam urusan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Bahkan kabarnya dalam waktu dekat, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan dapat rekor MURI terkait hal itu. Akan tetapi, persoalan… - 84
Taliwang, KOBARKSB.com - Rencana relokasi sekolah Muhammadiyah yang berlokasi di pertigaan simpang berang Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, berlarut-larut. Sehingga Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, meminta agar pengurus PD Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadikan persoalan ini sebagai prioritas untuk dituntaskan. Sebab menurut Bupati, bahwa secara tata ruang lokasi Sekolah… - 84
Taliwang, KOBARKSB.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) secara resmi mensosialisasikan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026. Dalam kegiatan yang digelar di Killa Balad Resto, Taliwang, Rabu (20/05/2026), diumumkan bahwa UMK KSB ditetapkan sebesar Rp 3.136.468, yang merupakan angka tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara… - 83
Poto Tano, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Diskoperindag KSB berupaya untuk memanfaatkan event MXGP di Sirkuit Samota, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan membikin keramaian yang sama di wilayah pintu masuk Pulau Sumbawa, yakni, Desa Poto Tano. "MXGP Samota adalah berkah buat kita semua. Tidak hanya untuk…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







Komentar