fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Sampah Masih Jadi Persoalan Pelik di Sumbawa Barat - Sampah di Pinggir Kali Kota Taliwang

Sampah Masih Jadi Persoalan Pelik di Sumbawa Barat

“Armada Sampah Suka Molor, Pinggir Jalan Sampah Berserakan”

Taliwang, KOBAR – Kendati konon telah dinobatkan sebagai Kabupaten/Kota terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam urusan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Bahkan kabarnya dalam waktu dekat, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan dapat rekor MURI terkait hal itu. Akan tetapi, persoalan persampahan di KSB telah menjadi penyakit akut yang tak kunjung terselesaikan.

“Sampah yang menumpuk depan rumah, dan tidak ada petugas yang mengangkutnya, sudah biasa kami alami mas. Bahkan bisa berhari-hari, hingga belatung dan jamur berkembang biak. Kami bingung mau mengadu ke siapa,” tutur Aisyah, Warga Taliwang, kepada awak media ini, Senin, (4/10).

Sampah di Pinggir Kali Taliwang

Padahal, katanya, untuk urusan angkut mengangkut sampah ini tidak gratis. Setiap bulannya, dirinya selalu menyetor iuran sampah kepada petugas yang datang mengangkut sampah ke rumahnya. Akan tetapi, selalu saja petugas yang datang sering molor.

“Jumlah sampah yang terkumpul setiap harinya tidak menentu, tergantung kegiatan di rumah. Kadang sedikit, kadang juga banyak. Tapi biar pun sedikit, jika berhari-hari tidak diangkut, kan jadi banyak dan menumpuk,” katanya, dengan nada geram.

Persoalan seperti ini, jelasnya, kerap kali terjadi. Apalagi ketika musim hujan, ungkapnya, bisa berhari-hari tidak ada petugas yang datang untuk mengangkut sampah yang dikumpulkan di depan rumahnya.

Sampah di Depan Rumah Warga Taliwang

“Harusnya ada bidang khusus yang menangani soal sampah ini di Taliwang. Jangankan mau memilah-milah sampah sesuai warna bak sampah yang dipasang di depan rumah. Sampah yang ditumpuk saja begini susahnya,” ujar Aisyah.

Sementara itu, salah seorang petugas pengangkut sampah, yang ditemui awak media ini, menyampaikan, bahwa kesulitan yang kerap kali ia alami terkait mengangkut sampah ke rumah warga adalah soal armada.

TNI dan Polri Bersihkan Sampah di Pinggir Jalan Taliwang

“Armada untuk angkut sampah yang kami gunakan kadang mogok pak. Ini yang kadang tidak dipahami dan dimengerti warga. Jadi kami harus perbaiki dulu. Dan itu butuh waktu berhari-hari,” beber Rahmat, petugas pengangkut sampah di Kecamatan Taliwang.

Disamping itu, pekerjaan mengangkut sampah, jelasnya, bukan hanya itu satu-satunya pekerjaan yang digelutinya untuk menghidupi keluarganya. Ia juga menyambi pekerjaan di mana pun.

“Pekerjaan mengangkut sampah ini, bukan satu-satunya pekerjaan saya mas. Tapi saya juga nyambi pekerjaan di sana sini. Kalau saya hanya mengandalkan honor angkut sampah, kan susah,” tutupnya. (kdon)

Don`t copy text!