Kenaikan PPN 12%: Gen Z dan Pengguna Digital Siap-Siap Pengeluaran Membengkak

Kenaikan PPN 12% Gen Z dan Pengguna Digital Siap-Siap Pengeluaran Membengkak - Demo Mahasiswa

Jakarta, KOBARKSB.com – Mulai 1 Januari 2025, Indonesia akan menerapkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12%, menjadikan negara ini bersama Filipina sebagai pemilik tarif PPN tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Kenaikan ini, dari sebelumnya 11%, dipastikan akan berdampak pada berbagai aspek perekonomian, terutama bagi masyarakat dan sektor jasa digital.

Data terbaru menunjukkan bahwa Indonesia dan Filipina akan menerapkan PPN 12% mulai tahun depan. Ini menempatkan kedua negara tersebut di posisi teratas dalam hal tarif PPN di ASEAN. Sementara itu, Malaysia menerapkan PPN 10% untuk barang dan 8% untuk jasa. Negara lain seperti Kamboja dan Laos juga menerapkan tarif yang lebih rendah, masing-masing 10%. Bahkan Thailand dan Vietnam, menetapkan PPN di bawah 10%.

Antisipasi Gesekan di 21 Desa, Bupati KSB Wanti-wanti Netralitas Aparatur Jelang Pilkades 2026

Grafik perbandingan tarif PPN dan rata-rata gaji di negara ASEAN

Kenaikan PPN ini berbarengan dengan penyesuaian upah minimum di beberapa negara ASEAN. Meskipun Indonesia mengalami kenaikan upah minimum sebesar 6,5% pada 2025, persentase ini masih lebih rendah dibandingkan dengan Malaysia yang mengalami kenaikan upah minimum sebesar 13,3% sejak Februari 2025. Filipina dan Vietnam sendiri menaikkan upah minimum sebesar 6% sejak Juli 2024. Perbedaan pertumbuhan upah ini menjadi sorotan karena dapat mempengaruhi daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga barang dan jasa akibat PPN.

Kenaikan PPN 12% akan sangat dirasakan oleh Generasi Z (Gen Z) dan pengguna layanan digital. Barang dan jasa yang sering digunakan seperti kuota internet, langganan streaming film dan musik (Netflix dan Spotify), hingga tiket konser dan travel, akan mengalami kenaikan harga yang signifikan. Laporan dari CELIOS menunjukkan bahwa kenaikan PPN ini berpotensi meningkatkan pengeluaran masyarakat, terutama untuk kebutuhan gaya hidup modern.

Target Medali Emas, Atlet Biliar KSB Siap Berlaga di Porprov XII NTB 2026

Ilustrasi daftar barang dan jasa Gen Z yang terdampak PPN 12% beserta perkiraan selisih harganya.

Menteri Keuangan menjelaskan bahwa kenaikan PPN ini telah melalui pembahasan yang panjang dengan DPR RI dan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Beliau juga menekankan bahwa pemerintah telah memberikan keringanan dan pembebasan pajak pada beberapa komoditas pokok untuk melindungi daya beli masyarakat.

“Tarif PPN Indonesia sebenarnya masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara dengan ekonomi serupa, seperti Brasil, Afrika Selatan, dan India, yang menerapkan tarif PPN dan rasio pajak yang lebih tinggi,” ujar Sri Mulyani.

Pemerintah juga memastikan bahwa PPN 12% ini tidak dikenakan pada barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, daging, telur, dan sayur, serta jasa pendidikan, kesehatan, dan transportasi umum. Namun, beberapa barang dan jasa kategori mewah, seperti beras premium, daging wagyu, jasa pendidikan dan kesehatan premium, serta layanan hiburan berlangganan akan dikenakan PPN 12%.

Investasi Masa Depan: AMMAN Kirim 61 Pelajar Beasiswa dan 12 Pesepak Bola Muda KSB ke Pulau Jawa

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat konferensi pers terkait PPN

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan akan memastikan bahwa PPN 12% atas layanan digital akan dikumpulkan oleh pelaku usaha perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) yang telah ditunjuk oleh Ditjen Pajak. Penarikan PPN atas layanan digital sebenarnya sudah dilakukan sejak 1 Juli 2020, namun dengan tarif 11%.

Kenaikan PPN menjadi 12% tentu menjadi tantangan baru bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Namun, pemerintah berharap kebijakan ini akan membantu memperkuat APBN dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Di sisi lain, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengatur pengeluaran dan mencari alternatif yang lebih efisien.

Kenaikan PPN ini akan menjadi topik perbincangan hangat dalam beberapa waktu kedepan. Akankah pemerintah mampu menstabilkan perekonomian dengan kebijakan ini? Mari kita lihat perkembangan selanjutnya. (knda)

Kasat Pol PP KSB: “Laporkan Pangkalan LPG 3 Kg yang Jual di Atas HET, Foto Tabung dan Segelnya”

About The Author

Trending

  • 49
    AMMAN dan Peselancar Rizal Tandjung Kolaborasi Majukan Wisata Bahari Sumbawa Barat"Hamparan pantai yang luas dengan pasir putih yang halus, air laut biru jernih, dan ombak yang menantang menjadikan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) surga bagi para pecinta wisata bahari. Potensi luar biasa ini tak luput dari perhatian AMMAN, salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, dan Rizal Tandjung,…
  • 48
    Realisasi APBD Sumbawa Barat Tembus 86%, Serapan Anggaran Jadi PR BesarTaliwang, KOBARKSB.com - Pemandangan kontras mewarnai postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) hingga pertengahan Agustus 2025. Di satu sisi, pemerintah daerah berhasil mencatatkan kinerja pendapatan yang luar biasa, melampaui target pro-rata dan jauh meninggalkan capaian provinsi. Namun di sisi lain, kemampuan untuk membelanjakan dana tersebut…
  • 46
    Sirkuit Mandalika dan Sirkuit Samota Jadi Pemantik Geliat Pariwisata NTBPasca suksesnya event Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) digelar pada awal tahun 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pariwisata NTB tampak sudah mulai bergeliat, seiring dengan berakhirnya pandemi Covid-19 yang menjadi kabut hitam industri pariwisata Indonesia. Angka kunjungan wisatawan ke NTB mulai bergerak naik. Pembangunan…
  • 46
    Menenun Harapan dari Negeri di Atas Awan Bersama AMMANKabut tipis masih menyelimuti Desa Mantar ketika matahari perlahan menyingkap cakrawala. Dari ketinggian 685 meter di atas permukaan laut, desa ini seolah berdiri di antara langit dan bumi. Tak berlebihan jika masyarakat dan para pengunjung menjulukinya sebagai “Negeri di Atas Awan”. Dari sini, matahari terbit memancarkan cahaya keemasan, menyingkap siluet…
  • 46
    Realisasi Investasi KSB Triwulan III 2025 Tembus Rp 37,5 T, Sektor Non-Tambang Mulai MenggeliatTaliwang, KOBARKSB.com - Perekonomian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menunjukkan performa yang mengesankan di tahun 2025. Hingga akhir triwulan ketiga, realisasi investasi telah menembus angka Rp 37,5 triliun, atau setara dengan 81,46 persen dari total target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 46 triliun. Capaian ini tidak hanya menjadi sinyal kuat bahwa…
  • 45
    13 Tahun Membidik Realitas TerserakTak terasa, sudah 13 tahun sebuah surat kabar lokal mewarnai perjalanan sejarah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Ide berdirinya surat kabar ini, berawal dari bertemunya sekelompok anak muda yang peduli akan kelangsungan pembangunan di KSB yang baru terbentuk. Pada minggu pertama bulan Nopember 2006, mereka berkumpul membahas kondisi arus informasi dan…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×