Taliwang, KOBARKSB.com – Perekonomian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menunjukkan performa yang mengesankan di tahun 2025. Hingga akhir triwulan ketiga, realisasi investasi telah menembus angka Rp 37,5 triliun, atau setara dengan 81,46 persen dari total target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 46 triliun. Capaian ini tidak hanya menjadi sinyal kuat bahwa target akan tercapai, tetapi juga menandai babak baru dalam diversifikasi ekonomi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KSB, NS Kamaluddin, S.Kep, mengonfirmasi bahwa kinerja investasi daerah berada dalam tren yang sangat positif. Ia menjelaskan bahwa perbandingan dengan tahun sebelumnya harus dilihat dari konteks target yang berbeda.
“Kinerja investasi kita masih sangat baik. Memang tahun ini lebih rendah dibanding tahun lalu pada periode yang sama, tapi itu karena target yang ditetapkan berbeda. Sebagai perbandingan, target realisasi investasi tahun 2024 hanya sekitar Rp 23 triliun,” jelas Kamaluddin kepada media ini, Jum’at (7/11).
Meski sektor pertambangan masih menjadi penyumbang dominan terhadap nilai investasi, Kamaluddin menyoroti fenomena yang lebih menggembirakan, yaitu mulai menggeliatnya investasi di sektor non-tambang. Sektor pariwisata, pertanian, dan perikanan kini mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan, menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.
“Ini yang patut kita apresiasi bersama. Kita melihat pertumbuhan di sektor lain di luar tambang. Di pariwisata, misalnya, mulai banyak investor yang serius membangun penginapan dan perhotelan, terutama di kawasan pesisir yang menjadi andalan kita,” ujarnya.
Menurut Kamaluddin, kebangkitan sektor non-tambang ini merupakan buah dari strategi promosi dan keterbukaan informasi yang gencar dilakukan Pemerintah Daerah. Upaya mempromosikan potensi daerah, baik melalui media massa maupun kegiatan pariwisata, terbukti efektif menjadi magnet bagi investor baru.
“Salah satu faktor kunci yang mendorong tren ini adalah informasi yang semakin luas dan mudah diakses. Iklan dan promosi wisata yang kita lakukan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor untuk datang dan melihat langsung potensi KSB,” tambahnya.
Untuk menjaga momentum positif ini, Pemerintah KSB melalui DPMPTSP berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal ini diwujudkan melalui kemudahan perizinan, pelayanan yang cepat dan transparan, serta jaminan kepastian hukum bagi setiap investor.
Dengan capaian yang sudah di depan mata, Kamaluddin optimistis target Rp 46 triliun akan terlampaui di akhir tahun. “Insya Allah sampai. Kami sangat optimis target akan tercapai, bahkan bisa lebih,” pungkasnya. (krij)
About The Author
Trending
- 56
Taliwang, KOBARKSB.com - Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tampaknya harus segera mengakhiri euforia sebagai "daerah kaya" dan mulai menghadapi kenyataan pahit. Publikasi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Kabupaten Sumbawa Barat Dalam Angka 2026 mengonfirmasi sebuah penyakit kronis dalam struktur ekonomi daerah. KSB mengalami kecanduan akut pada sektor pertambangan yang… - 49
Kabut tipis masih menyelimuti Desa Mantar ketika matahari perlahan menyingkap cakrawala. Dari ketinggian 685 meter di atas permukaan laut, desa ini seolah berdiri di antara langit dan bumi. Tak berlebihan jika masyarakat dan para pengunjung menjulukinya sebagai “Negeri di Atas Awan”. Dari sini, matahari terbit memancarkan cahaya keemasan, menyingkap siluet… - 47
"Hamparan pantai yang luas dengan pasir putih yang halus, air laut biru jernih, dan ombak yang menantang menjadikan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) surga bagi para pecinta wisata bahari. Potensi luar biasa ini tak luput dari perhatian AMMAN, salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, dan Rizal Tandjung,… - 46
Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), telah merilis, bahwa angka kemiskinan di KSB meningkat pada tahun 2021. Bahkan persentase penduduk miskin di KSB masih bertahan pada nominal 2 digit. Seharusnya data statistik ini menjadi pukulan telak sekaligus cambuk bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, tanpa perlu berdalih… - 46
Jakarta, KOBARKSB.com - Mulai 1 Januari 2025, Indonesia akan menerapkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12%, menjadikan negara ini bersama Filipina sebagai pemilik tarif PPN tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Kenaikan ini, dari sebelumnya 11%, dipastikan akan berdampak pada berbagai aspek perekonomian, terutama bagi masyarakat dan sektor jasa digital.… - 45
Taliwang, KOBARKSB.com - Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, mengungkapkan, bahwa selama memerintah dan membangun Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dirinya menempuh 4 jalan. Dan selama menempuh jalan tersebut, dirinya mengakui, telah melalui aneka aral yang menghalang. “Kita telah berupaya membangun KSB ini melalui 4 jalan. Yang pertama melalui jalan tanah.…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Komentar