Realisasi APBD Sumbawa Barat Tembus 86%, Serapan Anggaran Jadi PR Besar

Kantor Bupati Sumbawa Barat

Taliwang, KOBARKSB.com – Pemandangan kontras mewarnai postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) hingga pertengahan Agustus 2025. Di satu sisi, pemerintah daerah berhasil mencatatkan kinerja pendapatan yang luar biasa, melampaui target pro-rata dan jauh meninggalkan capaian provinsi. Namun di sisi lain, kemampuan untuk membelanjakan dana tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk diselesaikan.

Berdasarkan data resmi yang dirilis Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan per 13 Agustus 2025, realisasi pendapatan KSB telah mencapai angka impresif 86,33%. Dari total target sebesar Rp 1,33 triliun, pemerintah daerah telah berhasil mengumpulkan Rp 1,15 triliun. Capaian ini secara persentase jauh lebih unggul dibandingkan realisasi APBD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada periode yang sama baru mencatatkan serapan pendapatan sebesar 50,59%.

Analisis lebih mendalam menunjukkan bahwa performa gemilang ini ditopang kuat oleh aliran dana dari pemerintah pusat. Pos Pendapatan Transfer (TKDD), yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menjadi motor utama dengan realisasi yang bahkan melampaui pagu, yakni sebesar 103,17% atau Rp 1,02 triliun. Angka ini menegaskan efektifnya penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat ke KSB, yang menjadi instrumen vital untuk mendukung program pembangunan dan pelayanan publik di daerah.

Wujudkan Riset Berdampak Luas, Universitas Cordova dan PT Medco Energi Dirikan Menara Pengukur Angin di Sumbawa Barat

Meski demikian, kemandirian fiskal daerah masih menunjukkan tantangan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru terealisasi sebesar 68,35%, sementara pos Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah mencatatkan serapan paling rendah, hanya 19,46%. Fakta ini menggarisbawahi tingkat ketergantungan KSB yang masih tinggi terhadap dana transfer dari APBN.

Tabel Realisasi APBD Kabupaten Sumbawa Barat per 13 Agustus 2025

Sumber: Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI

Tingkatkan Profesionalisme, PWI Sumbawa Barat Kirim 17 Wartawan Ikuti OKK dan UKW Lanjutan di Mataram

Di balik cemerlangnya angka pendapatan, sisi belanja daerah menampilkan cerita yang berbeda. Realisasi belanja APBD KSB secara keseluruhan baru mencapai 54,14%, atau sebesar Rp 728,97 miliar dari total alokasi Rp 1,34 triliun. Kesenjangan yang signifikan antara realisasi pendapatan yang sudah mencapai 86,33% dan belanja yang baru separuhnya menimbulkan pertanyaan kritis mengenai kecepatan eksekusi program di lapangan.

Kondisi ini dapat diibaratkan seperti “kas yang terisi penuh, namun perputaran uangnya melambat”. Perlambatan belanja, jika tidak segera diatasi, berisiko menumpuk di akhir tahun anggaran, yang dapat mempengaruhi kualitas hasil pembangunan dan mengurangi dampak stimulus ekonomi yang diharapkan dari belanja pemerintah.

Sorotan utama tertuju pada pos-pos belanja strategis yang berdampak langsung pada masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Realisasi Belanja Barang dan Jasa tercatat sebagai yang terendah di antara pos belanja utama, yakni baru mencapai 45,12%. Angka ini mengindikasikan adanya kemungkinan kendala dalam proses pengadaan atau pelaksanaan program-program operasional OPD. Sementara itu, Belanja Modal yang krusial untuk pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan fasilitas publik, realisasinya sedikit lebih baik di angka 56,99%. Meski demikian, masih ada dana sekitar Rp 97 miliar di pos ini yang harus dikejar penyerapannya dalam sisa tahun anggaran.

Menghadapi situasi ini, tantangan besar kini berada di pundak Sekretaris Daerah (Sekda) KSB selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Diperlukan akselerasi dan terobosan untuk mengidentifikasi serta mengatasi hambatan yang menyebabkan lambatnya serapan anggaran. Dengan sisa waktu yang semakin menipis, percepatan belanja yang efektif dan akuntabel menjadi kunci agar target pembangunan tahun 2025 dapat tercapai dan manfaatnya bisa dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat Sumbawa Barat. (kdon)

About The Author

Trending

  • 58
    Menyemai Mandiri di Tana Samawa, Cerita 88 Persen Rantai Pasok AMMAN yang Menghidupi WargaOleh: Syuaib Ahkam Suara dering notifikasi transaksi digital berbunyi nyaring dari sebuah ponsel pintar milik pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Sumbawa Besar. Di layarnya, tertera status pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang baru saja tuntas. Sementara ratusan kilometer dari sana, di sebuah ruang pelatihan…
  • 52
    Menenun Harapan dari Negeri di Atas Awan Bersama AMMANKabut tipis masih menyelimuti Desa Mantar ketika matahari perlahan menyingkap cakrawala. Dari ketinggian 685 meter di atas permukaan laut, desa ini seolah berdiri di antara langit dan bumi. Tak berlebihan jika masyarakat dan para pengunjung menjulukinya sebagai “Negeri di Atas Awan”. Dari sini, matahari terbit memancarkan cahaya keemasan, menyingkap siluet…
  • 52
    Napas Biru di Selat Alas: Cara AMMAN Menenun Keabadian Ekologis Gili BaluOleh: Hardoni  Bumi selalu mengingat dua hal: apa yang diurai dari rahimnya, dan apa yang disemaikan kembali di permukaannya. Bagi sebuah entitas industri ekstraktif, kesadaran ini kerap kali berhenti sebagai sebaris angka di dalam laporan keberlanjutan tahunan. Namun, di kaki-kaki bukit Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kesadaran itu mewujud menjadi perkara martabat…
  • 50
    AMMAN dan Peselancar Rizal Tandjung Kolaborasi Majukan Wisata Bahari Sumbawa Barat"Hamparan pantai yang luas dengan pasir putih yang halus, air laut biru jernih, dan ombak yang menantang menjadikan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) surga bagi para pecinta wisata bahari. Potensi luar biasa ini tak luput dari perhatian AMMAN, salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, dan Rizal Tandjung,…
  • 50
    Menenun Kembali Hijau Sumbawa: Jejak Keberlanjutan di Jantung Operasi AMMANOleh: Hardoni Di jantung Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten Sumbawa Barat, sebuah narasi baru sedang ditulis. Di tengah persepsi umum yang sering kali menempatkan industri pertambangan sebagai antitesis kelestarian lingkungan, area Tambang Batu Hijau milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menyuguhkan perspektif berbeda. Di sini, industri berat mencoba berjalan…
  • 49
    Gubernur NTB Dituduh 'Main Belakang' dan 'Berkhianat' Soal Amman MineralTaliwang, KOBARKSB.com - Beredarnya surat usulan nama-nama calon komisaris independen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang dibuat IKASUM JAYA setelah pertemuan bersama Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, memantik reaksi keras sejumlah elemen masyarakat di Sumbawa dan Sumbawa Barat. "Tidak elok elit Jakarta minta jatah Komisaris ke PT AMNT di tengah rakyat…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×