fbpx Daya Beli Masyarakat Sumbawa Barat Anjlok, Mayoritas Barang Konsumsi Datang dari Luar KSB

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Daya Beli Masyarakat Sumbawa Barat Anjlok, Mayoritas Barang Konsumsi Datang dari Luar KSB - Pasar Tana Mira Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)

Daya Beli Masyarakat Sumbawa Barat Anjlok, Mayoritas Barang Konsumsi Datang dari Luar KSB

Taliwang, KOBARKSB.com – Daya beli masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) selama beberapa kurun waktu terakhir dilaporkan mengalami penurunan drastis. Yang lebih memprihatinkan, hampir sebagian besar barang yang dikonsumsi warga KSB berasal dari luar daerah.

Hal tersebut tergambar dan terurai dalam Katalog BPS Nomor 9302020.5207, tentang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumbawa Barat Menurut Pengeluaran 2017-2021, yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), April 2022.

“Selama periode tahun 2017-2021, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat mengalami pergerakan yang cukup ekstrim, yakni, sebesar -19,41 persen (2017); -34,57 persen (2018); -1,15 persen (2019); 28,79 persen (2020); dan 0.33 persen (2021),” beber Arrief Chandra Setiawan, Plt Kepala BPS KSB, dalam Katalog BPS, tentang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumbawa Barat Menurut Pengeluaran 2017-2021.

Agregat makro lain yang diturunkan dari data PDRB, jelas Arrief, adalah pertumbuhan riil PDRB atau pertumbuhan ekonomi (economic growth). Indikator ekonomi inilah, kata Arrief, yang menggambarkan kinerja pembangunan ekonomi suatu wilayah.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)

“Dari seluruh nilai tambah bruto (PDRB) yang diciptakan di Kabupaten Sumbawa Barat, ternyata sebagian besar masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Dengan kata lain, sebagian besar produk (domestik) yang dihasilkan di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat maupun produk (impor) didatangkan dari luar wilayah atau luar negeri, digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi akhir oleh rumah tangga,” terang Arrief.

Kenaikan jumlah penduduk, tambah Arrief, menjadi salah satu pendorong terjadinya kenaikan nilai pengeluaran konsumsi rumah tangga. Yang mana pada gilirannya, terangnya, kenaikan tersebut juga akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Namun sayangnya, imbuh Arrief, bahwa pada tahun 2021 nilai komponen konsumsi rumah tangga mengalami sedikit penurunan. Hal tersebut, tukasnya, salah satu penyebabnya adalah pandemi Covid-19 yang membuat daya beli masyarakat menjadi turun, terutama pada saat masa pembatasan sosial skala besar.

“Nilai PDRB per kapita Sumbawa Barat atas dasar harga berlaku sejak tahun 2017 hingga 2019 mengalami penurunan, dan sempat mengalami sedikit kenaikan di tahun 2020. Pada tahun 2017 PDRB per kapita tercatat sebesar Rp 169,91 juta dan pada tahun 2021 menjadi Rp 160,09 juta,” demikian Plt Kepala BPS KSB. (kdon)

About Post Author

Don`t copy text!