Butuh Biaya Rp 163,44 Miliar, PLTM Bintang Bano Ditawarkan Ke Investor

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Butuh Biaya Rp 163,44 Miliar, PLTM Bintang Bano Ditawarkan Ke Investor - Bendungan Bintang Bano Sumbawa Barat

Butuh Biaya Rp 163,44 Miliar, PLTM Bintang Bano Ditawarkan Ke Investor

Taliwang, KOBARKSB.com – Setelah diresmikan Presiden Jokowi pada awal tahun 2022, Kementerian PUPR dilaporkan akan terus melakukan pemeliharaan dan segera membangun infrastruktur untuk Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di Bendungan Bintang Bano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna, bahwa untuk pembangunan PLTM ini dibutuhkan biaya sebesar Rp 163,44 miliar. Proyek ini nantinya akan ditawarkan kepada investor dalam bentuk Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Proyek ini memiliki nilai investasi Rp 163,44 miliar. Sementara masa konsesinya adalah 27 tahun, yang terdiri dari 2 tahun masa konstruksi dan 25 tahun take or pay,” kata Herry, dalam acara Market Consultation Proyek KPBU Pemeliharaan Bendungan dan Penyediaan Infrastruktur PLTM Bintang Bano, di Jakarta, Senin, (23/5).

Hal tersebut dilakukan pihaknya, jelas Herry, sebagai salah satu bentuk optimalisasi pemanfaatan bendungan yang dimiliki oleh Kementerian PUPR. Dan dalam masa take or pay, tambahnya, PT PLN akan memberi listrik sesuai perjanjian. Sedangkan untuk pengembalian investasi proyek akan dilakukan melalui penggunaan layanan atau tarif.

“Proyek KPBU PLTM Bintang Bano ini, nantinya diprediksi akan memiliki listrik 6,3 MW (3 turbin x 2,1 MW) dengan estimasi produksi listrik tahunan sebesar 32,78 GWh (dengan capacity factor sebesar 59,4 persen). Saat ini, Kementerian PUPR sudah mengeluarkan surat persetujuan prakarsa untuk menyusun proyek feasibility study (studi kelayakan),” terang Herry.

Setelah studi kelayakan selesai, kata Herry, maka akan dilakukan penyusunan dokumen pengadaan dan dokumen perjanjian kerjasama KPBU. Selanjutnya proyek KPBU PLTM Bintang Bano akan masuk tahap transaksi.

“Sebelum memasuki proses transaksi, perlu dilakukan market consultation untuk menyampaikan proyek ini akan dapat masukan mengenai minat pasar. Lingkup proyek KPBU yang akan ditawarkan kepada investor, yakni, meliputi pembiayaan operasional dan pemeliharaan bendungan, kegiatan pemeliharaan bendungan, dan DBFOMT PLTM Bintang Bano 6,3 MW,” tutup Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR. (knda)

About Post Author

Don`t copy text!