KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Gempa Bumi Dangkal M 4,5 Terjadi di Laut Sumbawa, Getaran Dirasakan di Sumbawa Barat dan Lombok Timur - Gempa Terkini - Gempa Sumbawa Lombok NTB

Gempa Bumi Dangkal M 4,5 Terjadi di Laut Sumbawa, Getaran Dirasakan di Sumbawa Barat dan Lombok Timur

Taliwang, KOBARKSB.com – Stasiun Geofisika Mataram, melaporkan, bahwa pada hari Minggu, 12 Juni 2022, pukul 18.20.14 WITA, telah terjadi gempa bumi berkekuatan M 4,5, dengan episenter terletak pada koordinat 8,39° LS; 117,24° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 22 km barat laut Sumbawa, NTB, pada kedalaman 10 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault),” kata Ardhianto Septiadhi, Kepala Stasiun Geofisika Mataram, BMKG, dalam siaran pers, Minggu, (12/6).

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat, jelasnya, adalah berupa guncangan dirasakan di wilayah Sumbawa III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), Sumbawa Barat II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), Lombok Timur II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Ardhianto.

Hingga pukul 18.45 WITA, berdasarkan hasil monitoring BMKG, tambahnya, menunjukkan adanya 2 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” demikian Kepala Stasiun Geofisika Mataram. (kdon)

Don`t copy text!