Berburu Minyak Goreng Jadi Tren Baru di Sumbawa Barat

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Berburu-Minyak-Goreng-Jadi-Tren-Baru-di-Sumbawa-Barat-Berburu-Minyak-Goreng-di-Alun-alun-Taliwang-Sumbawa-Barat-Operasi-Pasar-Diskoperindag-KSB

Berburu Minyak Goreng Jadi Tren Baru di Sumbawa Barat

Taliwang, KOBARKSB.com – Bukan hanya kaum ibu-ibu saja yang dibuat pusing dengan kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Tetapi kaum bapak-bapak juga ikut dibuat pusing tujuh keliling oleh minyak goreng.

Operasi Pasar Ketersediaan Pangan Diskoperindag KSB di Alun-alun Kota Taliwang Sumbawa Barat

“Tumben baru sekarang saya ikut antri beli minyak goreng di alun-alun. Minggu kemarin saya antri di Indomaret tiangnam mas. Padahal selama ini barang ini biasa-biasa saja,” tutur Anto, (36 Tahun), Warga Taliwang, kepada awak media ini, Rabu, (2/3), sesaat setelah antri beli minyak goreng di alun-alun Kota Taliwang, Sumbawa Barat.

Antrian Operasi Pasar Ketersediaan Pangan Diskoperindag KSB

Menurut Anto, tidak sewajarnya jika Pemerintah mempersulit masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok mereka sehari-hari. Seharusnya hal-hal seperti ini sudah ditakar dan diukur jauh-jauh hari sebelum menerbitkan aturan baru tentang harga minyak goreng.

“Dulu oleh minyak tanah kita dipersulit, sekarang oleh minyak goreng. Semestinya sebelum dibuat harga baru, sudah diketahui dampaknya dan telah dipikirkan langkah antisipasinya mas. Ini kan tidak! Kadang kita di rumah bertengkar, hanya gara-gara minyak goreng,” tukasnya, dengan nada kesal.

Antrian Pembeli Minyak Goreng di Indomaret Taliwang Sumbawa Barat

Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, tambah Anto, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan turun drastis. Apalagi sebentar lagi umat muslim akan menjalani ibadah puasa ramadhan.

“Jika sebelum puasa saja sudah begini kondisinya, apalagi nanti pas bulan puasa. Maklum kalau bulan puasa konsumsi minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya pasti akan meningkat tajam mas. Maka sebelumnya, pemerintah mesti siap-siap. Percuma mereka digaji dari uang rakyat jika tidak paham kebutuhan rakyat,” tutup Anto, dengan wajah memerah, akibat terkena terik sinar matahari. (kdon)

About Post Author

Don`t copy text!