BAF Cabang Sumbawa Dituntut Konsumen Karena Teledor

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

BAF-Cabang-Sumbawa-Dituntut-Konsumen-Karena-Teledor-Kantor-BAF-Sumbawa-Besar-Kabupaten-Sumbawa

BAF Cabang Sumbawa Dituntut Konsumen Karena Teledor

Taliwang, KOBARKSB.com – Akibat keteledoran manajemen PT Bussan Auto Finance (BAF) Cabang Sumbawa, seorang nasabahnya menuntut perusahaan pembiayaan tersebut karena dirinya ditagih untuk bayar Rp 12.270.000 berikut denda Rp 152.000.000 atas tunggakan kredit sepeda motor tahun 2014, yang bukan lagi menjadi tanggungannya. 

Kepada awak media ini, Kamis, (17/2), Burhanuddin (44 tahun), Warga Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, mengaku, bahwa dirinya kaget begitu mengetahui dirinya masuk dalam daftar blacklist BI checking atas persoalan yang seharusnya sudah tuntas pada tahun 2014.

“Saya kaget ketika saya akan mengajukan permohonan kredit di Bank tahun ini, tiba-tiba pihak bank menolaknya karena saya masuk dalam blacklist BI checking. Setelah saya cari tahu penyebabnya, ternyata hal itu terjadi akibat kasus kredit motor di BAF Sumbawa tahun 2014 mas,” tutur Burhanuddin.

Mengetahui hal tersebut, lanjut Burhanudin, dirinya langsung mendatangi Kantor BAF Cabang Sumbawa untuk minta penjelasan. Di hadapan petugas BAF, terangnya, pihaknya menjelaskan kronologis kejadian perkara. Dirinya pun membenarkan pernah melakukan kredit motor pada tahun 2014 silam. Namun, setelah 3 bulan angsuran, motornya mengalami kecelakaan dengan pengendara bernama Wisnu. 

Setelah peristiwa tersebut, terang Burhanuddin, si Wisnu mau bertanggung jawab dan bersedia melanjutkan angsuran kredit atas namanya. Sehingga ia dan Wisnu, cerita Burhanuddin, pada saat itu langsung mendatangi Kantor BAF Taliwang untuk menyampaikan permohonan agar kredit motor atas nama Burhanuddin dialihkan kepada nama Wisnu. Dan pihak BAF Taliwang pun pada saat itu, bebernya, menyetujui hal itu.

“Sehingga setelah itu saya merasa tidak ada tunggakan kredit lagi di BAF, karena persoalan kredit motor di tahun 2014 saya kira sudah selesai. Apalagi setelah pertemuan itu, pihak BAF sudah tidak pernah lagi mendatangi saya hingga saat ini. Makanya saya beranggapan tidak ada masalah,” ujar Burhanuddin.

Namun setelah sekian tahun berlalu, tambahnya, dirinya baru mengetahui ternyata urusannya dengan BAF tidak tuntas saat itu. Sebab tiba-tiba pada tahun ini, tukas Burhan, ia masuk dalam blacklist BI checking karena perkara itu. Oleh karena itu, sambung Burhan, dirinya akan menyurati pihak BAF untuk minta pertanggungjawaban, dan meminta blacklist atas nama dirinya diputihkan.

“Saya hanya membayar angsuran motor tersebut selama 3 bulan, dan seterusnya pihak BAF sudah tidak pernah lagi menagih ke saya, sebab kita sudah sepakat akan diteruskan oleh Wisnu. Dan tercatat telah 11 bulan angsuran motor dibayar oleh Wisnu. Wisnu pun telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Bahkan setelah Wisnu meninggal dunia pun pihak BAF tidak mendatangi saya untuk membicarakan kelanjutan angsuran. Lantas ini salah siapa mas,” tandas Burhanuddin.

Dikonfirmasi media ini, Dedy, salah satu karyawan BAF Cabang Sumbawa, membenarkan adanya pengaduan atas nama Burhanuddin. Ia pun menjelaskan, bahwa pihaknya tidak tahu menahu atas kejadian pengalihan angsuran, sebab tidak ada bukti tertulis. Serta kejadiannya pun, tambahnya, terjadi di Taliwang Sumbawa Barat, dan petugas BAF Taliwang pun tidak pernah melaporkan kejadian tersebut.

“Memang pernah ada atas nama Burhanuddin dari Taliwang Sumbawa Barat melaporkan perkara blacklist namanya di BI checking. Setelah saya telusuri, ternyata benar dirinya masih punya tunggakan, serta denda mencapai Rp 152.000.000,” kata Dedy, singkat. (kdon)

About Post Author

Don`t copy text!