fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Varian Mu dan Varian Lambda Mengancam, Indonesia Perketat Kedatangan dari Luar Negeri - Tes PCR di Bandara Soekarno Hatta

Varian Mu dan Varian Lambda Mengancam, Indonesia Perketat Kedatangan dari Luar Negeri

Jakarta, KOBAR – Untuk mencegah potensi masuknya varian baru Virus Corona ke Indonesia, seperti, varian Mu dan varian Lambda yang tengah mengganas di beberapa negara. Pemerintah membatasi dan memperketat kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) dari luar negeri. Baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.

Terminal Bandara Soekarno Hatta Disemprot Disinfektan

“Kita tidak juga ingin kecolongan meluasnya varian baru seperti Mu dan Lambda masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, untuk mencegah hal itu terjadi pemerintah akan membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia, dan memperketat proses karantina bagi warga negara asing maupun warga negara Indonesia yang datang dari luar negeri,” kata Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves), dalam keterangan pers, Senin, (20/9).

Menko Marves dan Menhub Tinjau Bandara Soekarno Hatta

Untuk jalur udara, terang Luhut, pemerintah hanya membuka pintu masuk melalui Bandar Udara (Bandara) Soekarno Hatta di Tangerang, Banten, dan Bandara Sam Ratulagi di Manado, Sulawesi Utara. 

Sedangkan untuk jalur laut, pintu masuk hanya melalui Batam dan Tanjungpinang di Kepulauan Riau. Kemudian untuk jalur darat, pintu masuknya hanya melalui Aruk dan Entikong di Kalimantan Barat, Nunukan di Kalimantan Utara, dan Motaain di Nusa Tenggara Timur. 

Tes PCR Bagi Penumpang dari Luar Negeri yang Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta

“TNI dan Polri akan ditugaskan untuk melakukan peningkatan pengawasan di jalur–jalur tikus, baik di darat maupun laut, yang jumlahnya bisa beberapa ratus,” tegasnya. 

Selain membatasi pintu masuk, pemerintah juga, jelas Luhut, memperketat proses kedatangan internasional. Setiap pelaku perjalanan yang tiba di Indonesia harus melakukan karantina selama 8 hari dan melakukan tes PCR sebanyak 3 kali. 

“Pemerintah juga meningkatkan kapasitas karantina dan testing, terutama di pintu masuk darat,” tutup Menko Marves. (knda)

Don`t copy text!