fbpx
Camat Pungut THR dari Kades, Tertangkap Basah Bupati

Camat Pungut THR dari Kades, Tertangkap Basah Bupati

Kediri, KOBAR – Camat Purwoasri, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kepergok minta Tunjangan Hari Raya (THR) ke Desa Se-Kecamatan Purwosari. Aksi camat tersebut dipergoki langsung oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Sang Bupati memergoki langsung si camat sedang melakukan pungutan liar ke aparatur desa.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak uang Rp 15 juta berhasil diamankan oleh Hanindhito Himawan Pramana dari tangan Camat yang melakukan pungutan liar ke semua Desa di Kecamatan Purwoasri.

Alhasil, kini uang pungutan liar itu sudah dikembalikan, dan Camat Purwoasri ini mendapat sanksi berupa pemindahan tugas setingkat lebih bawah.

Terkait kasus ini, Hanindhito Himawan Pramana, menggelar konferensi pers, di Pendopo Panjalu Djayati, Sabtu, (15/5).

Menurut Mas Dhito, panggilan akrabnya, yang merupakan putra dari Sekretaris Kabinet Pramono Anung, bahwa sebelumnya, dirinya sudah mendapatkan informasi dari masyarakat akan adanya permintaan THR oleh Camat Purwoasri kepada Desa se-Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.

“Setelah saya dengar pada tanggal 4 Mei 2021, setelah buka puasa. Lalu saya telpon camat yang bersangkutan untuk menghentikan penarikan THR. Jika sudah terlanjur menarik, maka saya minta untuk dikembalikan,” tutur Bupati Kediri.

Akan tetapi perintah itu, lanjutnya, tak digubris oleh Camat Purwoasri inisial M. Ia justru terus melakukan penarikan uang ke Desa-desa di Kecamatan Purwoasri.

Bupati Kediri Jawa Timur
Bupati Kediri Jawa Timur

“Kemudian besoknya saya temukan ada pengumpulan sejumlah uang total Rp 15 juta,” imbuhnya.

Saat ini yang bersangkutan, terangnya, sudah diberikan sanksi berupa pemindahan dan penurunan jabatan setingkat lebih rendah.

Pada kesempatan ini juga, ia mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Kabupaten Kediri untuk tidak melakukan pungutan liar.

Berikut Kronologi secara lengkap, kasus Camat Purwoasri yang tertangkap lakukan pungutan liar untuk Tunjangan Hari Raya:

1. Pada tanggal 27 April 2021, Camat Purwoasri mengadakan rapat dengan para Kepala Desa se-Kabupaten Kediri. Kemudian, sebelum hari rapat dengan kepala desa, Camat M menanyakan ke Kasi Pemberdayaan Masyarakat mengenai THR dari Desa.

2. Selanjutnya, Kasi Pemberdayaan Masyarakat meneruskan permintaan camat ini ke para Kepala Desa, melalui Grup WhatsApp.

3. Menindaklanjuti arahan Camat Purwoasri, kemudian salah satu perangkat desa, yakni Bendahara Desa di Kecamatan Purwoasri, mengajak bicara Kasi PMD Kecamatan untuk membahas mengenai nominal THR.

4. Hingga akhirnya, pada tanggal 28 April 2021, disepakati angka sebesar Rp 1 juta yang diserahkan kepada Camat Purwoasri. Dari sebelumnya, permintaan dari Camat Purwoasri, meminta sejumlah Rp 1,5 juta.

5. Selanjutnya Mas Dhito menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat mengenai pungli yang dilakukan oleh Camat Purwoasri.

6. Kemudian pada tanggal 5 Mei 2021, Mas Dhito menemukan transaksi yang dilakukan oleh Kasi PMD Kecamatan di Sebuah Balai Desa Ketawang Purwoasri dan menemukan uang sekitar Rp 15 juta.

7. Saat ini, terhadap pihak bersangkutan, sudah dilakukan proses pemeriksaan oleh inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kediri.

8. Sanksi yang diberikan kepada keduanya, ada 2 macam. Pertama, untuk Camat Purwoasri diberikan sanksi berat berupa pemindahan dan penurunan jabatan setingkat lebih rendah. Sementara, untuk Kasi PMD Kecamatan, diberikan penurunan pangkat lebih rendah jabatan selama 3 tahun. (knda)

Don`t copy text!