fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Jokowi Marah, Rp 182 Triliun APBD Tak Dibelanjakan Tapi Ditimbun di Bank Daerah

Jokowi Marah, Rp 182 Triliun APBD Tak Dibelanjakan Tapi Ditimbun di Bank Daerah

Jakarta, KOBAR – Di hadapan Kepala Daerah seluruh Indonesia, Presiden Joko Widodo menyampaikan kekesalannya karena kebanyakan Kepala Daerah tidak membelanjakan anggaran daerah segera. Tetapi malah memilih untuk menimbunnya di Bank Daerah.

“Jadi transfer dari pusat ke daerah itu tidak dibelanjakan, tapi ditaruh di bank. Ini yang menyebabkan mengerem laju pertumbuhan ekonomi. Ya di sini. Hati-hati, akhir Maret saya lihat di perbankan daerah ada Rp 182 triliun. Tidak semakin turun, semakin naik. Naik 11,2%. Artinya, tidak segera dibelanjakan. Bagaimana pertumbuhan ekonomi daerah mau naik kalau uangnya disimpan di bank? Hati-hati!,” kata Jokowi, dengan nada marah, Kamis, (28/4).

Menurutnya, belanja pemerintah saat ini, berpengaruh besar dalam perputaran roda ekonomi. Ia pun mencatat, bahwa per Maret 2021, belanja pegawai baru 63% dan belanja modal baru 5,3%.

“Baru 5%. Padahal yang namanya perputaran uang di sebuah daerah itu sangat menentukan pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, saya mengajak kepada seluruh provinsi, kabupaten dan kota, segerakan yang namanya belanja pemda, belanja APBD, segerakan,” seru Jokowi.

Hal tersebut, keluh Jokowi selalu terjadi, padahal dirinya sudah sering kali memberikan pesan kepada Mendagri, agar mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk segera membelanjakan APBD, baik belanja pegawai maupun belanja modal.

“Tapi yang terpenting belanja modal. Ini disegerakan! Sehingga terjadi peredaran uang di daerah. Hati-hati, Rp 182 triliun ini uang yang sangat guede sekali. Ini kalau segera dibelanjakan, uang akan berputar di masyarakat dan akan pengaruhi pertumbuhan ekonomi yang tidak kecil,” tegas Presiden Joko Widodo. (knda)

Don`t copy text!