fbpx
Pengukuran Lahan dan Pemasangan Patok Bandara Sumbawa Barat di Poto Tano Dimulai

Pengukuran Lahan dan Pemasangan Patok Bandara Sumbawa Barat di Poto Tano Dimulai

Poto Tano, KOBAR – Sebagai tanda keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk membangun Bandar Udara (Bandara) di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, maka proses pengukuran dan pemasangan patok lokasi bandara mulai dilakukan.

“Alhamdulillah, dengan kebersamaan dan kekompakan tim fasilitasi pembangunan Bandara Sumbawa Barat di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, serta dukungan dan partisipasi masyarakat yang luar biasa, sehingga proses pengukuran dan pemasangan patok lokasi, berjalan dengan aman dan lancar,” kata Agusman SPt, Camat Poto Tano, Minggu, (25/4).

Setelah proses pengukuran dan pemasangan patok lokasi bandara tuntas dilaksanakan, jelasnya, maka selanjutnya akan dilakukan penyusunan Pertek dan penilaian publik oleh Konsultan Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Semoga Allah SWT memudahkan segala ikhtiar dan harapan kami masyarakat Kecamatan Poto Tano,” ujar Camat Poto Tano.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi tim percepatan dan tim fasilitasi pembangunan bandara, di Graha Fitrah, Selasa, (20/4). Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, menyatakan, bahwa seluruh biaya dari proses persiapan hingga terbangunnya bandara menjadi tanggung jawab pihak investor.

“Pemda Sumbawa Barat menjadi inisiator dari proses pembangunan besar ini. Namun dalam proses pembiayaan dan seluruh biaya atas semua aktivitas ini tidak melibatkan dana APBD maupun APBN, melainkan murni bersumber dari perusahaan swasta. Dalam hal ini adalah PT Amman Mineral Nusa Tenggara,” kata Bupati.

Pembangunan bandara ini, jelasnya, adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap konektivitas transportasi daerah. Pembangunan bandara ini, tambahnya, merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat KSB. Sebab, meski memiliki sumber daya alam yang luar biasa, konektivitas KSB dengan wilayah luar menjadi kelemahan saat ini. 

“Oleh sebab itu, hadirnya bandara kelak akan berperan sebagai sarana transportasi udara, dan yang utama akan mampu menghubungkan KSB dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia. Sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat pun tentu akan meningkat dengan kehadiran bandara,” terang Bupati.

Setelah dilakukan sosialisasi, bebernya, hampir seluruh masyarakat Kiantar menyatakan persetujuan mereka atas pembangunan bandara tersebut. Lokasi bandara, jelasnya, rencananya akan berada pada lahan di belakang Kantor Desa Kiantar. Sedangkan landasan pacu bandara direncanakan sepanjang 2,1 km, dengan lebar 300 meter.

“Saya berharap tidak ada lagi transaksi setelah sosialisasi. Jadi sama-sama kita bekerja. Saya berharap setelah pembebasan lahan sampai dengan penerbitan hak guna bangunan tidak ada kendala. Kami dari pemerintah daerah akan membantu memfasilitasi semua syarat dan dokumen yang menjadi kewenangan kabupaten hingga tuntas,” demikian Bupati Sumbawa Barat. (kdon)

Don`t copy text!