Birokrasi KSB Maju Berbelit, Warga: “Daripada Ribet, Lebih Baik Tidak!”

Pelayanan KSB Maju Semrawut, Warga Sumbawa Barat Enggan Mengurus

Taliwang, KOBARKSB.com – Program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kartu Sumbawa Barat Maju (KSB Maju), yang digadang-gadang sebagai solusi kesejahteraan masyarakat, justru menuai keluhan di lapangan. Proses pembuatan dan pencairan yang dinilai semrawut dan jelimet membuat sebagian warga yang berhak justru enggan dan sungkan untuk mengurusnya.

Berdasarkan pantauan di Bank NTB Syariah Cabang Taliwang, pemandangan antrean panjang dan kerumunan warga menjadi hal yang lumrah. Puluhan orang tampak memadati area luar dan dalam bank, menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan. Wajah-wajah lelah terlihat jelas, menggambarkan proses yang harus mereka lalui tidaklah mudah.

Motor Anda Hilang? Polda NTB Amankan 78 Motor Curian, Segera Cek ke Polres Terdekat!

Kondisi ini diperparah dengan alur birokrasi yang dianggap tumpang tindih dan membingungkan. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, menceritakan pengalaman pahitnya saat mencoba mengurus bantuan kesehatan KSB Maju untuk ibunya yang sedang sakit keras.

“Ibu saya sakit, butuh penanganan. Saya coba urus KSB Maju, tapi malah dipingpong,” keluhnya saat diwawancarai, Jumat (3/10).

Ia menjelaskan, saat mendatangi kantor kelurahan untuk pendataan, ia justru diarahkan ke Dinas Sosial. Namun setibanya di Dinas Sosial, ia kembali dilempar ke kelurahan dengan alasan pendataan dilakukan di tingkat desa/kelurahan.

Tanpa Sekat, Kapolsek Poto Tano Tampung Curhatan dan Keluhan Warga

“Daripada ribet dan menghambat, lebih baik tidak. Proses yang panjang ini bukan mempermudah, tapi mempersulit kami. Untuk penanganan cepat, akhirnya kami pakai BPJS Kesehatan saja yang jelas ditanggung semua,” ungkapnya dengan nada pasrah.

Menurutnya, bantuan yang dijanjikan sekitar Rp 2,5 juta dari program KSB Maju pun tidak akan cukup untuk mengcover biaya pengobatan ibunya yang menderita penyakit jantung dan gangguan mata yang kemungkinan memerlukan operasi. Ia merasa proses yang rumit tidak sebanding dengan hasil yang didapat.

“Ini membuat programnya terkesan hanya untuk politis saja, bukan benar-benar membantu,” tambahnya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap efektivitas para Agen Pembangunan Desa Gotong Royong (PDPGR) dan Tim KSB Maju yang telah dibentuk pemerintah daerah. Seharusnya, agen dan tim tersebut berfungsi sebagai garda terdepan untuk melakukan sosialisasi, pendataan, dan pendampingan bagi warga, terutama mereka yang memiliki keterbatasan pendidikan atau akses informasi.

ASN KSB Jangan Asal ‘Live’ Medsos! BKPSDM Ingatkan Sanksi Berat Jika Lalai Tugas Saat Jam Kerja

Namun, pengalaman warga yang harus bolak-balik antar instansi menunjukkan adanya kegagalan dalam sistem pendampingan tersebut. Alur administrasi yang tidak jelas dan kurangnya koordinasi antar lembaga membuat warga menjadi korban birokrasi.

“Saran saya untuk Bapak Bupati, tolong proses administrasinya dipermudah, terutama bagi kami masyarakat desa atau orang tua yang tidak punya pendidikan tinggi. Mengurus berkas yang sangat banyak itu susah dan ribet,” pinta warga tersebut.

Ia menambahkan, meskipun bantuan tersebut dinilai kecil, namun tetap sangat berarti bagi masyarakat kurang mampu untuk sekadar biaya transportasi atau kebutuhan harian saat berobat.

Kepergok Tinggal Bersama Tanpa Nikah, Sejoli di Taliwang Diamankan Satpol PP KSB

“Walaupun sedikit, itu sangat membantu untuk uang jalan atau beli air minum. Tapi kalau prosesnya begini, kami jadi sungkan,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan serius untuk mengevaluasi kembali mekanisme pelaksanaan program KSB Maju. Tanpa penyederhanaan birokrasi dan penguatan peran tim pendamping di lapangan, janji politik untuk mensejahterakan masyarakat hanya akan menjadi slogan kosong yang sulit dirasakan manfaatnya. (krij)

About The Author

Trending

  • 93
    Kepuasan Publik KSB Tembus 69%, Namun Brang Rea dan Sekongkang "Lampu Kuning"Taliwang, KOBARKSB.com - Kinerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) periode 2025-2030 mendapat sentimen positif dari mayoritas masyarakat, dengan angka kepuasan publik mencapai 69,0%. Temuan ini merupakan hasil survei yang dirilis oleh Media Survei Nasional (MEDIAN), yang menjadi modal kepercayaan kuat bagi pemerintah daerah. Namun, di balik angka agregat yang meyakinkan…
  • 84
    Forum Yasinan Kembali Digelar Rutin, Bupati Sumbawa Barat Bertekad Perkuat Pemerintahan InklusifTaliwang, KOBARKSB.com - Setelah sempat tertunda selama masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan masa transisi kepemimpinan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menghidupkan Forum Yasinan sebagai agenda rutin. Kegiatan ini dimulai kembali pada Kamis malam (19/6) di kediaman Wakil Bupati Hj. Hanipah, mengukuhkan komitmen pemerintah daerah untuk membangun komunikasi yang…
  • 83
    KSB Maju: Anggaran Megah, Eksekusi PayahDi hadapan kita tersaji sebuah dokumen visi yang megah: "Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2025-2030". Dibungkus dalam presentasi yang apik, penuh dengan infografis berwarna dan foto-foto seremonial, pemerintah daerah memaparkan sebuah mimpi transformatif bernama "KSB Maju Luar Biasa". Angka-angka triliunan rupiah digelontorkan untuk program-program unggulan—mulai dari "Kartu Sumbawa…
  • 81
    Tiga Nama Unggulan Sekda KSB di Tangan Bupati, Istiqarah Jadi PenentuTaliwang, KOBARKSB.com – Debat dan spekulasi mengenai siapa yang akan menduduki kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya mencapai titik klimaks. Panitia seleksi telah secara resmi mengumumkan tiga nama yang berhasil menempati posisi teratas berdasarkan hasil seleksi terbuka dan perolehan nilai. Mereka adalah H. Amir Syarifuddin, S.Pd., S.T.,…
  • 80
    Musrenbang KSB 2026: 446 Usulan Masyarakat Resmi Diakomodasi dalam RKPD 2027Taliwang, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menunjukkan komitmen kuat dalam menyerap aspirasi warga. Dari total 474 usulan pembangunan yang masuk melalui berbagai tahapan, sebanyak 446 usulan resmi diakomodasi untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Kesepakatan ini menjadi salah satu hasil krusial dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan…
  • 78
    Tingkatkan Daya Saing, Pemda KSB Dorong IKM Ciptakan Inovasi Motif TenunTaliwang, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terus berupaya meningkatkan daya saing produk tenun lokal. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mendorong para penenun untuk menciptakan inovasi motif agar produk yang dihasilkan lebih variatif, modern, dan mampu menembus pasar yang lebih…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×