fbpx
Banjir Bandang di NTT Telan Korban 128 Orang Meninggal, 72 Orang Hilang, dan 8.424 Orang Mengungsi

Banjir Bandang di NTT Telan Korban 128 Orang Meninggal, 72 Orang Hilang, dan 8.424 Orang Mengungsi

Jakarta, KOBAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, bahwa hingga hari ini, sebanyak 128 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sebanyak 8.424 orang dari 2.019 KK mengungsi, akibat bencana banjir dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur, yang terjadi pada hari Minggu, (4/4).

“Meninggal dunia, dengan rincian; Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12,” beber Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, BNPB, dalam siaran persnya, Selasa, (6/4).

Sementara itu, lanjutnya, jumlah pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sumba Timur, sebanyak 7.212 orang (1.803 KK), Lembata 958 orang, Rote Ndao 672 orang (153 KK), Sumba Barat 284 orang (63 KK), dan Flores Timur 256 orang.

“Orang hilang mencapai 72 orang, dengan rincian; Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23 orang, dan Lembata 21 orang,” tuturnya.

Pemerintah daerah, terangnya, akan terus memutakhirkan data dari kaji cepat di lapangan. Adapun warga yang mengungsi, katanya, tersebar di 5 kabupaten di wilayah Provinsi NTT.

Terkait kerugian materil yang diakibatkan bencana banjir di NTT ini, tambahnya, BNPB mencatat ada 1.962 unit rumah terdampak. 119 unit rumah rusak berat, 118 unit rumah rusak sedang, dan 34 unit rumah rusak ringan. Sedangkan fasilitas umum yang rusak, yakni, 14 unit rusak berat, 1 rusak ringan dan 84 unit lain terdampak.

“Kerusakan tersebut, dengan rincian; di Kota Kupang 10 unit rumah rusak sedang, dan 657 unit rumah terdampak. Kemudian di Kabupaten Flores Timur 82 unit rumah rusak berat, 34 unit rumah rusak ringan, 97 unit rumah terdampak dan 8 unit fasilitas umum rusak berat,” ungkapnya. 

Sementara di Kabupaten Malaka, 1.154 unit rumah terdampak dan 65 fasilitas umum terdampak. Di Kabupaten Ngada 4 unit rumah rusak berat, 2 unit rumah rusak sedang dan 1 fasilitas umum terdampak.

Adapun di Kabupaten Sumba Barat sebanyak 54 unit rumah terdampak. Di Kabupaten Sumba Timur, ada 7 unit fasilitas umum terdampak. Selanjutnya, di Kabupaten Rote Ndao, 12 unit rumah rusak berat. 

Kemudian, di Kabupaten Alor, 21 unit rumah rusak berat, 106 unit rumah rusak sedang, 6 fasilitas umum rusak berat, 1 fasilitas umum rusak ringan, dan 11 fasilitas umum terdampak.

“Bencana ini dipengaruhi cuaca buruk berupa siklon tropis. Cuaca ekstrem akibat siklon tropis seroja ini masih berpotensi terjadi di kawasan Nusa Tenggara Timur dalam beberapa hari kedepan,” pungkasnya. (knda)

Don`t copy text!