BPKP NTB Turun Ke Lokasi Memeriksa dan Mengawasi Proyek Smelter Amman Mineral

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

BPKP NTB Turun Ke Lokasi Memeriksa dan Mengawasi Proyek Smelter Amman Mineral - Perwakilan BPKP NTB di Proyek Smelter Amman Mineral Sumbawa Barat

BPKP NTB Turun Ke Lokasi Memeriksa dan Mengawasi Proyek Smelter Amman Mineral

Maluk, KOBARKSB.com – Untuk memastikan tata kelola Proyek Smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), berjalan efektif dan akuntabel. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan telah turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan terhadap PSN yang terletak di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

“Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diawasi oleh BPKP NTB adalah Pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Komoditas Tembaga (Smelter) oleh PT Amman Mineral Industri,” kata Perwakilan BPKP NTB, dalam siaran pers, Senin, (18/7).

Perwakilan BPKP NTB di Proyek Smelter Amman Mineral

Oleh karena itu, jelas BPKP, maka pihaknya turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan atas penyelesaian PSN tersebut hingga pemanfaatannya. 

“Pengawasan BPKP menjadi penting, karena keberadaan smelter tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam menggerakkan industri hilir dan ekspor, yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional,” tukas BPKP.

PSN smelter yang terletak di Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat ini, terang BPKP, merupakan pembangunan smelter kedua di Indonesia. PSN ini, jelas BPKP, akan memakan biaya yang sangat besar sekitar US$ 1,6 Miliar atau sekitar Rp 22 Triliun.

Kondisi Terkini Proyek Smelter Amman Mineral

“Kekayaan sumber daya mineral yang dimiliki Kabupaten Sumbawa Barat menyumbangkan pendapatan bruto hingga 95%. Sedangkan beberapa manfaat dari dibangunnya smelter ini, diantaranya; Mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah dari produksi dalam negeri dari bahan hasil tambang, meningkatkan penanaman modal dalam negeri (PMDN), memberdayakan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia setempat, serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui peningkatan kegiatan perekonomian,” demikian BPKP NTB. (kdon)

About Post Author

Don`t copy text!