TN Gunung Rinjani Berbenah, Sambut Luapan Wisatawan KEK Mandalika

TN Gunung Rinjani Berbenah, Sambut Luapan Wisatawan KEK Mandalika

Lombok Timur, KOBAR – Sebagai kawasan wisata tertua di Pulau Lombok. Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), tak mau ketinggalan untuk mendulang luapan wisatawan yang akan datang ke NTB, imbas MotoGP 2021, di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.

“NTB akan menjadi tuan rumah berbagai event nasional dan internasional. Sudah seharusnya semua pihak menyiapkan diri dari sekarang. Termasuk Taman Nasional Gunung Rinjani,” kata Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, pada Festival Geopark Rinjani, di Ulem-ulem, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Minggu, (13/12).

Gubernur mengajak semua pihak agar bersama-sama merawat dan menjaga kelestarian alam Gunung Rinjani. Ia berpesan, agar memperlakukan Rinjani seperti layaknya makhluk hidup.

“Ketika kita memaknai bahwa Rinjani adalah sesuatu yang hidup.Akan ada kesadaran bahwa dia akan lahir, dia akan tumbuh, dia akan sakit. Dan ketika dia sakit harus dirawat, dan kalau tidak, hati-hati dia akan mati,” tukas Gubernur.

Ia menyebut, keindahan alam NTB kerap dinodai oleh banyaknya sampah. Padahal tempat tersebut merupakan destinasi wisata. Kebersihan kurang mendapat perhatian serius dari masyarakat. 

Deklarasi Rinjani

“Menjadi perhatian serius kita, agar toilet dan sampah harus kita benahi. Mudah-mudahan ini menjadi komitmen kita bersama untuk menambah poin dalam Deklarasi Rinjani kali ini,” tandas Zulkieflimansyah.

Bagaimanapun, tambahnya, KEK Mandalika Lombok Tengah, akan menjadi poros berbagai perhelatan akbar mendatang. Sehingga daerah-daerah lain di NTB diharapkan dapat mendukung, serta mempersiapkan diri menyambut lonjakan wisatawan ke NTB. 

“Saya kira Lombok Timur punya banyak alternatif yang memungkinkan orang menengok untuk datang ke tempat kita,” tutup Gubernur NTB.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dedy Asriady, menerangkan, jika kegiatan kali ini, merupakan wujud kerjasama dan sinergi TNGR, Pemprov NTB, Pemkab Lombok Timur, Pokdarwis dan masyarakat Tetebatu.

“Kegiatan ini adalah wujud ril kolaborasi antara Geopark Rinjani Lombok bersama Taman Nasional Gunung Rinjani. Yang paling keren adalah acara ini terjadi berkat kerjasama Pokdarwis dan masyarakat Desa Tetebatu,” beber Dedy.

Alasan Tetebatu dipilih sebagai lokasi berlangsungnya kegiatan, jelasnya, karena Tetebatu merupakan Desa Wisata tertua yang ada di Pulau Lombok. Untuk itu, Ia berharap Tetebatu dapat terus eksis dan maju dalam mengembangkan pariwisatanya.

“Rinjani dianggap oleh masyarakat Lombok sebagai pusat air, pusat budaya, sumber kekayaan biodiversity. Sehingga saya meyakini, bahwa menjaga Rinjani adalah menjaga peradaban Lombok,” pungkas Kepala TNGR. (kdon)

Don`t copy text!