Muhammadiyah Wanti-wanti Pemerintah, Jangan Sampai Pilkada Perburuk Pandemi Covid-19

Menu

Mode Gelap

INDONESIA · 8 Sep 2020

Muhammadiyah Wanti-wanti Pemerintah, Jangan Sampai Pilkada Perburuk Pandemi Covid-19


Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. Perbesar

Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.

Haedar Nashir: Wabah Tidak Seperti Dunia Politik, Yang Bisa Diajak Bernegosiasi dan Berkompromi

Yogyakarta, KOBAR – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir MSi, dalam siaran persnya, Senin, (7/9), mengatakan, bahwa pelaksanaan Pilkada Serentak pada masa pandemi Covid-19 berisiko tinggi. Terlebih, digelar di tengah-tengah kondisi pandemi di Indonesia yang masih tinggi.

Dia melihat, itu memang keputusan dilematis. Pemerintah maupun penyelenggara Pilkada tentu memiliki dasar perundang-undangan dan pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan secara yuridis, politik, dan moral kenegaraan. Namun, dia mengingatkan, bahwa ancaman wabah corona tetap harus jadi perhatian dan pertimbangan penting dan utama. Pasalnya, wabah tidak seperti dunia politik yang bisa diajak bernegosiasi dan berkompromi. 

Haedar berpendapat, era normal baru malah dapat menjadi ruang terbuka bagi virus lakukan penularan berbahaya. Ibarat buah simalakama, maju kena mundur kena, inilah situasi politik pilkada dan pandemi yang saling berkorelasi. Kita, kata Haedar, berada di dunia yang darurat ini, wajib seksama tingkat tinggi menyikapinya. Terlebih,  belum atau mungkin tidak dapat membayangkan bila mutasi Covid-19 betul-betul terjadi.

“Semoga tidak. Ya Allah, angkatlah pandemi ini dengan kuasa-Mu, Engkau Tuhan Yang Maha-Rahman dan Rahim, kami tidak kuasa menyaksikan hamba-Mu terus berguguran. Termasuk, dokter dan tenaga kesehatan yang jadi benteng terakhir,” kata Haedar.

Dia menilai, sebagai manusia tentu kita terus berikhtiar bersama tanpa kenal menyerah. Tapi, sekaligus bermunajat agar dicurahkan kasih sayang-Nya untuk seluruh hamba yang lemah ini agar diringankan dan dibebaskan dari beban ini. Sebagai warga bangsa, Haedar berharap semua pihak, khususnya elite-elite negeri untuk berpikir dan bertindak seksama untuk teguh mencegah penularan corona. Sekaligus, berusaha bersama menghadapinya secara bertanggung jawab. 

Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.

Haedar mengingatkan, pandemi Covid-19 belum berakhir, sementara korban masih berguguran, baik yang terkonfirmasi maupun meninggal dunia. Dia menegaskan, semuanya menyangkut nyawa atau jiwa manusia yang tidak ternilai harganya.

“Pilkada jangan sampai menjadi ajang penularan, dan semakin beratnya negeri ini hadapi Covid-19. Politik dan demokrasi penting, tapi jangan memperberat beban rakyat hadapi pandemi yang masih berbahaya dengan segala dampaknya yang luas,” ujar Haedar.

Apalagi, lanjut Haedar, sampai mengorbankan jiwa manusia sesama anak bangsa. Dia meminta elite-elite bertindak bijaksana, seksama dan waspada, serta patuhi protokol kesehatan dan cegah atau hindari segala celah penularan wabah.

“Bukankah politik itu juga diabdikan untuk kesejahteraan dan kebaikan hidup bersama? Itulah politik bermartabat. Bila politik menularkan masalah dan bukan memecahkan masalah, untuk apa berpolitik,” tandas Haedar.

Dia mengaku sedih menyaksikan suasana kacau massa, termasuk ketika para bakal calon kepala daerah mendaftar ke KPU yang justru diarak massa secara euforia. Itu semua dilakukan tanpa pembatasan jumlah orang dan tanpa protokol kesehatan.

Padahal, waktu pilkada cukup lama dan belum masuk masa kampanye yang rawan. Elit politik harus kedepankan kepentingan lebih besar mencegah penularan dan selamatkan jiwa manusia yang tidak dapat diukur harga demokrasi semahal apapun.

“Kita layak bertanya, kenapa tidak menaati aturan dan tidak mempertimbangkan kondisi pandemi? Situasi pilkada ini masih darurat, kenapa seolah normal dan biasa? Untuk apa tampil dan aksi cari sensasi yang undang perhatian massa,” ujar Haedar.

Seperti tidak cukup data harian tentang jumlah terkonfirmasi dan meninggal akibat wabah ini. Dia menekankan, pandemi Covid-19 ini nyata, bukan maya dan cara mencegah dan menghadapinya secara serius bukan paranoid tapi ikhtiar.

Haedar mempertanyakan, penderitaan apalagi yang masih dianggap belum cukup akibat corona ini? Karenanya, empatilah kepada korban dan saudara-saudara sebangsa yang sakit, sangat menderita dan kehilangan orang-orang tercinta.

Kepada calon kepala daerah dan elite negeri, Haedar berharap bisa menunjukkan keteladanan di hadapan publik dengan tidak membiarkan euforia massa menumpah dalam proses demokrasi. Termasuk, lewat segala aksi dan deklarasi politik.

Dia mengingatkan, mereka merupakan calon pemimpin yang akan memegang mandat rakyat. Apalagi, ada petahana yang harus menunjukkan kenegarawanan berpikir dan bertindak bijak meringankan beban menghadapi wabah dan selamatkan jiwa.

Mereka, katanya, seharusnya memberi uswah hasanah bagi rakyat pada era krisis akibat pandemi yang mematikan kehidupan ini. Sisakan iba dan empati untuk tidak bereuforia dalam segala aksi massa yang kian membahayakan jiwa sesama.

“Buktikan politik bermakna dan berkontribusi positif memberi solusi untuk negeri, bukan politik yang memperparah keadaan, serta menambah beban berat rakyat dan dunia kemanusiaan,” tutup Ketua Umum PP Muhammadiyah. (kdon)  

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 38
    Muhammadiyah Minta Pemerintah Tidak Tebang Pilih Tegakkan Protokol Kesehatan Covid-19Jakarta, KOBAR - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah minta Pemerintah untuk konsisten menegakkan aturan protokol kesehatan. Selain itu, Pemerintah juga diingatkan untuk bersikap adil dalam penegakan aturannya, tidak tebang pilih. “Pemerintah seharusnya konsisten menegakkan aturan dan protokol Covid-19. Negara tidak boleh kalah,” kata  Abdul Mu'ti, Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah, dalam…
  • 35
    Presiden Jokowi: Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 Selama Pilkada Tak Bisa Ditawar-tawarJakarta, KOBAR - Kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini, merupakan hal yang paling penting. Oleh karena itu, penerapan protokol kesehatan secara ketat selama tahapan Pilkada berlangsung, merupakan hal yang mutlak dilakukan, dan tak dapat ditawar. Hal tersebut kembali ditegaskan Presiden Joko Widodo, saat memimpin rapat terbatas…
  • 34
    Para Elit Politik Harus Sadar, Ancaman Covid-19 Tidak Main-mainPengerahan dan mobilisasi massa, kerumunan ratusan hingga ribuan orang, berikut arak-arakan manusia dan kendaraan yang memenuhi setiap sudut wilayah adalah pemandangan yang telah disuguhkan, pada saat pendaftaran para bakal calon Kepala Daerah ke KPU, pekan kemarin. Dan itu terjadi, tanpa bisa dibendung. Padahal protokol kesehatan Covid-19, telah dengan tegas melarang…
  • 34
    Muhammadiyah Tolak Aksi Melengserkan Pemerintahan yang SahJakarta - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu'ti MEd, menyatakan, bahwa Muhammadiyah tidak ada hubungan, dan tidak ikut dalam aksi yang akan dilaksanakan sejumlah organisasi Islam pada Selasa, (13/10). Muhammadiyah lebih fokus pada penanganan pandemi Covid-19, dan dampaknya terhadap pendidikan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. “Dalam situasi sekarang,…
  • 31
    Wagub NTB: Peserta Pilkada 2020 Dilarang Mengumpulkan MassaMataram, KOBAR - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, mau tidak mau membuat pola hidup semua orang berubah. Termasuk ajang politik. Pilkada Serentak tahun ini tentu akan berbeda dengan Pilkada sebelum. Para peserta pesta demokrasi 5 tahunan ini dituntut untuk patuh pada semua aturan yang berlaku dalam hal penanganan dan…
  • 30
    Menko Polhukam: Jalani Hari Tenang dengan Ketenangan, Ayo Ke TPS dengan Protokol KesehatanJakarta, KOBAR - Menko Polhukam, Mahfud MD, pada akhir masa kampanye Pilkada 2020, Sabtu, (5/12), meminta kepada semua pihak untuk menjalani masa tenang, dengan tetap menjaga suasana kondusif, menghindari kegaduhan. Ia juga mengajak untuk bersiap menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS).  “Alhamdulillah, hari ini, Sabtu 5 Desember, kita sudah mengakhiri masa…
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H

1 Februari 2024 - 18:43

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H - Haedar Nashir - Ketua Umum PP Muhammadiyah

Bupati Beri Kesempatan 20 Orang Putra/i Sumbawa Barat Untuk Kuliah Gratis di Fakultas Kedokteran UNRAM

27 Januari 2024 - 18:21

Bupati Beri Kesempatan 20 Orang Putrai Sumbawa Barat Untuk Kuliah Gratis di Fakultas Kedokteran UNRAM - H W Musyafirin - Bupati Sumbawa Barat

AMMAN Gandeng NARASA Perkuat UMKM dan Pariwisata di Sumbawa Barat

25 Januari 2024 - 20:14

AMMAN Gandeng NARASA Perkuat UMKM dan Pariwisata di Sumbawa Barat - Amar Nurmansyah - Sekda KSB

Universitas Cordova Siap Cetak Jurnalis Andal yang Bijak, Inovatif, dan Komunikatif

9 Januari 2024 - 16:43

Universitas Cordova Siap Cetak Jurnalis Andal yang Bijak, Inovatif, dan Komunikatif - Hardoni - Anggota PWI KSB - Pemred KOBARKSB.com

Meta Facebook Buka 72 Lowongan Kerja dengan Gaji Fantastis

22 Desember 2023 - 14:12

Meta Facebook Buka 72 Lowongan Kerja dengan Gaji Fantastis - Meta's Headquarters in Menlo Park, California

Pemda KSB Yakin Target PAD Tahun 2023 100% Tercapai

14 Desember 2023 - 16:59

Pemda KSB Yakin Target PAD Tahun 2023 100% Tercapai - Tambang Emas Sumbawa Barat
Trending di EKONOMI
Don`t copy text!