Milenial Jadi Petani Sangat Sedikit, Pemerintah Setempat Dituntut Putar Akal

Menu

Mode Gelap

SUMBAWA BARAT · 15 Agu 2020

Milenial Jadi Petani Sangat Sedikit, Pemerintah Setempat Dituntut Putar Akal


Jokowi dan Petani Perbesar

Jokowi dan Petani

Taliwang, KOBAR – Data BPS menunjukkan, bahwa di wilayah pedesaan hanya ada sekitar 4% anak muda berusia 15-23 tahun (Milenial, red), yang tertarik bekerja menjadi petani. Sisanya memilih bekerja di sektor industri, sektor industri kecil-menengah, atau sektor informal kota, karena dipandang lebih potensial untuk menjamin kesejahteraan di masa depan. Minimnya minat milenial untuk terjun langsung ke sektor pertanian, menandakan bahwa pertanian hari ini dinilai sudah tidak menguntungkan lagi. Selain itu, secara status sosial Petani masih dipandang rendah. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah setempat dituntut untuk segera putar akal. Karena jika tidak, masa depan pertanian Indonesia akan terancam.

Regenerasi petani menjadi salah satu faktor kunci untuk kemajuan dan modernisasi pertanian Indonesia. Melalui regenerasi, penggarapan lahan, proses produksi, dan agrobisnis akan dijalankan oleh mayoritas kelompok petani muda atau kaum milenial yang biasanya bekerja lebih produktif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi serta selalu kreatif berinovasi. 

“Kunci dari petani dan pertanian berteknologi adalah adanya regenerasi petani. Lalu, untuk menarik anak-anak muda ke pertanian, kita harus menjadikan sektor pertanian itu menjanjikan dan menguntungkan dengan pembukaan akses pasar, inovasi, dan teknologi,” kata Ketua Umum Pemuda Tani HKTI, Rina Sa’adah Adisurya, dalam siaran persnya, Sabtu, (15/8).

Rina Sa’adah Adisurya

Rina juga menyebutkan, regenerasi penting untuk mengatasi laju penurunan jumlah petani. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan, bahwa dalam jangka waktu dua tahun (2016-2018), penurunan jumlah petani di Indonesia berjalan cukup signifikan, yaitu sebanyak 4 juta petani. Dimana salah satu penyebabnya adalah masih lambannya proses regenerasi petani. 

“Data Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), menyebutkan 90% dari total jumlah petani Indonesia sudah memasuki fase kurang produktif. Jadi perlu ada solusi menciptakan regenerasi petani. Saat ini ada 33,4 juta petani di Indonesia. Dari jumlah itu, 2,7 juta petani usia milenial, dan 30,4 juta usia ‘kolonial’. Jadi negara ini sedang bermasalah dalam hal fase umur petani,” tutur Neng Rina, begitu ia akrab disapa.

Rina kemudian menjelaskan, bahwa begitu pentingnya revitalisasi pertanian dengan regenerasi petani. Hal tersebut beralasan, karena jumlah petani muda saat ini berjumlah di bawah angka 3 juta orang, sementara luas lahan pertanian Indonesia mencapai 7,78 juta hektare. Minimnya minat generasi milenial untuk terlibat dan terjun langsung dalam sektor pertanian menandakan bahwa pertanian hari ini dinilai sudah tidak menguntungkan lagi. Selain itu, secara status sosial masih dipandang rendah. 

“Oleh karena itu, kaum muda kehilangan gairah untuk bertani. Situasi ini bisa juga berimplikasi kurang baik terhadap target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Oleh karena itu, sekali lagi perlu ditekankan, bahwa melibatkan generasi muda adalah kuncinya, dan pertanian modern adalah solusi untuk menarik generasi muda agar terlibat dalam bisnis pertanian. Kaum muda di kalangan milenial perlu didorong untuk menjadi petani. 

Sebab jadi petani saat ini adalah termasuk gaul dan perlu melek teknologi, lanjut  Rina. Pemuda Tani HKTI, beber Neng Rina, akan terus berupaya berperan aktif dalam upaya terciptanya regenerasi petani. Kemudian sebagai komponen bangsa, organisasinya juga terpanggil dan bertekad untuk berpartisipasi mendukung pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia. 

“Presiden Joko Widodo sendiri telah mengarahkan seluruh kementeriannya untuk menyiapkan generasi muda menghadapi era revolusi industri 4.0, termasuk petani milenial. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah setempat harus segera bergerak cepat, dan tidak tinggal diam. Jika ini terlaksana, maka Indonesia ke depan akan makmur. Sebab sektor pertanian adalah sektor prioritas dengan jumlah pintu pasar paling banyak di dunia,” pungkas Ketua Umum Pemuda Tani HKTI. (klar)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 37
    Sirkuit Samota Dikontrak Selama 5 Tahun Untuk MXGP of IndonesiaSumbawa, KOBARKSB.com - Sirkuit motocross kelas dunia (Rocket Motor Circuit) kebanggaan bangsa Indonesia yang terletak di Samota, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dipastikan akan menjadi lokasi kejuaraan dunia motocross (MXGP) seri Indonesia untuk 5 tahun ke depan. “Ini berkat kerja keras anak-anak muda kita. Anak muda kita memang oke!. Infront…
  • 34
    Menguji Strategi Gubernur Menyelamatkan NTB Dari Krisis EkonomiTaliwang, KOBAR - Krisis Ekonomi 1998 seluruh investasi padat modal tengkurap akibat terjadinya fluktuasi nilai tukar mata uang karena ketidak mampuan Negara membayar bunga utang. Investasi di Indonesia mayoritas didominasi asing atau padat modal yang mengakibatkan perdagangan kita bergantung mata uang asing utamanya Dollar. Menurut Sekjen Komite Nasional Pemuda Indonesia…
  • 33
    Rp 8 Miliar Dikucurkan Untuk Petani KedelaiTaliwang, KOBAR - Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tengah mengupayakan pencairan dana program Upaya Khusus (Upsus) dalam rangka peningkatan produksi tanaman kedelai di bulan April mendatang. Saat ini untuk kegiatan program tersebut, sekitar 250 Kelompok Tani (Poktan) khusus tanaman kedelai telah memiliki rekening yang akan digunakan…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Kejari KSB Ungkap Dugaan Korupsi Pembangunan Sekolah dan Mafia Tanah, Total Kerugian Negara Capai Rp 4,4 Miliar

21 Mei 2024 - 02:46

Kejari KSB Ungkap Dugaan Korupsi Pembangunan Sekolah dan Mafia Tanah, Total Kerugian Negara Capai Rp 4,4 Miliar - Titin Herawati Utara - Kajari KSB

Amman Mineral Kembali Buka 16 Lowongan Kerja di Tambang Emas Sumbawa Barat

20 Mei 2024 - 19:14

Amman Mineral Kembali Buka 16 Lowongan Kerja di Tambang Emas Sumbawa Barat - Tambang Batu Hijau PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN)

Selamat Memperingati Hari Reformasi – Iklan Diskoperindag KSB

20 Mei 2024 - 17:49

Hari Reformasi - Diskoperindag KSB

Selamat Hari Kebangkitan Nasional – Iklan Diskoperindag KSB

19 Mei 2024 - 22:22

Harkitnas - Diskoperindag KSB

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tiu Suntuk di Kabupaten Sumbawa Barat

2 Mei 2024 - 16:55

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tiu Suntuk di Kabupaten Sumbawa Barat - Bendungan Tiu Suntuk Sumbawa Barat

Selamat Hari Pendidikan Nasional – Iklan Diskoperindag KSB

2 Mei 2024 - 11:38

Hardiknas - Diskoperindag KSB
Trending di PARIWARA
Don`t copy text!