Meski Telah Bersabung Nyawa, Jerih Payah Tenaga Medis Covid-19 di KSB Tak Juga Dihargai

Meski Telah Bersabung Nyawa, Jerih Payah Tenaga Medis Covid-19 di KSB Tak Juga Dihargai

“Insentif dan Santunan Kesehatan Selama Berbulan-bulan Tak Kunjung Dibayar”

Taliwang, KOBAR – Meski telah berbulan-bulan berjibaku dengan pandemi covid-19, namun insentif dan santunan kesehatan bagi tenaga kesehatan yang menangani covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang telah dijanjikan Pemerintah Pusat belum dibayar sampai dengan saat ini.

Padahal, keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: HK.01/07/MENKES/278/2020, tentang pemberian insentif dan santunan kesehatan bagi tenaga kesehatan yang menangani covid-19 diberikan terhitung mulai dari bulan Maret 2020, sampai dengan Mei 2020.

Tenaga Kesehatan Covid-19

Hal tersebut, diakui oleh Kepala Puskesmas Taliwang KSB, dr Darmawansyah, saat ditemui awak media ini di ruang kerjanya, Kamis, (16/07).

“Iya memang benar kok pak, malahan belum sama sekali untuk SK yang dari Pusat. Karena sampai dengan saat ini, saya masih belum mendapatkan informasi terkait dengan kapan waktunya akan disalurkan insentif yang dari Pusat, tapi kalau honor yang dari daerah, sudah pernah disalurkan selama dua kali pak,” akunya.

dr. Darmawansyah

Sambung Darmawansyah, bahwa dirinya juga tidak tahu menahu, apakah insentif yang dari pusat maupun daerah disalurkan hitungan berapa bulan atau hanya cuma dua kali saja, yang terpenting dirinya sudah memberikan data terkait kuota yang akan menerima insentif tersebut kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB, dan pihaknya tinggal menunggu dan ikuti alurnya saja.

“Kita sifatnya menunggu saja sih pak, kalau memang sudah ada uangnya, pasti akan disalurkan, yang terpenting kita terus bekerja dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dalam penanganan covid-19 di KSB, khususnya Kecamatan Taliwang,” pungkas Darmawansyah.

Dikonfirmasi media ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB, melalui Kasubag Program, Henry Fitriawan SKM MKM, menyampaikan, bahwa terkait insentif untuk tenaga kesehatan yang diberikan daerah, sudah disalurkan selama dua bulan, yakni, April dan Mei. Untuk insentif yang dari pemerintah pusat, Hendry mengaku, bahwa pihaknya sudah mengajukannya ke Pusat, untuk bulan Maret, April, dan Mei. Meski SK dari Kementerian Keuangan RI sudah dikeluarkan, tapi kendalanya, pihaknya masih menunggu hasil verifikasi data yang diusulkan kepada Kementerian Kesehatan RI yang belum disetujui.

Henry Fitriawan, S.KM., M.KM.

“Kita tinggal menunggu berkas yang kita usulkan untuk disetujui oleh Kemenkes, kalau masalah anggaran sudah disediakan Rp 3,5 Miliar dari Kementerian Keuangan. Selain itu juga, insentif dan santunan tenaga kesehatan yang menangani covid-19, akan diperpanjang sampai Juni dan Juli 2020,” beber Henry.

Adapun untuk kriterianya, lanjut Henry, bahwa yang menerima insentif adalah dokter spesialis, dokter umum/gigi, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya yang terlibat langsung dalam menangani pasien covid-19 pada Fasyankes atau institusi kesehatan.

“Untuk besaran Insentif satu bulannya; dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum/gigi Rp 10 juta, perawat dan bidan Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta,” tutup Henry Fitriawan. (kras)

Don`t copy text!