5 Orang Klaster Gowa di KSB Jalani Rapid Test

5 Orang Klaster Gowa di KSB Jalani Rapid Test

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungkapkan, bahwa penularan covid-19 di NTB banyak berasal dari klaster Gowa, yaitu orang-orang yang telah mengikuti ijtima ulama se-Asia yang digelar di Gowa, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

“Petugas kesehatan telah mengidentifikasi tujuh klaster sumber penyebaran covid-19 di NTB, yaitu klaster Gowa, klaster Bogor, klaster Jakarta, klaster Sukabumi, klaster Bali, klaster luar negeri/ kapal pesiar dan klaster transmisi lokal. Dari seluruh klaster tersebut, klaster Gowa mencatat kasus positif paling banyak yakni sebanyak 10 kasus positif covid-19,” beber Sekretaris Daerah (Sekda), Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi, di Mataram, Senin, (13/4).

Menurutnya, jumlah tersebut berpotensi bertambah, karena dari 750 orang warga NTB yang pulang dari kegiatan di Gowa, sebanyak 369 orang telah dilakukan pemeriksaan melalui rapid test, dengan hasil 16,5 persen menunjukkan reaktif sedangkan 83,5 persen non reaktif.

“Untuk mendapatkan hasil yang valid akan diuji sampel swab pada laboratorium Biomedik RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium di Rumah Sakit Universitas Mataram (Unram),” tuturnya.

Untuk menghindari penularan lebih luas, pihaknya telah meminta kepada semua warga yang pulang dari daerah terjangkit, khususnya untuk warga yang pulang dari klaster Gowa, untuk tetap disiplin melaksanakan isolasi diri, terus meningkatkan kesadaran untuk menjaga keselamatan diri, keluarga dan masyarakat luas.

Menyikapi perkembangan terkini di NTB, juru bicara satuan gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB),  H Tuwuh SAP, kepada awak media, Selasa, (14/4), mengungkapkan, bahwa dalam 2 hari ini pihaknya telah melakukan rapid test terhadap 5 orang penduduk KSB, yang telah mengikuti ijtima ulama di Gowa. Rapid test tersebut dilakukan untuk memastikan, apakah orang-orang itu terjangkit covid-19 atau tidak.

“Kemarin ada satu orang yang dirapid test dan hari ini ada 4 orang yang dirapid test dari klaster Gowa,” ungkap Tuwuh.

Ia juga menjelaskan, bahwa sebagian alat rapid test yang tersedia telah digunakan sesuai dengan kebutuhan. Alat ini diperuntukkan untuk mengetes orang yang datang ke KSB dari wilayah atau negara terjangkit covid-19.

“Saat ini kita mempunyai persediaan rapid test sebanyak 80 biji, dan ada beberapa yang telah digunakan,” jelas Tuwuh, yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB.

Ia menuturkan, bahwa 5 orang dari klaster Gowa itu telah yang menjalani rapid test di RSUD Asy-Syifa’. Tuwuh juga menjelaskan, bahwa alat rapid test yang ada di KSB merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi NTB. Droping rapid test lanjutan dari Pemprov, sambungnya, akan disesuaikan dengan kebutuhan atau kasus yang ada di daerah.

“Ada 5 orang yang dirapid test di rumah sakit Asy-Syifa’ dari klaster Gowa. Kami berharap mudah-mudahan dari hasil rapid test yang dilakukan, tidak ada warga KSB yang positif covid-19,” pungkasnya. (kras)

Don`t copy text!