Taliwang, KOBARKSB.com – Air mancur yang telah diresmikan beberapa tahun lalu, kini tampak tak hidup lagi. Tidak banyak warga KSB yang tahu dan melihat langsung keindahan air mancur menari di Tugu Syukur, Kompleks KTC itu. Padahal, Bupati Sumbawa Barat telah melakukan soft launching monumen yang menelan anggaran ratusan juta rupiah itu secara spektakuler dan meriah.
Aty (49), perempuan paruh baya, Warga Kelurahan Menala, mengaku belum melihat secara langsung air mancur menari di tugu syukur. Meskipun akhir-akhir ini ia rutin melewati jalur lintas KTC, namun tak terlihat keindahan air mancur tersebut.
“Saya aktif di facebook, saya pernah melihat di medsos saja air mancur itu. Saya pengen sekali lihat langsung,” kata Aty berharap, saat ditemui awak media ini, kemarin.
Menurut Aty, keinginan untuk melihat secara langsung air mancur menari di tugu syukur bukan dia saja, tapi banyak warga lainnya ingin melihat pemandangan itu. Ia kerap bergosip dengan rekan seusianya terkait keinginan yang sama, ingin melihat air mancur warna warni dan menari-nari.
“Dalam bincang kami dengan ibu-ibu teman gosip, ada yang sudah melihat secara langsung, ada pula yang tidak, dan yang pernah melihat pun ingin melihat kembali,” ungkap Aty.
Mungkin bukan Aty saja yang berharap demikian, pasti banyak lagi warga KSB yang berharap seperti Aty. Dengan demikian, seyogyanya pemerintah setempat diharapkan dapat memaksimalkan beroperasinya air mancur tersebut, supaya tidak terkesan pembangunan infrastruktur selama ini buang-buang uang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum bisa dimintai keterangan tentang kejelasan kenapa air mancur itu tidak difungsikan kembali. (kdon)
About The Author
Trending
- 55
Oleh: Syuaib Ahkam Bagi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), air adalah sumber daya yang amat krusial. Menurut peta risiko air Aqueduct Water Risk Atlas yang dirilis World Resources Institute (WRI), Sumbawa Barat dikategorikan memiliki tingkat tekanan air dasar (baseline water stress) yang sangat tinggi. Di tengah kondisi geografis yang rentan ini,… - 48
"Hamparan pantai yang luas dengan pasir putih yang halus, air laut biru jernih, dan ombak yang menantang menjadikan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) surga bagi para pecinta wisata bahari. Potensi luar biasa ini tak luput dari perhatian AMMAN, salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, dan Rizal Tandjung,… - 41
Brang Ene, KOBARKSB.com - Seorang warga Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), memprotes keras tindakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) KSB yang memasang meteran air bekas di rumahnya. Dia mengungkapkan kekecewaannya atas pemasangan meteran air bekas tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya telah mengajukan… - 41
Oleh: Hardoni Di jantung Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten Sumbawa Barat, sebuah narasi baru sedang ditulis. Di tengah persepsi umum yang sering kali menempatkan industri pertambangan sebagai antitesis kelestarian lingkungan, area Tambang Batu Hijau milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menyuguhkan perspektif berbeda. Di sini, industri berat mencoba berjalan… - 41
Oleh: Syuaib Ahkam Jauh di pedalaman rimbunnya hutan Rinti dan Lampui, sekitar 60 kilometer di sebelah timur tambang terbuka Batu Hijau, sebuah raksasa deposit mineral dunia tengah bersiap bangun dari tidurnya. Itulah Proyek Elang—deposit polimetalik tembaga dan emas skala Super Giant yang telah diakui oleh Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat… - 41
Oleh: Syuaib Ahkam Suara dering notifikasi transaksi digital berbunyi nyaring dari sebuah ponsel pintar milik pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Sumbawa Besar. Di layarnya, tertera status pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang baru saja tuntas. Sementara ratusan kilometer dari sana, di sebuah ruang pelatihan…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Komentar