Oleh: Syuaib Ahkam
Suara dering notifikasi transaksi digital berbunyi nyaring dari sebuah ponsel pintar milik pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Sumbawa Besar. Di layarnya, tertera status pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang baru saja tuntas. Sementara ratusan kilometer dari sana, di sebuah ruang pelatihan berpendingin udara di Taliwang, puluhan pengusaha lokal tampak tekun menatap layar laptop, mempelajari sistem pengadaan digital berbasis cloud.
Dua pemandangan di sudut Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Sumbawa ini bukanlah kebetulan semata. Ini adalah gambaran riil dari denyut multiplier effect (dampak berganda) ekonomi yang digerakkan secara masif oleh kebijakan pengadaan lokal (local procurement) PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) di Tana Samawa.
Sebagai raksasa pertambangan tembaga dan emas terintegrasi di Indonesia, AMMAN memilih tidak mengunci rantai pasoknya hanya untuk korporasi skala global. Sebaliknya, pintu rantai pasok justru dibuka lebar-lebar untuk menyerap produk, komoditas, dan jasa dari wirausahawan lokal di lingkar tambang.
Komitmen 88 Persen di Tanah Sendiri
Infografis rantai pasok dan alokasi belanja pengadaan AMMAN tahun 2025 yang mencatatkan 88% anggaran untuk pemasok lokal dan nasional.
(Sumber: amman.co.id)
Komitmen AMMAN dalam membangun ekosistem ekonomi inklusif di Tana Samawa bukan sekadar jargon di atas kertas. Berdasarkan data Laporan Keberlanjutan AMMAN 2025, angka-angka yang tercatat menunjukkan keberpihakan yang sangat dominan terhadap pelaku usaha dalam negeri.
Pada tahun 2025, total nilai belanja pengadaan (procurement expenditure) AMMAN mencatatkan angka fantastis sebesar USD 2,03 miliar (setara lebih dari Rp 32 triliun). Dari nilai pengadaan yang luar biasa tersebut, alokasi anggaran yang diserap oleh pemasok lokal dan nasional mencapai 88 persen.
Jumlah mitra bisnis lokal dan nasional yang masuk dalam rantai pasok AMMAN pun melesat tajam, dari 1.050 pemasok pada tahun 2024 menjadi 1.272 pemasok pada tahun 2025. Khusus untuk tingkat lokal KSB dan regional NTB, sebanyak 221 pengusaha lokal kini terdaftar aktif menyuplai berbagai kebutuhan operasional—mulai dari jasa konstruksi sipil, penyediaan tenaga kerja, suku cadang, katering, hingga layanan transportasi.
Direktur Utama AMMAN, Arief Widyawan Sidarto, menegaskan bahwa integrasi rantai pasok lokal merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi transformasi dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan AMMAN sebagai perusahaan logam terintegrasi harus berjalan selaras dengan kesejahteraan masyarakat sekitar. Menyerap pengadaan dari penyedia jasa lokal dan nasional adalah komitmen konkret kami agar perputaran uang industri tambang benar-benar menetap, berputar, dan memakmurkan masyarakat Nusa Tenggara Barat,” ujar Arief Sidarto.
Guna memastikan pengusaha daerah tidak gagap menghadapi standar industri kelas dunia, AMMAN menggelar program peningkatan kapasitas secara berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, AMMAN menyelenggarakan pelatihan sistem pengadaan digital SAP ARIBA yang diikuti oleh 485 vendor lokal. Langkah ini berhasil mendongkrak transparansi transaksi, kepatuhan pengadaan, serta efisiensi operasional UMKM di KSB.
Haji Ahmad, salah seorang kontraktor lokal penyedia jasa konstruksi di Taliwang, merasakan langsung dampak dari digitalisasi rantai pasok ini.
“Dulu kami membayangkan masuk ke sistem vendor perusahaan tambang besar itu sangat rumit dan tertutup. Tapi melalui pelatihan SAP ARIBA dari AMMAN, kami diajarkan sistem pengadaan profesional yang transparan. Sekarang usaha daerah seperti kami bisa bersaing secara sehat dan memiliki rekam jejak bisnis yang diakui secara nasional,” ungkap Haji Ahmad penuh optimisme.
Nyala Asa Perempuan dan Wirausaha Desa Bale Berdaya
Foto produk kerajinan tangan binaan Bale Berdaya Sumbawa.
(Sumber: amman.co.id)
Pemberdayaan ekonomi yang dibangun AMMAN tidak berhenti pada pemasok kelas menengah di sekitar area hulu tambang Batu Hijau. Melalui Program Bale Berdaya, AMMAN memperluas jangkauan pembinaan UMKM hingga ke desa-desa di 7 kecamatan Kabupaten Sumbawa, meliputi: Sumbawa Besar, Ropang, Lantung, Moyo Hulu, Lunyuk, Lenangguar, dan Orong Telu.
Sebanyak 105 UMKM binaan (15 UMKM dari setiap kecamatan) didampingi secara intensif dari hulu ke hilir. Portofolio usahanya mencakup sektor makanan dan minuman (47%), kerajinan tangan (51,5%), dan seni (1,5%). Yang menarik, sekitar 60 persen pelaku usaha yang dibina adalah kaum perempuan.
Sepanjang tahun 2025, perjalanan Inkubator Bale Berdaya menorehkan transformasi ekonomi warga yang begitu nyata. Seluruh UMKM binaan kini telah resmi mengantongi legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), bahkan seratus persen UMKM sektor kuliner telah memenuhi standar keamanan pangan P-IRT dan mengantongi Sertifikasi Halal. Langkah modernisasi ini kian sempurna ketika seluruh pelaku usaha binaan berhasil didorong untuk mengadopsi pembiayaan berbasis digital serta menerapkan sistem pembayaran praktis melalui QRIS.
Suntikan legalitas dan adaptasi teknologi digital tersebut berdampak langsung pada peningkatan omzet, di mana rata-rata pendapatan para peserta program melesat hingga 38,27 persen. Tak sekadar menaikkan penjualan, roda ekonomi di tingkat tapak pun kian bergairah lewat hadirnya 135 lapangan kerja baru yang tercipta di desa-desa. Keberhasilan ini makin inklusif karena didampingi oleh 40 pemuda lokal Sumbawa yang diberdayakan sebagai fasilitator (Resident Buddies), hingga akhirnya mengantarkan 75 persen UMKM binaan sukses mengepakkan sayap dan memperluas jangkauan pasarnya hingga ke tingkat provinsi dan nasional.
Siti Maryam, seorang perajin olahan pangan lokal penerima manfaat Program Bale Berdaya di Moyo Hulu, menceritakan perubahan nyata pada usahanya.
“Sebelum didampingi tim Bale Berdaya AMMAN, produk kami hanya dijual dalam plastik polos tanpa izin resmi. Sekarang, produk kami punya kemasan rapi, sertifikat Halal, NIB, dan bisa dibayar pakai QRIS. Omzet kami naik hampir 40 persen, dan yang paling membanggakan, produk olahan kami kini rutin dipesan untuk kebutuhan katering dan acara resmi,” tutur Siti Maryam penuh rasa syukur.
Kemitraan Aliansi Macmahon dan Penyerapan Tenaga Kerja
Pekerja lokal KSB dan NTB dalam operasional pertambangan AMMAN. Hingga akhir 2025, AMMAN menyerap 24.667 tenaga kerja dengan porsi karyawan lokal dipertahankan sebesar 40 persen.
(Sumber: amman.co.id)
Lompatan ekonomi warga Tana Samawa kian diperkuat melalui kemitraan aliansi strategis antara AMMAN dan Macmahon Indonesia dalam operasional penambangan. Melalui PT Macmahon Labour Services (MLS) dan PT Amman Mineral Integrasi (AMIG), sistem rekrutmen dan pengadaan jasa tenaga kerja dikelola secara profesional dan inklusif.
Per Desember 2025, total tenaga kerja yang terserap dalam operasional AMMAN mencapai 24.667 pekerja (2.875 karyawan tetap dan 21.792 pekerja kontraktor/aliansi). Dari total karyawan tetap, porsi tenaga kerja lokal KSB dan NTB dipertahankan pada tingkat signifikan sebesar 40 persen, dengan prioritas rekrutmen yang terus dibuka bekerja sama dengan Pemerintah Daerah KSB.
Seluruh pengusaha dan pekerja dalam rantai pasok AMMAN diikat oleh Responsible Supply Chain Policy (Kebijakan Rantai Pasok yang Bertanggung Jawab) yang mewajibkan penerapan standar K3, larangan kerja paksa/anak, serta pelatihan etika dan anti-korupsi yang telah diikuti oleh 11.813 peserta rantai pasok pada tahun 2025.
Menyemai Mandiri Menyongsong Pascatambang
Langkah AMMAN mengintegrasikan UMKM dan pengusaha lokal ke dalam rantai pasoknya telah menyemai benih ketahanan ekonomi daerah yang kokoh. Ketika pengusaha KSB dan Sumbawa terbiasa dengan standar kerja kelas dunia, legalitas lengkap, serta ekosistem digital ARIBA dan QRIS, mereka tidak lagi memiliki ketergantungan mutlak pada operasional tambang.
Ketika masa pascatambang tiba di masa depan, para pengusaha dan UMKM binaan ini telah menjelma menjadi wirausaha mandiri yang tangguh dan siap menembus pasar nasional maupun internasional.
Dari dapur-dapur UMKM binaan Bale Berdaya hingga transaksi triliunan rupiah vendor lokal KSB, AMMAN telah membuktikan bahwa kemitraan industri yang sejati di Tana Samawa adalah kemitraan yang tumbuh bersama, memberdayakan perempuan, dan memakmurkan tanah tempatnya berpijak.
– Penulis: Syuaib Ahkam, Pimpinan Redaksi KOBARKSB.com. Tulisan ini disusun sebagai catatan kritis dan objektif dalam merespons dinamika integrasi rantai pasok industri pertambangan AMMAN terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif warga Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa.
About The Author
Trending
- 93
Maluk, KOBARKSB.com - Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot, memberikan apresiasi tinggi terhadap filosofi "Stay Hungry, Humble, Human" yang diusung oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Dalam kunjungannya di perayaan HUT ke-9 perusahaan di Maluk, KSB, Bupati Jarot menegaskan bahwa PT Amman merupakan aset strategis yang sangat vital bagi kemajuan… - 91
Mataram, KOBARKSB.com - Nusa Tenggara Barat (NTB) diprediksi akan mengalami beragam kondisi cuaca hari ini, Kamis, (12/12), mulai dari hujan ringan hingga lebat, disertai potensi angin kencang dan badai petir di beberapa wilayah. Informasi ini berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diakses melalui berbagai platform, termasuk… - 89
Informasi lowongan kerja hari ini datang dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN). PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) adalah grup perusahaan yang mengoperasikan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui anak perusahaannya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), perusahaan mengoperasikan lokasi… - 89
Informasi lowongan kerja hari ini datang dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN). PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) adalah grup perusahaan yang mengoperasikan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui anak perusahaannya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), perusahaan mengoperasikan lokasi… - 87
Taliwang, KOBARKSB.com - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dilaporkan akan merehabilitasi 6 ribu hektar hutan di Pulau Lombok. Akan tetapi tak sejengkal pun hutan di Pulau Sumbawa bakal direhab. "Aneh, masa selama 5 tahun hutan di Pulau Lombok yang direhabilitasi. Tapi hutan di Pulau Sumbawa tidak, kan janggal," kata… - 87
Informasi lowongan kerja hari ini datang dari PT Trakindo Utama (Trakindo). Trakindo adalah penyedia solusi alat berat kelas dunia untuk alat berat dan engine Caterpillar di Indonesia. Trakindo didirikan pada tahun 1970 oleh AHK Hamami dan telah menjadi distributor resmi untuk Caterpillar sejak tahun 1971. Trakindo mengundang Anda; pelopor, inovator,…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






Komentar