fbpx
06/06/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

Bantuan Bibit Kedelai Untuk Petani Diuangkan

Taliwang, KOBAR R 11;

Mayoritas Petani di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dikabarkan tak tertarik untuk melakukan budidaya kedelai, sebab hasilnya dianggap sangat jauh dari menguntungkan. Minat petani menanam kedelai yang rendah ini tercermin dari terus tidak terealisasinya target tanam dan produksi komoditas ini, seperti yang telah dipatok Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPPP) setempat, setiap musim tanam.

“Saking rendahnya minat petani untuk menanam kedelai, terpaksa bantuan bibit kedelai untuk petani dari pemerintah diuangkan. Karena dikhawatirkan, berdasarkan pengalaman kami tahun sebelumnya, ketika bantuan bibit telah disiapkan, namun saat mau dibagikan, justru tidak mau ditanam,” ungkap Syaiful Ulum SP, Kepala Bidang Tanaman Pangan, DPPP KSB, kepada awak media ini.

Baca Juga :  BK Diklat: Berkas CPNS Kelar, PTT Wajib Melamar

Tahun ini, menurut Syaiful, bantuan bibit kedelai diuangkan sebesar Rp 1.000.552.000, untuk luas lahan 1.051 Ha, yang tersebar di 55 kelompok tani (Poktan). Dengan rincian, 45 Poktan di Kecamatan Seteluk, 5 Poktan di Kecamatan Taliwang, 1 Poktan di Kecamatan Brang Ene, 1 Poktan di kecamatan Jereweh, 2 Poktan di Kecamatan Seteluk, dan 1 Poktan di Kecamatan Maluk.

“Proses pencairan anggaran ini cukup lama. Namun di sela waktu proses pencairan, beberapa lahan yang seharusnya siap untuk ditanami kedelai ternyata tidak bisa ditanami, sebab kondisi lahan yang tidak mungkin untuk ditanam. Sehingga proses menanam bibit kedelai ini kerap kali terganggu. Namun tidak semua penerima bantuan bibit kedelai ini gagal menanam,” jelas Syaiful.

Baca Juga :  Pemerintah Kejar PAD Rp 500 Juta dari Tenaga Kerja Asing

Ia pun menambahkan, bahwa bantuan bibit Kedelai yang diberikan dalam bentuk uang itu ditransfer langsung oleh Pemerintah ke rekening masing-masing Poktan melalui Bank BNI. Meskipun demikian, untuk mencairkan uang tersebut, harus terlebih dahulu mengantongi rekomendasi dari DPPP KSB.

“Proses pencairan dana bantuan kedelai ini diawasi dan direkomendasikan oleh Dinas. Sebab setelah anggaran masuk, kami menyampaikan kepada kelompok tani bahwa dananya sudah masuk, dan ketua Poktan akan mengajukan nama petani yang siap menanam, sehingga baru lah uang itu dapat dicairkan. Namun sejauh ini, tidak semua kelompok petani kedelai yang ada siap untuk menanam, sehingga dana yang sudah masuk rekening terpaksa kami alihkan,” demikian Syaiful Ulum, Kabid Tanaman Pangan, DPPP KSB. (kdon)

loading...
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar